PENGERTIAN CACING KREMI

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Kesehatan

CACING KREMI termasuk golongan cacing gilig, yang penularannya tidak melalui tanah, melainkan langsung, dari tangan ke mulut atau melalui inhalasi telur dalam debu. Bisa pula larva masuk kembali ke usus melalui anus. Penyakitnya disebut enterobiasis, oksiuriasis, atau infeksi cacing kremi. Penyakit ini di Indonesia mempunyai frekuensi cukup tinggi terutama pada anak-anak. Cacing betina yang panjangnya kurang-lebih 1 cm mempunyai ala, yakni pelebaran seperti sayap bagian kepala. Ekornya panjang dan runcing seperti jarum. Cacing jantan, yang panjangnya 2—5 milimeter, juga mempunyai ala dan ekor melingkar menyerupai tanda tanya, dengan alat kelamin yang disebut spikulum. Telurnya lonjong, pipih, berukuran 50—60 kali 20—30 mikron. Dindingnya terdiri atas hialin pada bagian luar. Di dalam telur terdapat larva yang bergerak.
Cacing dewasa biasanya hidup di rongga usus besar. Cacing betina bermigrasi ke daerah sekitar dubur bila hendak meletakkan telur. Telur jarang ditemukan di dalam tinja, tetapi melekat di daerah sekitar dubur. Telur menjadi matang dalam waktu beberapa jam (enam jam). Cacing jantan biasanya mati setelah kopulasi, dan cacing betina mati setelah bertelur. Infeksi cacing kremi terjadi bila orang menelan telur matang. Telur menetas di dalam usus halus, dan menjadi dewasa di dalam rongga usus besar. Lama siklus mulai dari masuknya telur matang ke dalam tubuh sampai bentuk dewasa adalah 2—4 minggu.
Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi cacing kremi relatif tidak berbahaya. Keluhan biasanya timbul sebagai akibat iritasi yang menimbulkan rasa gatal di daerah sekitar dubur oleh cacing betina. Hal ini dapat mengganggu tidur sehingga penderita menjadi lemah, tidak bernafsu makan, sakit perut, mual dan muntah, menggertak gigi, dan cepat marah.
Penyakit ini dicegah antara lain dengan menjaga kebersihan perorangan. Kuku-kuku hendaknya selalu dipotong pendek, tangan dicuci bersih sebelum makan. Bila anak menderita penyakit cacing kremi sebaiknya daerah anusnya dicuci bersih setiap pagi, dan ia harus memakai celana panjang bila hendak tidur. Untuk mencegah penyakit ini, diusahakan agar makanan tidak terkena debu. Obat efektif untuk pengobatan cacing kremi adalah pirvinium pamoat, tiabendazol, pirantel pamoat, dan mebendazol. mKlasifikasi Ilmiah. Cacing kremi termasuk kelas Phasmidia; nama jenisnya Enterobius vermicularis atau Oxyuris vermicular is.

PENGERTIAN CACING KREMI | ok-review | 4.5