PENGERTIAN CAIRAN EKSTRASELULAR

By On Wednesday, February 26th, 2014 Categories : Kesehatan

Merupakan cairan tubuh yang terdapat di luar sel. Sekitar 60 persen be­rat badan manusia terdiri atas air. Air ini dapat be­rupa cairan yang terdapat di dalam sel atau cairan intraselular, dan cairan ekstraselular. Cairan ekstraselular meliputi 45 persen dari seluruh cairan tubuh, sedangkan sisanya terdiri atas cairan intraselular. Ke­dua jenis cairan ini berbeda, terutama dalam kompo­sisi elektrolit yang terdapat di dalamnya. Di dalam cairan intraselular, elektrolit yang terbanyak adalah kalium dan fosfat organik, sedangkan di dalam cairan ekstraselular, natrium dan klorida merupakan elek­trolit utama.
Cairan ekstraselular tersebar di berbagai jaringan tubuh. Sekitar 16 persen dari cairan ini berupa plas­ma darah yang berada di dalam pembuluh darah. Ka­rena itu plasma darah disebut pula cairan intravasku- lar, untuk membedakannya dengan cairan tubuh lain­nya yang berada di luar pembuluh darah dan disebut cairan ekstravaskular. Kira-kira 47 persen dari cairan ekstraselular berada di dalam saluran getah bening, dan di antara sel serta jaringan tubuh. Sekitar 30 per­sen dari cairan ekstraselular ini berada di dalam jaringan-jaringan padat seperti tulang, tulang rawan, dan tendon. Sisanya, yaitu sekitar 5 persen, berupa cairan di dalam organ-organ khusus, misalnya otak, mata, rongga perut, dan kapsul sendi.
Sel-sel tubuh, khususnya sel-sel otak dan jaringan saraf motorik, tidak dapat berfungsi dengan baik bi­la terjadi perubahan pada cairan tubuh, misalnya per­ubahan suhu, tekanan osmotik, keasaman, atau kom­posisi kimianya. Sebagai contoh, bila kadar ion ka­lium pada cairan ekstraselular menurun, akan terjadi kelumpuhan otot, sedangkan bila kadarnya mening­kat, kerja jantung akan terganggu. Demikian pula ke­kurangan oksigen atau glukosa di dalam darah yang menuju otak dapat menimbulkan hilangnya kesadaran atau pingsan.

PENGERTIAN CAIRAN EKSTRASELULAR | ok-review | 4.5