PENGERTIAN CENTRE FOR STRATEGIC AND INTERNATIONAL STUDIES

By On Thursday, November 21st, 2013 Categories : Antropologi

CENTRE FOR STRATEGIC AND INTERNATIONAL STUDIES sebuah lembaga riset swasta yang bersifat nirlaba dan didirikan pada tanggal 1 September 1971. Sebelum lembaga ini resmi didirikan, kegiatan- kegiatan informalnya telah dilakukan sejak tahun 1968 oleh dua kelompok sarjana Indonesia berusia muda. Kelompok ini melihat bahwa pengkajian masalah-masalah strategi dan hubungan internasional di Indonesia belum mendapat perhatian secukupnya. Kelompok pertama terdiri atas sarjana-sarjana yang berada di Jakarta dan bekerja dalam berbagai bidang kegiatan. Kelompok kedua terdiri atas mahasiswa tingkat sarjana dan pasca sarjana yang belajar di berbagai universitas di luar negeri, khususnya Eropa Barat. Akibat tumbuhnya hubungan akademis dan hubungan pribadi antara kedua kelompok ini, berkembanglah gagasan untuk mendirikan CSIS, yang sering disebut Centre saja. Atas dukungan penuh dari almarhum Bapak Soedjono Hoemardani, dan dengan dibentuknya Yayasan Proklamasi dalam bulan Juli 1971, maka pada kuartal terakhir tahun 1971 gagasan di atas dapat direalisasi. Tujuan utama Centre adalah menyelenggarakan pengkajian yang berorientasi pada kebijaksanaan (policy oriented studies), baik dalam masalah-masalah internasional secara khusus maupun masalah-masalah domestik. Selain staf analis tetap, CSIS juga mengikutsertakan sejumlah konsultan dan koresponden dari kalangan akademis, pemuda mahasiswa, wartawan, kalangan industri, keuangan, perdagangan dan buruh, juga dari partai-partai politik dan badan-badan hukum. Dengan cara ini, Centre berusaha membuka peluang bagi berkembangnya studi-studi yang bersifat indisipliner dan menghimpun keanekaragaman pandangan intelektual dalam suasana teratur, namun dengan semangat yang bebas.
Pada asasnya, Centre tidak menampilkan sikap resmi atau rekomendasi-rekomendasi atas namanya sebagai lembaga. Laporan-laporan studi dan analisis- analisis yang diterbitkan adalah atas nama pribadi penulisnya. Centre sendiri hanya bertanggung jawab atas mutu dan objektivitas analisis yang dihasilkannya. Karyawan Centre terdiri atas tenaga profesional (staf analis tetap) yang dibantu oleh tenaga administratif dengan perbandingan jumlah yang hampir sama. Untuk menunjang kegiatan studinya, Centre mempunyai perpustakaan, termasuk perpustakaan khusus tentang Jepang, dan beberapa prasarana akademis lainnya yang dapat digunakan juga oleh umum. Sebagian terbesar hasil kegiatan studi di CSIS di-sebarluaskan dalam berbagai bentuk penerbitan, yaitu buku, monograf, laporan studi, dan terbitan-terbitan berkala, seperti Analisa (bulanan) yang terbit sejak tahun 1971 dan The Indonesian Quarterly yang ter it sejak tahun 1973. Sejak tahun 1980, Centre meng¬akhiri penerbitan berjudul Ringkasan Peristiwa (dwi- pekan) yang diterbitkan sejak tahun 1971. Sebagai penggantinya, Centre menerbitkan Dokumentasi berdasarkan bahan-bahan kliping mengenai masalah-masalah khusus.
Selain kegiatan studi yang dihasilkan dalam bentuk tertulis, Centre juga berusaha memberikan sumbangan dalam rangka meningkatkan taraf diskusi-diskusi umum dan profesional mengenai berbagai masalah melalui seminar, konferensi, dan ceramah, baik secara nasional maupun internasional. Berbagai seminar diselenggarakan dalam kerja sama dengan lembaga-lembaga sejenis di beberapa negara. CSIS tidak merupakan suatu lembaga pendidikan formal. Tetapi untuk meningkatkan mutu akademis staf analisnya, Centre melakukan on-the-job training untuk anggota staf junior yang setiap tahunnya diterima di Centre. Dalam rangka meningkatkan mutu anggota stafnya, Centre juga menyediakan dan mencarikan beasiswa bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan di dalam dan di luar negeri. Staf senior juga memberikan bantuan dan bimbingan kepada mahasiswa-mahasiswa dalam penulisan skripsi mereka, khususnya yang berhubungan dengan masalah-masalah strategi dan hubungan internasional. Secara teratur, beberapa staf Centre juga memberikan kuliah tamu pada beberapa universitas di Indonesia maupun di luar negeri dan pada kursus-kursus reguler yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pemerintahan.
