PENGERTIAN CACING TANAH

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Kesehatan

CACING TANAH adalah cacing darat yang tubuhnya bersegmen, tidak berkepala, tidak bermata, tidak bertelinga. Cacing yang hidup di lubang-lubang dalam tanah ini peka terhadap panas, cahaya, dan sentuhan. Makanannya berupa bahan organik yang ada dalam tanah. Habitatnya lingkungan yang lembap dan tersebar di seluruh permukaan bumi, kecuali di daerah yang sangat dingin atau kering. Terdapat ratusan jenis cacing tanah dengan panjang yang sangat bervariasi, yang kecil bisa kurang dari 2,5 milimeter, sedangkan yang besar antara lain jenis dari Australia, mencapai 3 meter. Tubuh cacing tanah berwarna merah kecokelatan dan tampak seperti terdiri atas dua tabung. Tabung pertama berupa dinding tubuh yang tersusun dari sekitar 50—500 ruas yang hampir sama besar. Tabung kedua, yang dibalut tabung pertama, merupakan saluran pencernaan yang dipisahkan dari dinding tubuh oleh sebuah rongga yang disebut coelom. Coelom ini terbagi menjadi kamar-kamar, bernama septa, yang terletak pada setiap segmen. Pergerakan cacing tanah terjadi karena adanya dua otot khusus, yakni otot sirkuler dan otot longitudinal. Otot sirkuler berfungsi untuk menyusut dan melebarkan badan, sedangkan otot longitudinal untuk memanjang dan memendekkan tubuh. Pergerakan ini diperlancar dengan adanya seta, sejenis rambut dari kitin, yang ada di setiap segmen, kecuali segmen pertama dan terakhir.
Cacing tanah bernapas melalui kulit. Hewan ini mengambil oksigen yang ada di antara partikel tanah dan mengeluarkan karbon dioksida melalui kapiler darah pada kulitnya. Pada waktu hujan, biasanya cacing tanah berkeliaran di permukaan tanah, karena tempat tinggalnya dipenuhi oleh air. Cacing ini juga memiliki sepasang tabung dengan fungsi sebagai organ  ekskresi, yang disebut nepridia. Cacing tanah bersifat hermafrodit, artinya memiorgan reproduksi jantan (testis) dan betina. Meskipun demikian, telur hanya dapat dibuahi oleh sperma dari cacing lain. Sejak jaman dulu, cacing tanah dikenal sebagai pembajak tanah. Tanah-tanah ini menjadi gembur dan sangat subur. Keadaan ini dimungkinkan karena ketika mencari makan cacing tanah membuat lubang dalam tanah dan berusaha menembus tanah. Selanjutnya kotoran cacing tanah dikeluarkan ke permukaan tanah. Berkat lubang-lubang liang dan kegiatan cacing tanah tersebut tanah menjadi gembur, terjadi pembalikan tanah, dan terjadi pertukaran udara di dalam tanah. Diperkirakan, dalam waktu 30 tahun, batu-batuan yang menutupi suatu ladang akan tertimbun sampai tidak kelihatan sama sekali oleh kotoran yang dikeluarkan hewan ini. Klasifikasi Ilmiah. Cacing tanah termasuk filum Annelida, suku Lumbricidae. Jenis cacing tanah yang umum adalah Lumbricus terrestris.

PENGERTIAN CACING TANAH | ok-review | 4.5