PENGERTIAN DAN JENIS KAMERA

By On Thursday, April 10th, 2014 Categories : Review, Teknologi

PENGERTIAN DAN JENIS KAMERA – Dalam fotografi, suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik.
Dikenal banyak jenis kamera potret. Tiap kamera mempunyai empat bagian dasar: (1) kotak yang kedap cahaya, (2) sistem lensa, (3) pemetik potret {shutter), dan (4) pemegang film. Ketika kamera itu digunakan untuk memotret suatu objek, pemetik potret akan ter­buka dan berkas cahaya dari objek masuk ke dalam kamera lewat sistem lensa; sistem lensa ini akan me­musatkan berkas ke suatu film yang peka cahaya, dan di situ terbentuk bayangan yang masih tersembunyi. Setelah film dicuci (dikembangkan), akan diperoleh bayangan negatif atau positif. Lihat Film, Potret.
Sistem Lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam. Kemampuan sistem lensa ini mengumpulkan berkas cahaya dinyatakan dengan angka-f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka- /ini, makin tinggi kemampuannya. Maka dikenal len­sa cepat dan lensa lambat. Bukaan relatif itu diatur oleh suatu diafragma. Lensa disebut menurut bukaan maksimumnya. Misalnya lensa f/4 dilengkapi dengan diafragma yang dapat membuka menurut beberapa cara, yaitu//22 (lubang terkecil),//16,//11,//8,//5,6, dan//4 (lubang terbesar). Bila diperhatikan diameter lubang sekitar 1,4 kali diameter lubang sebelumnya. Lubang terkecil memerlukan cahaya yang lebih te­rang, tetapi juga akan menghasilkan gambar dengan kedalaman yang paling baik.
Di samping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut- lebar, lensa telefoto, dan lensa zoom. Lensa sudut-le- bar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu juga bergantung pada lebar film yang digunakan. Lensa telefoto sebaliknya mempunyai jarak fokus yang lebih besar daripada len­sa biasa. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut-lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto. Lensa zoom da­pat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa itu. Jangka peru­bahan adalah dari 1 ke 2 atau 3 (misalnya 35—85 mi­limeter untuk lensa 35 milimeter).
Pemetik Potret dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan pemetik potret mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama singkapan. Awam sering me­nyebut kemampuan atau kualitas kamera dengan me­nyatakan kecepatan (speed) kamera; yang dimaksud­kan ialah kecepatan tertinggi pemetik potret ini, misalnya l/50G»detik. Waktu ini ialah singkatnya pe­metik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film.
Bagian Lain sebuah kamera, antara lain, meka­nisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek; mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film; pencari jangkauan pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan; fotometer untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan/atau besarnya bukaan, agar ba­nyaknya cahaya yang mengenai film tepat cukup sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
Jenis Kamera.
Tak ada jenis kamera yang dapat memenuhi semua maksud memotret. Oleh karena itu dikenal berbagai jenis kamera: kamera boks dan lipat, kamera 35 milimeter, refleks lensa-kembar, refleks lensa-tunggal, kamera instamatik.
Kamera 35 milimeter mendekati kamera ideal da­lam hal keserbagunaan dan kecepatan memotret, ka­rena kamera ini kecil, kompak, dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu da­pat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bah­kan kadang lebih.
Kamera refleks memiliki cermin datar dengan si­kap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga yang akan jatuh pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.
Kamera instamatik. Istilah instamatik adalah dimi­likinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukuran pengukur cahaya (light meter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan peme­tik potret secara automatik telah diatur. Di samping itu kamera jenis ini memakai film kemas (cartridge), sehingga si pemotret tak perlu memasangkan suatu gulungan film ke dalam kamera.
Kamera Bioskop. Sehelai film bioskop terdiri dari sederetan kerangka gambar diam. Ketika dibuat, gu­lungan film bioskop ini diputar terhenti-henti ke da­lam kamera. Tiap kali film berhenti, sebuah kerangka berada tepat di belakang lensa, dan kamera dipotret­kan, gulungan maju lagi kemudian berhenti pada kerangka berikutnya. Untuk film bisu kecepatan film adalah 18 kerangka per detik, sedangkan untuk film bicara, 24 kerangka per detik. Kamera televisi untuk gambar gerak adalah gabungan kamera bioskop dan peranti elektronik tersebut. Lihat Televisi.
Menurut lebar pita film yang digunakan, dikenal kamera 8, 16, dan 35 milimeter. Untuk lebar pita film 8 milimeter, dikenal kamera biasa, kamera super dan kamera tunggal (single). Kamera super dan tunggal mempunyai ukuran kerangka yang kira-kira 35 persen lebih luas daripada kamera 8 milimeter biasa. Beda antara super dan tunggal terletak pada tebalnya film.

PENGERTIAN DAN JENIS KAMERA | ok-review | 4.5