PENGERTIAN CANDI JAWI

By On Saturday, April 5th, 2014 Categories : Budaya

PENGERTIAN CANDI JAWI – Makam Kertanegara, raja Singasari terakhir (1268-1292), terletak di dekat Prigen di kaki Gunung Welirang, Jawa Timur. Sesuai dengan agama yang dianut oleh Kertanegara, candi Jawi bersifat Siwa-Budha. Candi ini terbagi atas dua bagian; pada bagian atas ditempatkan patung Budha Aksobya, dan di bagian bawah ditempatkan patung Siwa.
Dalam Nagarakretagama pupuh 56, candi Jawi di­sebut juga dengan nama Jajawa. Dalam pupuh ini di­sebutkan pula bahwa Jajawa atau candi Jawi diba­ngun oleh Kertanegara. Pada masa Nagarakretagama ditulis (sekitar tahun 1365-an), patung Aksobya yang ditempatkan di candi Jawi telah hilang. Secara hati- hati Prapanca menguraikan hilangnya arca Aksobya ini melalui ucapan seorang pendeta Padapaduka yang konon sering mengunjungi candi Siwa-Budha ini.
Sang pendeta sangat kecewa tatkala mengetahui bahwa arca Aksobya telah lenyap. Dia kemudian me­ngatakan bahwa hilangnya arca ini telah sesuai dengan garisnya. Memang arca Aksobya ini tempatnya di nir­wana. Pada waktu ini keadaan candi rusak terbeng­kalai. Menurut sang pujangga, hanya Dyah Hayam Wuruk, pangkal hidup segala makhluk, yang mam­pu memperbaiki candi yang sudah rusak ini. Sang pujangga memuji keindahan candi ini pada waktu yang lampau. Ia menyatakan bahwa gapura, mekala, dan bangunannya serba permai. Di dalamnya terda­pat hiasan nagapuspa yang sedang berbunga. Sisinya berlukisan seorang putri istana cantik berseri-seri.
Pada dinding candi terdapat relief berisi sebuah ce­rita, yang sampai sekarang belum sepenuhnya dipa­hami maksudnya. Pada tahun 1938 sampai 1940, di­adakan pemugaran terhadap candi Jawi ini.

PENGERTIAN CANDI JAWI | ok-review | 4.5