PENGERTIAN DIVERSIFIKASI ATAU INTEGRASI KONGLOMERAT

By On Thursday, December 5th, 2013 Categories : Ekonomi

DIVERSIFICATION OR CONGLOMERATE INTEGRATION / DIVERSIFIKASI ATAU INTEGRASI KONGLOMERAT adalah proses di mana suatu perusahaan mengadakan perluasan dengan memproduksi ragam produk yang berbeda-beda dan beroperasi pada beberapa pasar. Mungkin ada hubungan antara produk yang didasarkan pada penelitian komplementer dari fungsi produksi dan pemasaran (sebagai contoh, dua produk yang menggunakan dasar teknologi yang sama – pisau cukur dengan sekop untuk taman – dan dijual melalui toko yang sama – super market), atau mungkin produk sama sekali tidak berhubungan (sebagai contoh, rokok dengan jasa perbankan). Dari segi pandang perusahaan, hal utama yang menarik dalam diversifikasi adalah:
(a) kemampuan untuk menyebarkan risiko dengan menawarkan sejumlah produk di pasar yang berbeda-beda, supaya, penjualan yang rendah atau yang merugi dalam suatu pasar dapat diganti dengan penjualan yang baik dan menguntungkan dari pasar lainnya, sehingga membantu penampilan rata-rata yang baik terhadap kemampuan perusahaan secara keseluruhan. Lain halnya dengan perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis produk yang sangat peka terhadap fluktuasi penjualan.
(b) (dari prespektif strategi jangka waktu yang lebih panjang), kemampuan untuk reorientasi kegiatan-kegiatannya untuk menjauhi kemapanan dan penurunan pasar ke bidang yang baru, yang mengalami pertumbuhan yang tinggi dan memiliki potensi laba. Dalam dunia yang pertumbuhan dan perubahan teknologinya semakin kompleks sebagaimana produk baru diciptakan dan permintaan konsumen dihasilkan perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis produk gampang diserang oleh keusangan produk dan pasar, {lihat PRODUCT MARKET MATRIX; BOSTON MATRIX).
Diversifikasi khususnya dikaitkan dengan perluasan pada perusahaan oligopolistik yang besar (lihat OLIGOPOLY), yang dikendalikan oleh manajer- manajer yang lebih profesional dibandingkan dengan manajer-manajer pada perusahaan persero biasa {lihat DIVORCE OF OWNERSHIP FROM CONTROL), yang mengusahakan tujuan maksimasi pertumbuhan dan sasaran keuntungan jangka panjang dari pada sasaran yang statis (jangka pendek) seperti yang digambarkan dalam teori tentang perusahaan (lihat MANAGERIAL THEORIES OF THE FIRM).
Dengan semakin pentingnya perusahaan besar yang berdiversifikasi ternyata menimbulkan beberapa isu fundamental yang berkaitan dengan proses pengalokasian sumber daya. Khususnya keputusan pengalokasian sumber daya kurang ditentukan oleh persaingan dalam pasar, melainkan lebih tergantung pada perencanaan kegiatan dalam perusahaan. Persaingan mengeruk dana investasi pada pasar digantikan dengan persaingan mengeruk dana hanya oleh beberapa kantor cabang perusahaan, dengan keuntungan yang ditahan menjadi sumber pembiayaan dan kepala staf senior bertindak sebagai suatu pasar modal internal yang menyalurkan dana dari bidang usaha yang mempunyai keuntungan yang rendah ke bidang usaha yang mempunyai keuntungan yang tinggi. Manajer, bukannya pasar, menjadi penentu dalam proses PENGALOKASIAN SUMBER DAYA (RESOURCE ALLOCATION). Namun hal ini dapat cocok dengan perusahaan yang mempunyai pangsa pasar yang kecil di setiap pasar yang dipunyai sehingga tidak ada ukuran kekuatan pasar konvensional.
