PENGERTIAN DEMOKRASI INDUSTRI

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Antropologi

Demokrasi industri mungkin paling tepat dipahami sebagai sebuah istilah generik bagi penerapan kekuasaan oleh para pekerja atau perwakilan mereka terhadap keputusan-keputusan di tempat kerja mereka, berpasangan dengan pusat dan distribusi kekuasaan di tempat kerja. Debat-debat yang mendasar di sini berkenaan dengan karakteristik-karakteristik yang tepat dari sebuah organisasi partisipatori, teori asal-usul gerakan ini dan kondisi-kondisi yang menjamin tercapainya hasil-hasil yang efektif dalam perusahaan. Demokrasi industri telah menarik minat para politisi dan ilmuwan, dan telah menjadi bagian dari sejumlah program legislatif untuk mereformasi hubungan-hubungan industri (perusahaan-pekerja). Skema klasifikasi demokrasi industri memiliki beberapa bentuk: ada yang memakai penggolongan lokasi geografis, ada yang melihat agen pencetusnya  atau ideologi yang mendasari, atau perangkat-perangkat struktur internalnya. Tipe yang utama adalah yang diurus oleh para pekerja sendiri (di mana pekerja berpartisipasi secara substansial dalam badan-badan pengambilan keputusan dan memiliki hak milik atau hak untuk menggunakan aset-aset perusahaan); partisipasi serikat buruh atau perwakilan pekerja dalam organ-organ manajemen (misalnya penentuan keputusan bersama atau adanya jabatan direktur yang mewakili para pekerja); aksi serikat pekerja (termasuk tipe-tipe disjungtif yang didasarkan pada konsep-konsep konflik kepentingan dan praktek integratif atau harmonis); eksperimen-eksperimen shop floor seperti program-program pengayaan pekerjaan dan kualitas masa kerja). Para pendukung dari apa yang disebut seba-gai pendekatan evolusioner dan siklus secara teoretis berada pada posisi yang ganjil. Mazhab evolusioner itu berpendapat bahwa gerakan-gerakan struktural dalam masyarakat modern (khususnya perkembangan teknologi dan pertumbuhan peran-peran yang kompleks dan saling berkaitan dalam industri modern) telah mengubah nilai-nilai (termasuk meningkatnya perhatian pada keadilan sosial) dan redistribusi kekuasaan untuk membantu masyarakat pekerja dan keluarga mereka yang kemudian mengarah pada perubahan prosedur-prosedur institusional berjangka panjang, dan pada akhirnya dimaksudkan untuk menciptakan demokrasi industri. Bukti yang mendukung pandangan ini adalah kian meningkatnya minat di negara-negara berkembang kepada skema-skema semacam ini. Sementara itu, penganut teori siklus berpendirian bahwa gelombang kemajuan institusional telah diikuti oleh penurunan atau peluruhan, yang kemudian disusul oleh berkembangnya bentuk-bentuk partisipasi yang paling mendasar, yang sebelumnya telah berjalan baik. Belakangan muncul pula pendekatan komparatif yang berfokus pada kemiripan-kemiripan dan perbedaan dari proses tersebut. Pandangan-pandangan mengenai hasil-hasil aktualnya juga beraneka ragam, namun riset-riset yang ada menunjukkan bahwa perusahaan yang relatif demokratis membutuhkan sistem perwakilan formal yang elaboratif dan integratif, yang mencakup sekian level (seperti pekerja lantai bawah atau petugas kamar).
Perusahaan seperti itu biasanya telah membuat aturan-aturan partisipasi secara hati-hati yang kemudian menjadi pedoman keterlibatan pekerja dalam pengambilan keputusan atas sejumlah besar persoalan, dan dengan perwakilan yang memiliki kekuatan efektif. Perusahaan semacam itu menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dan serikat pekerjanya pun sangat aktif dan biasa bersuara dalam berbagai soal penting seperti pengangkatan pengawas untuk pekerja anak-anak dan wanita. Kendati peluang keterlibatan individu lebih besar dalam bisnis kecil, distribusi yang relatif lebih egaliter umumnya justru ditemukan dalam perusahaan-perusaahan besar. Dan terakhir, gaya kepemimpinan yang demokratis tampaknya akan berkorelasi positif dengan sikap positif terhadap pekerjaan dan perasaan terlibat di pihak tenaga kerja, dan ini terjadi di negara mana pun.

PENGERTIAN DEMOKRASI INDUSTRI | ok-review | 4.5