PENGERTIAN CALVINISME

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Antropologi

CALVINISME adalah aliran Gereja Kristen Protestan yang bertumpu pada ajaran Jean Calvin. Walaupun Calvin selama hidupnya lebih lama menetap di Jenewa, Calvinisme dengan cepat menyebar ke Belanda, Perancis, Skotlandia, sebagian Jerman, Polandia, Hungaria, dan negara Eropa lain. Melalui emigran Eropa yang calvinistik, Calvinisme juga menyebar ke Amerika, Kanada, Afrika Selatan, Australia. Calvinisme juga mencapai India dan Indonesia terutama melalui misionaris Eropa Barat. Di dalam Calvinisme ada kecenderungan kuat ke arah teologi yang jelas dan tajam. Hal ini merupakan kekuatannya, tetapi di lain pihak muncul pula kelompok di dalam lingkungan Calvinisme yang menjadi kaku dalam teologi. Mereka sukar bekerja sama dengan sesama umat Kristen yang berpikiran lain dengan mereka. Mereka jugalah yang menolak untuk ikut dalam Dewan Gereja-gereja se-Dunia (DGD) dan menciptakan suatu organisasi sendiri yang disebut Reformed Ecumenical Synod. Pada umumnya gereja Calvinis di dunia ikut dalam DGD.
Pusat perhatian dalam Calvinisme adalah kebesaran dan kemuliaan Allah. Artinya, pertanyaan utama dalam Calvinisme berbunyi: Bagaimana Allah dimulaikan melalui seluruh hidup dan kerja manusia. Dengan demikian tidak ada satu bidang kehidupan manusia yang luput dari perhatiannya. Segala pemikiran, pekerjaan, dan usaha manusia harus berlangsung coram Deo (di hadapan Allah), demi kemuliaan Allah. Memang Calvinisme menciptakan sikap hidup Kristen yang tegas dan budaya yang khas. Berbagai ahli falsafah kebudayaan, misalnya Ernst Troeltsch dan Max Weber, memandang Calvinisme sebagai motivator utama bagi perkembangan kapitalisme modern. Calvinisme juga berperan dalam perkembangan demokrasi modern. Dengan menolak kekuasaan mutlak raja dalam segala keadaan dan mengajarkan bahwa warga kerajaan berhak menentang kesewenang-wenangan raja, Calvin telah mendobrak pikiran yang umum pada jaman itu, yaitu bahwa kekuasaan raja bersifat ilahi dan tak dapat diganggu gugat. Dengan demikian terbukalah jalan bagi pemikiran demokrasi di kemudian hari.

PENGERTIAN CALVINISME | ok-review | 4.5