PENGERTIAN DERMATOGLIFI

By On Thursday, February 20th, 2014 Categories : Kesehatan

Wujud kulit di telapak tangan dan tapak kaki manusia yang berbeda dengan kulit bagian badan lain. Di sini kulit lebih tebal dan beralur serta berigi. Adanya alur dan rigi menyebabkan tangan dapat menggenggam dengan kuat dan kaki tak mudah tergelincir. Kulit macam ini terdapat pula pada semua primata, bahkan bentuk yang lebih sederhana terdapat pada beberapa insektivora (pemakan serangga). Pada primata yang dapat bergantung dengan ekornya, terdapat pula dermatoglifi pada ekor.
Dermatoglifi dibentuk bersama dengan pembentukan tangan, kaki, dan jari. Pada umur enam bulan dalam kandungan, pembentukannya sudah sempurna dan konfigurasinya tidak berubah seumur hidup. Kulit di daerah ini berwarna lebih muda daripada bagian kulit lain, tidak ditumbuhi bulu dan tidak mempunyai kelenjar minyak {glandula sebacea). Akhiran saraf tersebar rapat, maka telapak tangan dan kaki sangat peka. Pada rigi bermuara kelenjar keringat. Karena itu, bila tangan memegang sesuatu, dari kelenjar ini keluar cairan yang menempel pada benda itu, sehingga gambaran rigi tercetak padanya. Gambaran rigi dapat sengaja dicetak dengan tinta dermatoglifi pada cetakan yang baik, dan rigi akan tercetak hitam dengan memperlihatkan pula muara kelenjar keringat. Hasil cetakan yang diperoleh adalah bayangan terbalik dermatoglifi.
Pengamatan cermat pada cetak dermatoglifi dengan dibantu kaca pembesar menghasilkan berbagai variasi yang meliputi besar rigi, jumlah, panjang, percabangan, dan arah rigi. Besar rigi dapat berbeda-beda pada satu jari; rigi yang sebenarnya adalah rigi dengan kelenjar keringat, sedangkan rigi tanpa kelenjar keringat, yang biasanya tipis, disebut rigi palsu.
Panjang rigi bermacam-macam. Rigi dengan satu muara kelenjar keringat disebut pulau, rigi dengan beberapa muara kelenjar keringat disebut rigi pendek, dan selebihnya disebut rigi biasa. Percabangan menjadi dua disebut bifurkasi, dan percabangan jadi tiga disebut triradius, yang ketiga radiannya, ladian tepi (marginal), radian jauh {distal), dan radian dekat {proximal), membentuk rangka pola dasar sidik jari.
Rigi yang lurus sejajar disebut medan terbuka tanpa pola, rigi yang melengkung sejajar disebut busur (arcus), rigi yang berbalik arah disebut jerat (sinus), rigi yang melingkar disebut pusar {vortex), dan rigi sejajar yang saling berpapasan melintang disebut $estige. Pada pola sinus dan vortex terdapat rigi yang terletak di tengah pola dan disebut inti. Antara iriradius dan inti rigi dilakukan perhitungan untuk mendapat jumlah rigi. Jumlah rigi 10 jari disebut jumlah rigi jari total.
Dermatoglifi dipakai untuk identifikasi pribadi karena tak ada dua orang yang sama pola dermatoglifi- nya, dan pola ini tidak berubah seumur hidup. Untuk identifikasi populasi atau ras dihitung frekuensi distribusi pola dasar, yang disusun dalam diagram triaksial, segi tiga Leschi serta indeks Cummins, Dank- meijer, dan Furuhata. Ciri tertentu dalam dermatoglifi dapat dipakai untuk deteksi kelainan genetis.
Dermatoglifi pada jari disebut sidik jari. Pada ruas ujung jari terdapat pola dasar arcus, sinus, dan vortex. Pada ruas pangkal dan tengah jari 80 persen tidak berpola, 20 persen berpola khusus, yaitu sudut, ombak, dan busur atau kombinasinya.
Dermatoglifi pada telapak tangan disebut sidik telapak. Telapak tangan dibagi jadi tiga daerah (area), yaitu interdigital (I, II, 111, d?.n IV), tenar, dan hipotenar. Keliling telapak dibagi menjadi 13 daerah formulasi garis utama. Garis utama adalah radian dekat yang berasal dari triradius digital dan radian jauh dari triradius aksial.
Dermatoglifi pada tapak kaki disebut sidik tapak. Tapak kaki dibagi atas area interdigital (I, II, III, dan IV), halukal atau tenar jauh, tenar dekat, hipotenar jauh, hipotenar dekat, dan kalkar. Keliling tapak dibagi menjadi 14 daerah formulasi. Pola dasar dijumpai pula pada sidik tapak.

PENGERTIAN DERMATOGLIFI | ok-review | 4.5