PENGERTIAN CALON ARANG

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Antropologi

CALON ARANG, yang ditampilkan baik dalam ragam puisi maupun prosa, bercerita tentang janda dari Desa Girah bernama Calon Arang dan anak gadisnya Ratna Manggali. Sekalipun Ratna Manggali berparas cantik, setelah ia dewasa tidak seorang pun yang meminangnya karena janda tersebut dikenal sebagai tukang tenung. Akibatnya, Calon Arang menjadi panas hati. Dengan mengadakan pemujaan kepada Dewi Durga, ia menenung seluruh wilayah negara sehingga terjangkitlah wabah penyakit yang mengakibatkan meninggalnya banyak orang. Raja Airlangga yang berkuasa saat itu memperoleh keterangan dari para ahli nujum bahwa wabah penyakit tersebut disebabkan ulah janda ini. Raja lalu memerintahkan pasukan untuk menyerang Girah. Penyerangan tidak berhasil. Banyak prajurit tewas, bahkan penyakit semakin merajalela.
Kemudian berkat petunjuk dewa Siwa, raja meminta bantuan Empu Baradah. Empu ini menugaskan siswanya, Empu Bahulu, untuk mengambil kitab tenung Calon Arang dengan terlebih dahulu memperistri Ratna Manggali. Empu Bahulu berhasil mengambil kitab tersebut dan menyerahkannya kepada Empu Baradah. Setelah segala kesalahannya ditunjuk, Calon Arang dilukat, yaitu diruwat dari segala dosanya, oleh Empu Baradah. Ketika Calon Arang meninggal dunia, wabah penyakit lenyap sama sekali. Sesudah itu Raja Airlangga bermaksud menjadi pendeta. Dua orang putranya hendak dinobatkan menjadi raja, seorang di Jawa dan seorang di Bali. Empu Baradah diutus ke Bali untuk meminta persetujuan Empu Kuturan. Pendeta di Bali ternyata tidak setuju, sehingga yang dibagi dua hanyalah Pulau Jawa saja. Kedua putra raja itu kemudian berselisih mengenai tapal batas kerajaan. Empu Baradah ditugaskan melerainya dan berhasil menetapkan batas antara kedua kerajaan itu. Setelah itu Raja Airlangga menjadi pendeta dengan nama Jatiningrat. Ragam prosa Calon Arang yang diduga lebih tua dari ragam puisi kidung diterbitkan R.M. Ng. Poerbatjaraka disertai terjemahan dalam bahasa Belanda pada tahun 1926. Cerita ini amat terkenal di Pulau Bali dan dituturkan kembali dalam kaitan dengan pengusiran roh jahat.

PENGERTIAN CALON ARANG | ok-review | 4.5