PENGERTIAN DETASEMEN 81 KOPASSUS TNI-AD

By On Thursday, February 20th, 2014 Categories : Antropologi

Suatu detasemen khusus antiterorisme dalam Komando Pasukan Khusus TNI-AD. Personel detasemen ini diseleksi dari personel Kopassus TNI-AD. Adanya Detasemen 81 untuk pertama kalinya di¬ketahui khalayak Indonesia sendiri, dan dunia, pada 31 Maret dan 1 April 1981. Pada waktu itu, sekitar 20 orang personel detasemen tersebut berhasil mengakhiri pembajakan atas pesawat Garuda Woyla di Bandar Udara Don Muang, Bangkok, Thailand, dan menyelamatkan para sandera.
Dapat dipastikan bahwa latihan-latihan personel bagi penyusunan detasemen itu telah dilakukan sebelumnya. Jumlah personel yang terlibat dalam operasi pembebasan itu sukar dipastikan, sebab baik media massa Indonesia maupun asing yang meliput kasus itu mencatat jumlah yang satu sama lain berbeda.
Seperti satuan antiterorisme di negara lain, Detasemen 81 Kopassus Baret Merah TNI-AD juga berada dalam kerahasiaan. Pembajakan Woyla merupakan publikasi pertama detasemen ini. Seluruh personel detasemen yang bertugas di operasi ini mendapat kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat. Calon Perwira Ahmad Kirang, yang menerjang masuk pertama kali dari pintu belakang pesawat, berhasil menembak mati seorang pembajak, tetapi tertembak dan kemudian gugur (di rumah sakit). Ia memperoleh kenaikan dua tingkat menjadi Letnan Satu Anumerta. Komandannya, Letnan Kolonel Sintong Panjaitan, juga mendapat kenaikan setingkat, menjadi Kolonel.
Operasi pembebasan pembajakan merupakan aksi yang terbilang berisiko sangat tinggi. Kajian RA.ND Corporation tahun 1977 menyimpulkan bahwa dari 77 kasus penyanderaan dalam kurun waktu tahun 1968-1975, di saat serbuan satuan antiterorisme jatuh korban sandera pada 61 kasus. Korban tertinggi terjadi pada tahun 1985, di luar kurun pengamatan studi tersebut. Dalam pembajakan waktu itu, 60 dari 98 sandera tewas pada saat pembebasan pesawat Mesir oleh Unit Komando Tentara Mesir sendiri, di Valetta Malta.
Pembebasan oleh Detasemen 81 pada peristiwa Woyla tak menjatuhkan korban sandera. Pilot Herman Rante ditembak sesaat sebelum personel pertama detasemen itu menyerbu masuk. Keberhasilan Detasemen 81 tersebut menarik respek dunia terhadap satuan ini pada khususnya.

PENGERTIAN DETASEMEN 81 KOPASSUS TNI-AD | ok-review | 4.5