PENGERTIAN CANDRABHAGA

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Antropologi

CANDRABHAGA, dari bahasa Sanskerta candra, artinya bulan, dan bhaga, artinya bahagian, adalah kata yang terdapat dalam Prasasti Tugu. Prasasti yang terdapat di Tugu, Jakarta, itu merupakan prasasti terpanjang dari semua peninggalan raja Purnawarman, raja Kerajaan Tarumanegara yang terkenal. Kata candrabhaga menunjukkan nama sebuah sungai yang terkenal di tanah Hindu, Punyab. Selain kata candrabhaga, disebut pula nama sungai lain di Punyab, yaitu Gomati. Kedua nama sungai yang tertera dalam Prasasti Tugu ini menimbulkan berbagai tafsiran dari para ahli purbakala. Ahli purbakala terkenal, Purba- tjaraka, memperkirakan bahwa candrabhaga itu sekarang dikenal dengan nama Bekasi dan diperkirakan sebagai pusat Kerajaan Tarumanegara. Dalam prasasti Tugu ini diceritakan penggalian candrabhaga oleh raja Purnawarman, seorang raja yang mulia dan berlengan kuat. Tujuan penggalian tersebut adalah mengalirkan air sungai tersebut ke laut, setelah tiba di istana kerajaannya. Pada tahun ke-22 masa pemerintahannya, Purnawarman, yang bijak dan menjadi panji segala raja, menitahkan untuk menggali sungai yang berair jernih dan permai. Penggalian sungai ini dilakukan pada bulan phalguna dan caitra, bertepatan dengan bulan Februari dan April menurut perhitungan tarikh Masehi. Panjang galian 6.122 tumbak, dan selamatan atau syukurannya dilakukan oleh para brahmana, disertai pemberian hadiah berupa 1.000 ekor sapi.
Menurut dugaan, saluran itu dibuat untuk mengatasi banjir yang selalu melanda daerah pertanian. Hal ini dilakukan karena hujan paling lebat di Jawa Barat turun pada bulan Januari dan Februari. Pemberian hadiah berupa sapi merupakan lambang tata cara upacara keagamaan tertentu yang menunjukkan kaitan erat dengan kepercayaan Veda. Hal ini diperkuat pula oleh berita yang diperoleh dari prasasti Purnawarman yang lain, yaitu Prasasti Jambu atau Prasasti Pasir Kolengkak.

PENGERTIAN CANDRABHAGA | ok-review | 4.5