PENGERTIAN CAT MOBIL

By On Friday, November 15th, 2013 Categories : Teknologi

CAT adalah cairan berwarna yang dioleskan pada permukaan benda dan setelah kering akan menjadi selaput yang memberikan keindahan dan perlindungan. Umumnya cat digunakan untuk melapisi dinding bangunan, kendaraan bermotor, mesin, mebel, alat rumah tangga, dll. Cairan yang akan membentuk selaput tipis, padat, dengan tebal sekitar 0,08 milimeter ini tersedia dalam berbagai jenis warna. Cat telah dipakai sejak jaman dulu. Pada tahun 2000 SM, kuburan-kuburan orang Mesir sudah di lukis dengan bahan seperti cat yang kita kenal sekarang. Bangsa Romawi belajar bagaimana membuat cat dari orang Mesir. Jatuhnya Kerajaan Romawi di tahun 400 mengakibatkan seni membuat cat turut hilang, sampai orang Inggris mengenal cara membuat cat di akhir Abad Pertengahan.
Bahan-bahan Penyusun Cat. Meskipun tidak selalu sama, umumnya cat tersusun dari resin atau zat pengikat, zat pelarut, dan pigmen pemberi warna, serta untuk jenis-jenis tertentu terdapat bahan penyusun tambahan.
Zat pengikat adalah bahan pengikat pigmen warna di dalam cat. Sifat pembentukan selaput tipis cat saat mengering bergantung pada kemampuan bahan pembawanya untuk berpolimerisasi karena oksidasi. Walaupun dulu mekanisme pembentukan selaput cat belum diketahui, orang terus mencoba menghasilkan formula pengeringan yang lebih cepat. Sampai akhirnya pada tahun 1900 ditemukan minyak biji rami yang dianggap ideal sebagai zat-pengikat. Perang Dunia I merangsang penelitian tentang minyak biji rami sebagai sumber gliserol untuk bahan peledak. Pada penelitian itu ahli-ahli kimia menemukan mekanisme pembentukan selaput cat, yaitu polimerisasi dan oksidasi. Hasil penemuan itu mendorong para ahli untuk membuat zat pengikat buatan yang kerjanya berdasarkan polimerisasi.Penelitian ahli kimia terhadap karet selama Perang Dunia II menyebabkan perkembangan resin lain untuk cat berpelarut air. Resin itu disebut lateks, termasuk lateks akrilik dan poli vinil asetat. Selain minyak biji rami, zat pengikat yang pernah dipakai antara lain resin fenolik (1910), resin alkid (1927), vinil asetat (1930), resin akrilik (1930), alkohol poli vinil (1940), silikon (1940), resin epoksi (1949), dan poliuretan (1954).
Zat pelarut adalah bahan pembawa cat yang mudah menguap pada suhu kamar. Umumnya seluruh jenis cat terbagi atas dua kelompok berdasarkan bahan pelarutnya, yaitu cat air dan cat minyak. Cat air adalah cat berpelarut air. Umumnya jenis ini dipakai untuk mengecat bangunan. Cat minyak adalah cat berpelarut minyak seperti alkohol dan terpentin. Cat jenis ini banyak dipakai untuk mengecat kendaraan bermotor, mebel, dll. Kadar zat pelarut dalam cat harus sesuai dengan kepadatan yang dibutuhkan untuk menjadi selaput yang tepat, yang sesuai dengan kegunaannya.
Pigmen adalah bahan pemberi warna pada cat. Selain memberi keindahan, pigmen juga memberikan sifat mekanik pada selaput yang terbentuk. Pigmen menghalangi penyebaran uap air dan menghalangi sinar matahari secara langsung berhubungan dengan permukaan benda yang dilapisi.
Karakteristik warna yang dihasilkan pigmen bergantung pada banyaknya cahaya matahari yang diserap dan dipantulkan. Pigmen putih paling sedikit menyerap sinar matahari, sedangkan hitam adalah pigmen penyerap sinar matahari terbanyak. Kekuatan cahaya yang diserap bergantung pada indeks bias pigmen (tepatnya, perbedaan indeks bias pigmen warna dan media yang mengelilinginya), ukuran partikelnya, dan kuantitas pigmen dalam cat yang sudah mengering. Titanium dioksida, pigmen putih dengan indeks bias 2,8 dapat berubah menjadi 1,5 jika diberi lebih banyak pelarut.