Sejak Juli 1981 telah diterbitkan Nawala CSIS sebagai media kontak dan komunikasi antara CSIS dan berbagai kalangan di luar CSIS. Terbitan itu diharapkan memberikan informasi secara kontinyu (dua bulan sekali) mengenai kegiatan CSIS.
CSIS disponsori oleh Yayasan Proklamasi yang didirikan di Jakarta pada tanggal 12 Juli 1971. Yayasan ini dipimpin oleh Badan Pengurus Harian dan beranggotakan beberapa pribadi (termasuk almarhum J. Panglaykim). Dalam statuta notarial Yayasan Proklamasi ditetapkan bahwa usaha-usaha di bidang pengkajian dan yang berhubungan dengan itu diserahkan kepada CSIS. CSIS mempunyai kedudukan otonom dalam kegiatannya, antara lain: (a) mengadakan penelitian dan studi dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan; (b) mengadakan latihan-latihan, seminar-seminar, dan usaha-usaha pendidikan lainnya; (c) menyelenggarakan penerbitan secara berkala atau secara khusus; (d) mengadakan kerja sama dengan badan-badan serupa, baik nasional maupun internasional.
Wewenang untuk menentukan kebijaksanaan dan program Centre berada di tangan Dewan Direktur, yang dikepalai oleh Ketua Dewan Direktur dengan dibantu seorang Wakil Ketua Dewan Direktur. Penanggung jawab dalam penerapan berbagai kebijaksanaan dan pelaksanaan berbagai program yang telah digariskan oleh Dewan Direktur adalah Pimpinan Eksekutif. Pimpinan eksekutif diketuai oleh Direktur Eksekutif dan dalam pekerjaan sehari-hari dibantu oleh Direktur Studi dan Kepala Bagian Administrasi Kegiatan studi di CSIS umumnya dilakukan dalam rangka Departemen. Setiap Departemen menyusun program studi tahunan, baik atas saran Dewan Direktur, Pimpinan Eksekutif, keputusan rapat Departemen, maupun atas prakarsa anggota staf Departemen sendiri.
Dua puluh lima studi utama di CSIS adalah Afrika, Amerika Serikat, ASEAN, Asia-Pasifik, Asia Selatan dan Samudera Hindia, Asia Tenggara, Asia Timur, Aspek Internasional dari Energi, Bisnis Internasional, Ekonomi dan Keuangan Internasional, Ideologi, Kebudayaan, Indocina, Jepang, Kelembagaan Politik di Indonesia, Masalah-masalah Ekonomi dan Pembangunan, Masalah Lautan, Modal dan Lembaga Keuangan, Pasifik Selatan, Pendidikan, Pemerataan dan Pembangunan Desa, Pengembangan Sektor Swasta, Strategi dan Hubungan Internasional, Studi Masalah Energi Indonesia, dan Timur Tengah.
Selain kegiatan-kegiatan studi di atas, Centre juga menangani berbagai proyek studi di luar kegiatan departemen. Di antara kegiatan Centre ada yang bersifat jangka panjang, yang dilakukan atas saran Dewan Direktur, dan ada pula yang bersifat jangka menengah atau pendek, atas permintaan dari luar atau dalam rangka kerja sama dengan lembaga studi lainnya di dalam maupun di luar negeri. Sebagai contoh, Proyek Studi Energi merupakan salai; satu proyek studi jangka panjang yang dilakukan sejak tahun 1979. Proyek ini diawali dengan studi mengenai konsumsi energi oleh sektor rumah tangga, khususnya di pedesaan. Dalam rangka kegiatan studi ini juga diadakan kerja sama dengan berbagai lembaga di dalam maupun di luar negeri, secara formal maupun informal, misalnya dengan Departemen Pertambangan dan Energi Republik Indonesia (Direktorat Jenderal Ketenagaan), Pertamina, BPPT, dan Resources System Institute dari East West Centre (Honolulu). Proyek Studi Kerja Sama Ekonomi Antar-Negara-negara Berkembang (KENB) dan Kerja Sama Teknik Antar-Negara-negara Berkembang (KTNB) telah dilakukan atas permintaan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia (Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi dan Sosial Budaya Luar Negeri). Dalam rangka Proyek Studi ASEAN-Australia yang dikoordinasi Universitas Malaya (Kuala Lumpur), Centre juga mengerjakan studi mengenai kerja sama ASEAN dengan Australia dalam bidang manufaktur industri. Staf CSIS juga terlibat dalam proyek studi kerja sama mengenai Masyarakat Ekonomi Pasifik yang diselenggarakan oleh ESCAP (Bangkok).
