PENGERTIAN DIKTATOR

By On Friday, February 21st, 2014 Categories : Antropologi

Pemegang suatu bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh seorang atau sekelompok kecil orang yang mempunyai kekuasaan mutlak (absolut), dan bahkan tidak dibatasi sedikit pun oleh konstitusi. Kata “diktator” berasal dari bahasa Latin dictator yang berarti seorang pemimpin yang diberi kekuasaan besar dalam kurun waktu tertentu karena keadaan darurat. Tetapi sejak jaman Kekaisaran Romawi, pengertian itu berubah. Sejak itu esensi utama diktator adalah kekuasaan, sedangkan makna keoaruratannya diabaikan begitu saja.
Beberapa alasan mengenai munculnya pemerintahan diktator, antara lain: (1) Sejumlah penguasa percaya dan yakin bahwa diktator merupakan satu-satunya cara untuk mempertahankan atau memperkokoh kekuasaan demi terpeliharanya stabilitas nasional; (2) Pemerintahan diktator diciptakan untuk menggantikan pemerintahan yang dinilai tidak mampu menyelamatkan negara dari keadaan darurat ataupun dari ancaman keamanan. Sebagai contoh, pada tahun 1922 Mussolini (pemimpin Partai Fasis Italia) diberi kekuasaan oleh Raja Italia untuk menghadapi gerakan kaum Bolshevik, anarki, dan gejolak industrial; (3) Kediktatoran muncul dari tokoh ambisius yang merasa mampu membangun kejayaan dan kebesaran bangsa dan negara. Kekuasaan ini biasanya didapat melalui suatu perebutan kekuasaan (kudeta) pada saat negara dalam keadaan genting. Napoleon dan Hitler memperkokoh kekuasaannya melalui cara-cara seperti itu; (4) Pemerintahan diktator juga dapat lahir untuk menutupi ketidakmampuan pemerintah mengelola negara atau mengatasi korupsi, gejolak sosial, kesulitan k uangan, atau karena memudarnya kepercayaan rakyat terhadap keabsahan kewenangan dan lembaga tradisional; (5) Beberapa pemerintahan diktator menyatakan diri atas kehendak mulia. Di Jepang, misalnya, kaisar dipandang sebagai keturunan Dewa Matahari untuk kebaikan dan kemakmuran rakyat Jepang; (6) Pemerintah diktator sering pula muncul sebagai hasil kesimpangsiuran keadaan negara, dari kekacauan yang disebabkan oleh perang atau krisis militer yang tidak dapat diatasi oleh kekuatan militer yang ada, atau dari kemenangan dalam suatu peperangan. Hal ini diperlihatkan pada jaman Israel kuno dan dimanfaatkan oleh para tiran Yunani, komandan-komandan perang Napoleon, pemimpin-pemimpin Amerika Latin, dan para diktator saat itu untuk mengendalikan kekuasaan; (7) Kediktatoran juga dapat dirancang untuk mengawali usaha perubahan dan modernisasi besar-besaran. Pemimpin Turki, Kemal Ataturk mengubah Turki menjadi negara sekular yang memberlakukan hukum sipil, menyelenggarakan sistem pendidikan bebas, dan melarang poligami melalui cara ini; (8) Pemerintahan diktator dapat juga diciptakan untuk menghadapi kelompok pembaharu, kaum revolusioner, atau kelompok pembangkang. Hal ini, misalnya, terjadi di Inggris pada masa pemerintahan Oliver Cromwell atau di Perancis selama periode awal Revolusi Perancis.
Para diktator biasanya mengurangi sedikit demi sedikit kekuasaan atau kewenangan lembaga politik kenegaraan, khususnya dewan perwakilan dan lembaga pengadilan. Kebebasan warga negara dibatasi secara ketat berdasarkan konstitusi dan peraturan perundangan lainnya. Kritik kepada pemerintah atau upaya untuk menjatuhkan wibawa pemerintah diawasi secara ketat melalui tindakan penyensoran.
Banyak diktator menggunakan agama atau mitos untuk memperoleh dukungan atau untuk mengabsahkan kekuasaannya. Media komunikasi, pertemuan massal, dan musik serta drama dimanfaatkan untuk sarana indoktrinasi. Kediktatoran modern memanfaatkan organisasi pemuda yang dilibatkan dalam proses propaganda.
Ada pemerintahan diktator yang memerintah hanya dengan paksaan. Beberapa cara lainnya adalah: dengan aklamasi untuk mendapatkan persetujuan atau dukungan rakyat, seperti yang dilakukan pemerintah Verona; dengan plebisit, seperti yang dilakukan Napoleon dan Hitler; dengan pemilihan umum. Kebanyakan pemerintahan diktator berusaha mengacaukan perhatian rakyat dengan cara menyelenggarakan upacara resmi secara besar-besaran, memerintahkan kerja massal, atau menciptakan musuh asing untuk sekedar membangkitkan rasa kebangsaan rakyat.
Tetapi pemerintahan diktator mempunyai satu masalah besar yang tampaknya tidak akan pernah dapat diselesaikan, yaitu kesulitan memperoleh penerus atau pengganti. Masalah ini hampir tidak dihadapi oleh pemerintahan demokrasi. Sejarah telah membuktikan bahwa pemerintahan diktator tidak pernah berhasil melangsungkan suksesi kepemimpinan secara damai, tanpa gejolak dan pertumpahan darah.
Pemerintahan diktator modern dapat dipilah-pilah dalam bermacam jenis. Salah satu cara mudah untuk mengidentifikasikannya adalah dengan membeda-bedakan antara kediktatoran otoriter tradisional, pemerintah-pemerintah Amerika Latin, rezim-rezim totaliter, diktator militer, demokrasi terpimpin, dan diktator pembaharuan.

PENGERTIAN DIKTATOR | ok-review | 4.5