PENGERTIAN CAIRAN TUBUH

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Kesehatan

CAIRAN TUBUH merupakan bagian terbesar komposisi tubuh. Kurang-lebih 70 persen berat badan terdiri atas air. Kehidupan tidak mungkin berlangsung bila tubuh kehilangan cairan sebesar kira-kira 20 persen jumlah tersebut. Pada orang lanjut usia cairan tubuh lebih sedikit, yaitu kurang dari 57 persen berat badan. Pada orang gemuk, cairan tubuh relatif juga lebih sedikit karena jaringan lemak hanya mengandung sedikit air.
Air mempunyai berbagai fungsi penting di dalam tubuh. Pada kebanyakan reaksi kimia di dalam tubuh, senyawa-senyawa harus dalam bentuk ion, dan ionisasi ini terjadi di dalam air. Air mempunyai peranan yang penting pula sebagai pelarut dalam pengangkutan senyawa-senyawa kimia antarsel dan antarjaringan. Di samping itu, air juga penting untuk mempertahankan suhu tubuh melalui pengaturan penguapan air dari paru-paru dan kulit. Dua pertiga cairan tubuh terdapat di dalam sel dan disebut cairan intrasel, sedangkan sisanya merupakan cairan di luar sel atau cairan ekstrasel. Cairan ekstra-sel ini sebagian terdapat di dalam pembuluh darah dan disebut plasma, yang beratnya 5 persen berat badan. Cairan ekstrasel lainnya yang berada di luar pembuluh darah disebut cairan interstisial, yang merupakan 15 persen berat badan. Susunan kimia cairan intrasel berbeda dari cairan ekstrasel. Kation utama cairan intrasel ialah kalium, sedangkan dalam cairan ekstrasel adalah natrium. Fosfat merupakan anion intrasel utama, sedangkan yang di luar sel adalah klorida.
Pada orang sehat, jumlah cairan tubuh boleh dikatakan konstan, meskipun pemasukan air sangat berbeda dari waktu ke waktu. Keadaan ini dapat dipertahankan, karena pengeluaran air disesuaikan dengan pemasukannya. Selain makanan dan minuman, cairan tubuh juga berasal dari oksidasi bahan makanan. Ginjal merupakan organ terpenting untuk mengeluarkan air. Makin banyak pemasukan air, makin banyak pula air yang dikeluarkan sebagai urine. Jumlah pengeluaran air ini diatur oleh hormon antidiuretik (ADH). Selain itu, air keluar dari tubuh melalui kulit, paru-paru dan saluran pencernaan. Jumlah air yang dikeluarkan ini sangat bervariasi, tergantung dari iklim, aktivitas fisik, suhu tubuh, dan terutama diet. Pada udara yang kering dan panas, aktivitas fisik yang berat dan juga demam, banyak cairan keluar melalui kulit, paru-paru dan keringat. Air yang dikeluarkan ke dalam saluran pencernaan sebagian besar diserap kembali ke dalam darah. Pada diare atau muntaber, mekanisme tersebut tidak berjalan dengan baik, sehingga tubuh kehilangan banyak air dan elektrolit. Keadaan yang disebut dehidrasi ini lebih mudah terjadi pada bayi dan anak-anak, karena volume cairan tubuh mereka memang lebih sedikit. Bila oleh suatu sebab cairan keluar dari pembuluh darah dan masuk ke ruang interstisial, terjadilah pembengkakan atau edema.

PENGERTIAN CAIRAN TUBUH | ok-review | 4.5