PENGERTIAN CACING HAEMONCHUS CONTORTUS (PENYAKIT)

By On Thursday, October 31st, 2013 Categories : Kesehatan

Cacing H. contortus merupakan cacing parasit yang hidup di dalam saluran pencernaan hewan ternak ruminansia seperti domba, kambing, sapi dan hewan ruminansia lainnya. Cacing ini mudah diketemukan di dalam lambung atau menempel pada dindingnya, sebagai pengisap darah dan penyakit yang ditimbulkan disebut haemonchosis.
Haemonchosis merupakan penyakit yang menyebabkan banyak kerugian di negara-negara tropis. Indonesia merupakan salah satu negara tropis dengan derajat kelembaban tinggi dan suhu udara umumnya di atas 20┬░C, yang merupakan kondisi optimum untuk perkembangan cacing H. contortus. H. contortus merupakan cacing Nematoda dimana antara cacing jantan dan betina mempunyai ukuran tubuh yang berbeda. Panjang cacing jantan 10-20 um dengan diameter 400 um, sedangkan panjang cacing betina 18-30 um dengan diameter 500 um. Ukuran telur mempunyai panjang rata-rata 74 um, berbentuk elips atau bulat panjang. Siklus hidup cacing ini langsung, tidak membutuhkan hospes perantara. Satu cacing betina dewasa bertelur antara 5.000- 10.000 butir setiap hari. Telur ini akan dikeluarkan bersama-sama tinja domba dan kambing. Jika kondisi lingkungan cukup baik maka dalam waktu 24 jam. Ciri-ciri kambing dan domba yang menderita kecacingan akan mengalami anemia, hewan menjadi lemah, lesu dan tidak nafsu makan, lebih banyak tidur dari pada merumput sehingga mengakibatkan badan menjadi kurus. Daging kambing dan domba yang terserang kecacingan akan berwarna pucat pasi, pada saat dipotong darah lebih cair karena lebih banyak mengandung air dan lemaknya tampak seperti agar-agar.

PENGERTIAN CACING HAEMONCHUS CONTORTUS (PENYAKIT) | ok-review | 4.5