Akibat yang lebih luas dari pengalokasian sumber daya, diversifikasi dapat, di satu sisi, meningkatkan efisiensi dan merangsang persaingan, sehingga meningkat pengalokasian sumber daya. Atau, di sisi lain dengan membatasi persaingan, dapat mengakibatkan pemakaian sumber daya yang kurang efisien. Diversifikasi dapat menghasilkan sinergi (misalnya 2 + 2 = lebih dari empat). Sinergi dihasilkan dari berbagai kegiatan komplementer atau dari pemindahan kemampuan manajemen. Sebagai contoh, dalam kasus diversifikasi penggabungan (merjer). Sebelumnya suatu perusahaan kuat dalam organisasi produksi, sementara yang lain unggul di bidang pemasaran – penggabungan kedua perusahaan tersebut akan membawa hasil yang lebih efektif. Dengan hal yang sama, pemindahan keahlian manajemen dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan mutu dari produk perusahaan yang digabungkan.
Diversifikasi dapat meningkatkan tingkat persaingan dengan memberi kemudahan masuk ke industri tertentu, di mana hambatan untuk masuk sangat tinggi bagi perusahaan kecil yang berspesialisasi tanpa bantuan keuangan dari konglomerat. Misalnya untuk menutupi kerugian awal dalam pasar yang baru pada saat usaha-usaha untuk mencapai kemapanan dilakukan. Namun demikian, diversifikasi dapat juga mengakibatkan berbagai pengaruh yang anti persaingan. Sebagai contoh, perusahaan yang disubsidi silang dari kerugian sementara pada suatu pasar tertentu yang keuntungannya diterima dari tempat lain. Cara ini memberikan peluang bagi perusahaan untuk melakukan penetapan harga yang unggul untuk mengusir atau untuk mendisiplinkan saingannya. Begitu juga kekuatan keuangan yang dimiliki dan kemampuan subsidi silang dari perusahaan yang berdiversifikasi dapat dipergunakan untuk menanggung biaya-biaya jangka pendek untuk menghalangi perusahaan lain untuk masuk dalam salah satu pasarnya, sehingga meningkatkan hambatan untuk masuk.
Apabila perusahaan diversifikasi saling berhadapan dalam sejumlah pasar, maka mereka dapat mengurangi sikap persaingan. Masing-masing perusahaan menghindari persaingan apabila persaingan tersebut kuat. Hal ini disebabkan oleh ketakutan terhadap resiko tindakan balasan oleh perusahaan diversifikasi lainnya di pasar yang persaingannya lemah. Dalam hal ini perusahaan-perusahaan dapat membangun “pengaruh lingkungan”, melaksanakan kebijakan “hidup dan biarkan hidup” dengan mendominasi pasar tertentu yang dikuasai dan memperhatikan dominasi dari saingannya di pasar lain. Sebagai akibat dari perilaku ini adalah lemahnya persaingan dan harga yang tinggi yang merugikan bagi konsumen.
Saling ketergantungan perusahaan diversifikasi sebagai penjual dan pembeli dapat juga mengganggu persaingan. Apabila perusahaan A adalah pemasok suatu produk dan juga pembeli produk lain dari perusahaan B. maka mereka dapat melakukan transaksi timbal balik, membeli dari perusahaan yang merupakan langganan yang baik daripada membeli dari pemasok lain. Praktek ini memberikan kesempatan pada perusahaan diversifikasi untuk meningkatkan pangsa pasarnya dan meningkatkan hambatan bagi yang hendak memasuki pasarnya. Jadi, diversifikasi dapat menghasilkan secara simultan keuntungan atau kerugian. Dalam kebijakan persaingan di Inggris, suatu pengajuan PENGGABUNGAN PENGAMBILALIHAN (MERGER/TAKEOVER) antara dua perusahaan, yang memasok barang yang tidak berkaitan, yang meliputi aktiva melebihi £30 juta dapat dilaporkan kepada KOMISI PENGGABUNGAN DAN PENGAMBILALIHAN (.MONOPOLIES AND MERGER COMMISION) untuk menentukan apakah pengoperasiannya bertentangan dengan kepentingan umum. Lihat OFFICE OF FAIR TRADING, ATRTICAL INTEGRATION, HORIZONTAL INTEGRATION, TRANSFER PRICING.

PENGERTIAN DIVERSIFIKASI ATAU INTEGRASI KONGLOMERAT | ok-review | 4.5