Dalam rangka kegiatan studi, khususnya mengenai masalah-masalah internasional, Centre juga menyelenggarakan seminar-seminar internasional, baik bilateral maupun multilateral. Seminar dan konferensi yang diselenggarakan oleh CSIS tidak ditujukan untuk mengambil suatu keputusan atau merumuskan suatu kesimpulan, tetapi terutama dimaksudkan sebagai forum dialog untuk saling bertukar informasi, pendapat, dan pemikiran antara berbagai pihak yang berminat mempelajari suatu permasalahan. Dengan cara ini pula CSIS mengumpulkan bahan-bahan untuk menunjang kegiatan studinya dan untuk menetapkan prioritas permasalahan yang perlu dikaji.
Titik berat kegiatan seminar CSIS adalah seminar bilateral, yang diharapkan dapat membahas persoalan-persoalan yang dianggap penting. Persoalan tersebut antara lain menyangkut hubungan antara dua negara yang terlibat, serta perkembangan ekonomi, politik, dan militer pada tingkat regional dan internasional.
Melalui kegiatan seminar ini, CSIS juga berusaha memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah Indonesia dalam merumuskan dan menyelenggarakan kebijaksanaan luar negeri. Dewasa ini, interaksi antarbangsa sudah melibatkan semua kelompok dalam masyarakat. Sementara itu, dalam diplomasi resmi kerap kali beberapa persoalan tidak dapat dibahas secara terbuka. Dalam seminar-seminar CSIS selalu diikutsertakan pejabat pemerintah atas nama pribadinya, di samping wakil dari berbagai kelompok masyarakat, misalnya kewartawanan, akademis, dan dunia usaha. Seminar-seminar bilateral dengan berbagai negara diselenggarakan dalam rangka kerja sama dengan lembaga-lembaga serupa di negara yang bersangkutan. Misalnya, Japan Institute of International Affairs (Tokyo); The Centre for Strategic and International Studies, Georgetown University (Washington D.C.); Insitute for Defence Studies and Analysis (New Delhi); Centre d’Etudes de Politique Etrangere (Paris); Institute of Oriental Studies, Academy of Sciences (Moskwa); Institute for Far Eastern Studies, Kyungnam University (Seoul); New Zealand Institute of International Affairs (Wellington), dan lain-lain. Seminar-seminar multilateral yang diselenggarakan oleh CSIS ditujukan untuk membahas dan meningkatkan kerja sama di kawasan Asia-Pasifik. Misalnya, seminar ASEAN, seminar ASEAN-Amerika Serikat (yang dihadiri juga oleh peninjau dari negara-negara Asia-Pasifik lainnya, yaitu Australia, Hong Kong, Jepang, Kanada, Papua Nugini, dan Selandia Baru). Dalam rangka kerja sama dengan lembaga-lembaga serupa di negara-negara lain, CSIS juga mengadakan seminar dan memberikan ceramah di forum-forum yang disediakan oleh lembaga-lembaga tersebut. Misalnya, The Rand Corporation, The Asia Society, Council on Foreign Relations, dan beberapa universitas di Amerika Serikat, Institut fur Asienkunde dan Deutsche Gesellschaft fur Auswaertige Politik di Jerman Barat, The London School of Economics and Political Science (Inggris), dan beberapa lembaga lain di Belanda dan Yugoslavia.

PENGERTIAN CENTRE FOR STRATEGIC AND INTERNATIONAL STUDIES | ok-review | 4.5