PENGERTIAN CANDI HINDU DAN BUDHA

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Antropologi

CANDI, berupa bangunan kuno terbuat dari susunan batu, didirikan sebagai tempat pelaksanaan upacara keagamaan umat Hindu dan Budha. Bangunan yang dianggap suci ini semula digunakan sebagai tempat menyimpan abu jenazah para raja yang telah meninggal. Fungsi candi kemudian berkembang menjadi tempat bersembahyang untuk memuja dewa dan menghormati para raja yang telah meninggal. Pada masyarakat tertentu candi juga dianggap tempat bersemayamnya para dewa, sehingga bangunan tersebut harus dirawat dan dipelihara dengan baik. Candi Budha tertua yang ditemukan di daerah asalnya, India, didirikan oleh para rahib Budha pada abad ke-3 SM di gua-gua pada lereng gunung. Candi-candi ini dipahat pada batu gunung dengan replika yang mengandung lambang jiwa para dewa. Ciri-ciri Budha yang terlihat pada candi-candi masa itu adalah adanya stupa dan kubah yang melambangkan Sang Budha. Dalam perkembangan lebih lanjut, dengan bangkitnya agama Hindu, candi juga didirikan untuk dipersembahkan kepada setiap dewa Hindu. Candi biasanya memiliki ciri-ciri khas, antara lain, adanya tempat untuk meletakkan peti atau wadah penyimpan abu jenazah. Di atas abu jenazah diletakkan patung orang yang meninggal tersebut, yang disebut Unggayoni. Selain tempat menyimpan abu jenazah, disediakan pula tempat arca yang melambangkan dewa Hindu atau Budha yang disembah oleh orang yang meninggal, yang disebut bayan candi. Dinding candi selalu diberi hiasan berupa relief yang mengandung cerita dengan maksud tertentu. Beberapa relief pada candi kuno yang ditemukan di Indonesia belum dapat ditafsirkan maknanya oleh para ahli.
Candi-candi yang terletak di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pusat kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia, dapat dibedakan atas beberapa ciri khas. Candi Jawa Tengah biasanya dibangun menghadap ke timur, dengan atap bertingkat-tingkat dan bentuk stupa di puncaknya. Reliefnya bersifat naturalistik dan diukir agak tebal. Hal ini berbeda dengan candi yang ‘ditemukan di Jawa Timur. Di Jawa Timur candi dibangun menghadap ke arah barat dengan puncak berbentuk kubus. Lukisan pada reliefnya yang berbentuk simbolis hanya timbul sedikit saja. Perbedaan lainnya yang ditemukan oleh para ahli adalah bahwa kebanyakan candi di Jawa Tengah didirikan dari batu andesit dan terletak di tengah halaman, sedangkan candi di Jawa Timur kebanyakan terbuat dari bata. Ada pula candi yang pembuatannya tidak selesai, misalnya karena perpindahan atau meninggalnya raja yang menguasai kerajaan pada masa itu. Selain karena bencana alam, kerusakan candi di Indonesia juga disebabkan oleh perbuatan manusia, misalnya penggalian untuk pembangunan yang merusak situs candi, pencurian dan pengrusakan patung dan arca, pengambilan batu-batu candi untuk bahan bangunan.
Candi Borobudur, yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, adalah candi yang terbesar di Indonesia. Borobudur merupakan candi Budha Mahayana yang didirikan sekitar tahun 850 terbuat dari batu andesit. Untuk melambangkan sang Budha, candyrni didirikan di atas bukit, dan dihiasi oleh relief menceritakan kehidupan Budha. Candi Budha lainnya yang lebih dulu didirikan di daerah tersebut adalah Candi Mendut dan Pawon. Candi lain yang terletak di Jawa Tengah adalah Candi Prambanan yang merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Jawa; di samping itu ada Candi Kalasan, Boko, Sari, Sewu, Lumbung, Plaosan, Mendut, Slowijan, Pawon, Sukuh, Gatutkaca, Arjuna, Semar, Srikandi, Punta-dewa, Sembadra, Gedong Songo. Di Jawa Timur juga ditemukan kompleks candi yang kebanyakan bersifat Hindu, seperti Candi Badut, Kidal, Jago, Singosari, Jawi, Panataran, Rimbi, Ratu. Selain di Pulau Jawa, bangunan candi juga ditemukan di beberapa daerah di Pulau Sumatra yang terkena pengaruh Hindu dan Budha. Di daerah Riau, misalnya, ditemukan kelompok Candi Muara Takus, yang merupakan peninggalan peradaban Budha. Selain bangunan candi yang terdiri atas Candi Tua, Bungsu, dan Palangka, di kompleks itu juga ditemukan sisa-sisa bangunan lain. Di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, juga ditemukan sisa biara Budha dan arca yang mengandung tulisan Batak. Kompleks bangunan ini disebut Candi Gunung Tua, sesuai dengan nama kota tempat ditemukannya. Candi juga ditemukan di daerah Gunung Kawi, Tampak Siring, Bali. Misalnya, Candi Padas adalah makam Raja Bali, Anak Wungu, yang diperkirakan didirikan pada tahun 1080 Masehi.

PENGERTIAN CANDI HINDU DAN BUDHA | ok-review | 4.5