PENGERTIAN CARTESIANISME

By On Friday, November 15th, 2013 Categories : Filsafat

CARTESIANISME suatu aliran filsafat yang dirintis oleh filsuf Perancis Rene Descartes (Renatus Cartesius) (1596-1650). Titik tolak filsafat ini meliputi tiga unsur. Descartes merasa tidak puas, lalu bermaksud untuk membongkar segalanya dan memulainya dari nol. Descartes menggunakan metode “keragu-raguan” yang meragukan segalanya, kecuali kesadaran manusia itu sendiri. Cogito Ergo Sum, kata Descartes yang berarti “Saya berpikir maka saya ada”. Dari pengalaman ini diperoleh juga pengertian yang tak terbedakan dan tak dapat dirinci lagi (idea clara et distincta, yaitu tentang Allah sebagai Wujud Sempurna (ensper- fectissimum) serta hal yang mempunyai keluasan (res extensa). Kedua pengertian tersebut adalah ide bawaan (idea innata) yang melekat pada kesadaran. Di bidang etika, cartesianisme berpendapat bahwa kebahagiaan yang dikejar manusia akan terwujud bila manusia bertindak sesuai dengan akal (la raison), rencana Allah (le conseil de Dieu) serta seluruh alam semesta sehingga tercapai keselarasan antara manusia (res cogitans), Allah (ens perfectissimum), dan alam (res extensa). Dalam filsafat alam, semesta alam di luar res cogitans (manusia) adalah substansi yang hakikatnya keluasan (res extensa). Atas dasar pengertian tersebut, dapatlah dijabarkan bahwa semua gejala alam ini menjadi gejala kuantitatif sehingga ciri kuantitatif kuno dihapuskan.

PENGERTIAN CARTESIANISME | ok-review | 4.5