Yang menarik bagi banyak pemakai cat adalah adanya pigmen pencegah karat dan pigmen metalik. Pigmen pencegah karat antara lain kalsium plumbat, zink kromat, meni, dan strontium kromat. Baja dan besi akan berkarat bila bersinggungan dengan oksigen dan uap air. Bahan ini melalui proses kimia dapat bergabung dengan permukaan logam tempat cat dioleskan dan membentuk lapisan kedap, sehingga mencegah permukaan logam bersinggungan dengan oksigen dan uap air.
Pigmen metalik seperti baja nirkarat (stainless), zink, dan aluminium, banyak dipakai sebagai cat antikarat untuk kapal laut, jembatan, dll. Bubuk metalik, biasanya serpih aluminium, banyak dipakai untuk dekorasi. Polikromatik banyak dipakai untuk cat- lapisan akhir pada kendaraan bermotor, terutama mobil.
Bahan-bahan tambahan yang digunakan antara lain zat pengering, senyawa kimia yang mempercepat proses pengeringan dengan membantu selaput cat untuk beroksidasi dengan oksigen. Kobalt, timbel, mangan, barium, dan zink adalah jenis-jenis pengering yang biasa dipakai. Pemantap adalah bahan yang dapat menetralkan pengaruh merusak sinar ultraviolet matahari. Pengisi dapat memperbaiki sifat mekanis dan fisik cat, yang setelah kering mencegah kecenderungan retak dan menambah sifat tahan gores. Bubuk kaca ditambahkan pada cat yang biasa dipakai untuk rambu-rambu lalu-lintas dan garis pemisah jalan. Cat ini memantulkan sinar yang datang di siang ataupun malam hari.
Jenis-jenis Cat. Cat primer adalah lapisan dasar. Fungsi utamanya memberi ikatan yang baik antara permukaan benda dengan lapisan akhir. Fungsi lain adalah menghasilkan permukaan yang lebih rata. Umumnya cat dasar lebih encer dan harganya lebih murah dibanding cat lapisan akhir. Cat primer dengan pelarut minyak hanya dapat dilapisi dengan cat akhir berpelarut minyak. Tetapi cat primer air bisa dilapisi dengan cat akhir minyak atau air.
Cat rumah, yang digunakan untuk mengecat dinding-dinding rumah umumnya berpelarut air, meskipun jenis-jenis tertentu menggunakan pelarut minyak.
Cat bangunan umumnya memiliki spesifikasi khusus. Penggunaan beton sebagai bahan bangunan men- ciptakan kebutuhan cat khusus yang dapat menutup permukaan beton yang relatif kasar. Cat ini harus berpelarut air, bersifat alkali, dan dapat diterapkan dengan metode pengolesan modern.
Cat kelautan yang dipakai kapal laut harus tahan terhadap kondisi lingkungan yang bengis, seperti sinar matahari yang sangat panas, variasi suhu yang terlalu ekstrem, dan kandungan garam di udara. Cat ini juga harus melindungi baja kapal dari korosi air garam serta perusakan oleh binatang dan tumbuhan laut yang menempel pada lambung kapal. Cat untuk bagian dek, palka, dan bagian atas kapal harus bersifat antikarat dan mampu menahan pukulan ombak.
Cat penghambat api banyak dipakai di hotel-hotel, kapal laut, pabrik, dan pesawat udara. Cat ini dirancang untuk menghambat kobaran api sehingga untuk sementara api tidak menyentuh permukaan benda sesungguhnya. Jenis ini bila terkena api akan membentuk gelembung bantalan udara yang membentuk ruang kosong antara permukaan cat yang kena api dengan permukaan benda.
Cat artis adalah jenis cat yang sering dipakai untuk melukis dan menggambar. Cat minyak memakai zat pengikat minyak biji rami, sedangkan cat air pigmen-pigmennya diikat dengan getah tumbuhan, yaitu gom arab atau gom Senegal.
Cat industri dipakai oleh banyak pabrik perakitan mobil, sepeda motor, mebel, dan barang-barang industri lainnya. Cat jenis ini harus tahan terhadap panas, terutama yang melapisi mesin. Pengecatan mobil saat ini dilakukan dengan sistem celup. Badan mobil yang akan di cat dimasukkan ke dalam bak yang  berisi cat. Metode terbaru mengecat mobil adalah metode elektrolisis. Mobil dimasukkan ke dalam kolam cat, kemudian arus listrik dialirkan dari bak celup sebagai katode ke mobil sebagai anode. Pengecatan ini membutuhkan waktu 2 sampai 3 menit, dibandingkan metode bak celup yang membutuhkan 30 menit.

PENGERTIAN CAT MOBIL | ok-review | 4.5