PENGERTIAN DAN FUNGSI KONSUMSI

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Ekonomi

Fungsi konsumsi mengekspresikan ketergantungan fungsional konsumsi terhadap berbagai variabel yang mempengaruhi tingkat pembelanjaan konsumsi individu seperti pendapatan, kekayaan dan suku bunga. Fungsi konsumsi itu merupakan inovasi penting dalam teori ekonomi yang untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh J.M. Keynes dalam General Theory of Employment, Interest and Money (1936). Konsep tersebut dikemukakan untuk mengimbangi pandangan klasik ortodoks yang manyatakan bahwa suku bunga mampu menyeimbangkan tabungan dan investasi pada tingkat pendapatan full employment. Keynes berpendapat bahwa tabungan, sebagai fungsi pendapatan, sesungguhnya berdiri sendiri sehingga fungsi tabungan harus dipisahkan dari fungsi investasi. Selanjutnya ia menujukkan bahwa kalau rencana investasi lebih rendah dari rencana tabungan pada tingkat pendapatan full employment, akan timbul kecenderungan kemerosotan tingkat pendapatan (bukan suku bunga) tingkat tabungan dan investasi yang sama besarnya melalui proses penggandaan pendapatan yang bersikap resiprokal terhadap kecenderungan marginal tabungan. Melalui fungsi konsumsi, Keynes menunjukkan kemungkinan tercapainya kondisi ekuilibrium oleh suatu perekonomian pada suatu tingkat di bawah tingkat full employment.
Ini merupakan bagian dan revolusi Keynes yang meng¬goyahkan gagasan akan adanya kekuatan-kekuatan makroekonomi yang dapat berfungsi secara otomatis dan menjamin setiap perekonomian mencapai tingkat full employment dalam jangka panjang. Inilah sesungguhnya arti penting teoritis dari konsepsi fungsi konsumsi. Minat praktis terhadap fungsi konsumsi erat kaitannya dengan minat untuk memahami hubungan antara konsumsi dan pendapatan. Keynes nampaknya mengisyaratkan bahwa fungsi konsumsi dalam jangka panjang tidak proporsional sehingga ketika masyarakat menjadi semakin kaya, proporsi kekayaan yang mereka belanjakan untuk konsumsi akan semakin kecil sehingga akan semakin banyak proporsi pendapatan yang akan ditabung atau diinvestasikan, dan hal itu memang langkah yang memang harus dilakukan agar perekonomian yang bersangkutan tidak mengalami stagnasi. Pemikiran ini merupakan terobosan yang melenyapkan kakhawatiran bahwa perekonomian yang sudah matang tidak akan dapat berkembang lagi, akibat habisnya peluang-peluang investasi yang menguntungkan. Data-data internasional menunjukkan suatu pola yang menarik Rasio tabungan ternyata memang meningkat seiring dengan peningkatan pembangunan namun dalam persentasi yang lebih rendah, dan akhirnya konstan atau matang pada proporsi 25 persen dari pendapatan nasional. Tulisan-tulisan yang mencoba untuk menjelaskan hal itu sudah sangat banyak. Sebagian pengamat mengatakan bahwa tabungan hanya akan bertambah selama hal itu dianggap penting. James Duesenberry mengembangkan hipotesis pendapatan relatif yang memprediksikan bahwa rasio tabungan-pendapatan tidak akan berubah selama distribusi pendapatan personal juga tidak berubah. Ando dan Modigliani (1963) mengembangkan hipotesis hidup tabungan yang memprediksikan bahwa rasio tabungan akan konstan kalau tingkat pertambahan penduduk dan pendapatan per kapita juga konstan. Sementara itu Milton Friedman (1957) merumuskan hipotesis permanen yang menyatakan bahwa individu-individu cenderung mempertahankan hubungan yang konstan antara tingkat komsumsidengan pendapatannya. Artinya, besar-kecilnya konsumsi mereka akan senantiasa disesuaikan dengan kekayaan yang mereka miliki. Segenap hipotesis itu saling berhubungan dan sulit untuk dipahami secara terpisah. Ketika suatu masyarakat mulai berkembang, pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan mula-mula akan melebar lalu menyempit dan akhirnya stabil. Pola inilah yang diyakini dapat menjelaskan perilaku tabungan dari waktu ke waktu. Faktor-faktor lainnya yang nampaknya juga berperan penting adalah peningkatan monetisasi (penggunaan uang) dari suatu perekonomian yang selanjutnya akan memperkecil dampak susutnya peluang investasi. Namun dalam kenyataannya penyusutan peluang investasi yang menguntungkan itu tidak pemah terjadi.

PENGERTIAN DAN FUNGSI KONSUMSI | ok-review | 4.5