PENGERTIAN DEPRIVASI SOSIAL

By On Thursday, February 20th, 2014 Categories : Antropologi

Suatu keadaan tidak diperolehnya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial oleh individu, sehingga ia merasa tersisih dari masyarakatnya. Manusia adalah makhluk sosial dan ia mempunyai berbagai macam kebutuhan sosial. Salah satu kebutuhan sosial yang mendasar adalah adanya kontak dan hubungan akrab dengan orang lain.
Faktor geografis, keadaan lingkungan, fisik dan sosial ekonomi seseorang bisa membuat ia terisolasi. Isolasi yang terjadi tidak selalu berupa isolasi fisik, meskipun isolasi fisik lebih memungkinkan individu mengalami isolasi sosial-psikologis. Keadaan terisolasi ini akan membuat individu menderita deprivasi sosial, tidak mempunyai kontak dan hubungan dengan orang lain.
Deprivasi sosial mempunyai dampak merugikan manusia pada semua tingkat usia. Seorang anak yang mengalami deprivasi sosial dalam jangka waktu yang agak panjang bisa terganggu perkembangannya, tidak saja perkembangan sosial dan emosionalnya, tetapi juga perkembangan mental dan bahkan perkembangan fisiknya. Yang paling besar kemungkinannya terkena deprivasi sosial adalah orang lanjut usia. Keadaan fisik yang telah jauh menurun, kadang-kadang disertai pula oleh kesulitan ekonomis, sikap tidak simpatik dan tidak “sempat” dari lingkungan, dapat meningkatkan keadaan terisolasi orang usia lanjut. Deprivasi sosial yang diakibatkannya akan menimbulkan perasaan-perasaan bahwa dirinya tidak dianggap lagi, bahwa dirinya ditolak oleh lingkungan, bahwa dirinya tidak berarti lagi. Dia akan dilanda rasa sangat kesepian, sedih, murung, yang semuanya memberi dampak terhadap keadaan fisiknya. Dalam keadaan seperti itu, tinggal di suatu panti wreda akan lebih baik bagi sang usia lanjut. Di panti tersebut kontak dengan teman-teman sebaya masih bisa dinikmatinya.
Sosiologi mengenal apa yang disebut “deprivasi relatif”, yaitu deprivasi yang tidak diukur menurut ukuran-ukuran objektif melainkan menurut perbandingannya dengan golongan lain yang lebih tinggi. Misalnya, seorang jutawan merasa relatif rendah dan merasa tidak beruntung dibandingkan dengan teman-temannya yang multi-jutawan, dan ia merasa tersisih dari teman-temannya itu. Seorang anak yang gagal naik kelas, sementara semua temannya berhasil, dapat merasa tersisih dari kelompoknya. Istilah “depri- va i relatif” ini pertama kali diperkenalkan oleh Stouffer dalam bukunya The American Soldier, 1950.

PENGERTIAN DEPRIVASI SOSIAL | ok-review | 4.5