PENGERTIAN CANTING BATIK

By On Friday, November 15th, 2013 Categories : Teknologi

CANTING adalah alat untuk membatik yang terbuat dari kayu atau bambu sebagai tangkainya {gagang terong), dan tembaga sebagai kepala (nyamplungan) dan mulutnya (carat atau cucuk). Alat ini digunakan untuk melukis motif-motif batik yang dikehendaki pada sehelai kain polos dengan jalan mengalirkan cairan lilin pembatik {malam) melalui mulut canting yang berbentuk runcing dan melengkung.
Menurut fungsinya, orang mengenal dua macam canting: (1) canting reng-rengan yang dipakai untuk membuat pola batik sebelum dikerjakan lebih lanjut {ngengreng). Canting ini bercucuk sedang dan tunggal; (2) canting isen yang digunakan untuk membatik bidang atau pola tersebut di atas ipolan). Canting ini bercucuk kecil, tunggal maupun rangkap. Menurut jumlah carat atau cucuknya, canting dapat dibedakan menjadi tujuh macam: {X) Canting cecekan bercucuk tunggal dan kecil, digunakan untuk membuat titik-titik kecil (Jawa: cecek) atau garis-garis kecil pengisi bidang. (2) Canting laron bercucuk dua, berjajar dari atas ke bawah, dipakai untuk membuat garis rangkap. (3) Canting telan bercucuk tiga dan tersusun berbentuk segi tiga. (4) Canting prapatan bercucuk empat, dipakai untuk membuat empat titik berbentuk bujur sangkar sebagai pengisi bidang. (5) Canting liman bercucuk lima, dipakai untuk membuat bujur sangkar kecil dengan sebuah titik di tengahnya. (6) Canting byok bercucuk tujuh atau lebih, digunakan untuk membentuk lingkaran kecil yang terdiri atas titik-titik. Titik-titik itu bisa tunggal atau majemuk tergantung pada banyaknya cucuk atau besar kecilnya lingkaran. Canting ini umumnya bercucuk ganjil. (7) Canting renteng atau galaran bercucuk genap, empat buah atau paling banyak enam buah, tersusun dari bawah ke atas. Galaran berasal dari kata galar, yaitu alas tempat tidur yang terbuat dari bambu dicacah membujur, sedangkan renteng adalah rangkaian yang berjejer dengan sistem tusuk.

PENGERTIAN CANTING BATIK | ok-review | 4.5