PENGERTIAN DARMA BAKTI

By On Tuesday, February 18th, 2014 Categories : Antropologi

Suatu paguyuban yang didirikan tahun 1955 di Bareng, Malang. Ajaran yang dianut diperoleh Romo Sidik pada tahun 1914 dan mulai disebarluaskan pada tahun 1920. Setelah Romo Sidik meninggal, ajaran diteruskan oleh Karso Widjojo Muljo sebagai Pinisepuh/Pambuka Penerus I dan Tunggal. Perkumpulan baru terbentuk pada tahun 1955 dengan nama “Himpunan Dharma Bhakti Warga Suksma Sejati”. Setelah meninggalnya Pinisepuh atau Pambuka Penerus I, diangkatlah Soeratiningsih (istri aim. Karso Widjojo Muljo) sebagai Pinisepuh atau Pambuka Penerus II. Anggaran Dasar Paguyuban Darma Bakti disusun dan ditetapkan tahun 1986 oleh Musyawarah Kerja Pusat yang diketuai oleh Soewadi.
Ajaran Paguyuban Darma Bakti dapat dikembalikan pada intinya, yaitu pengertian Sangkan Paraning Dumadi yang terbagi menjadi delapan bab: (1) Sangkan paraning dumadi – Tuhan Yang Maha Esa. (2) Utusaning dumadi – Sang Hidup. (3) Putusaning dumadi – kodrat. (4) Lelantaraning dumadi – bapak dan ibu. (5) Panggula wentahing dumadi -pemeliharaan, pembinaan dan pendidikan. (6) Pakartining dumadi – sikap, tingkah laku, tutur kata dan perbuatan. (7) Pikolehing dumadi – hasil perbuatan. (8) Pungkasa- ning dumadi – persiapan kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pengabdian Darma Bakti untuk Nusa dan Bangsa berlangsung sejak jaman penjajahan karena Romo Sidik merupakan salah seorang aktivis pergerakan kemerdekaan. Di jaman penjajahan Jepang beberapa anggota PETA mengikuti ajaran Darma Bakti, misalnya Soepriyadi.
Pokok ajaran Darma Bakti meliputi hal-hal berikut:
(1) Ajaran bukan sekedar ucapan dan bukan pula cerita sebab semua itu masih memerlukan pembuktian;
(2) Mencari Guru yang tanpa cacat dan cela, itulah Tuhan dan Hidup; (3) Ajaran bukan olah pikir dan bukan sekedar olah rasa melainkan kemanungggalan dengan Sang Hidup sebagai sarana untuk menembus jalan menuju Tuhan Yang Maha Esa; (4) Ilmu itu ditemukan dengan laku sedang laku itu meliputi: sikap, tutur kata, tingkah laku dan perbuatan; hal-hal yang menyangkut seluruh pekerti pribadi manusia; dan (5) Karena tuntutan itu suci, yang dapat menerima tuntutan itu mereka yang memiliki sifat suci.
Darma Bakti diamalkan dalam tata kehidupan dengan mengutamakan persatuan, kesatuan dan kerukunan; melaksanakan gotong royong; memberikan pertolongan, khususnya penyembuhan atau pengobatan; melakukan permohonan bersama pada hari-hari kebaktian atau sarasehan; mendidik dan membina keluarga bahagia dan sejahtera; berpola hidup sederhana; melaksanakan Pancasila dan P4.

PENGERTIAN DARMA BAKTI | ok-review | 4.5