PENGERTIAN CACING GELANG

By On Monday, October 28th, 2013 Categories : Ilmu Alam

Cacing gelang termasuk cacing gilig. Cacing dewasa berwarna putih atau merah muda. Panjang cacing jantan 10—20 sentimeter, sedangkan yang betina 22—35 sentimeter. Bagian ekor cacing jantan melengkung ke depan. Pada cacing betina, alat kelamin terdapat di bagian sepertiga depan. Pada bagian mulut terdapat tiga buah bibir dengan alat peraba. Pada pemeriksaan tinja dengan mikroskop, telur cacing gelang mudah dikenali. Bentuknya bulat lonjong, dengan diameter sekitar 45 mikron. Seekor betina mampu bertelur sebanyak 26.000.000 selama hidupnya, atau kira-kira 200.000 setiap hari. Cacing gelang dapat hidup selama 12—18 bulan. Telur dilepaskan di dalam usus dan ikut keluar bersama tinja.
Hidup sebagai parasit di dalam rongga usus kecil dan menyebabkan penyakit aska-Askariasis lebih sering mengenai anak balita dan anak sekolah dasar, karena mereka banyak berhubungan dengan tanah yang tercemar oleh telur cacing. Mereka jugalah sumber utama penyakit ini, karena mereka sering buang air besar di sembarang tempat. Penyakit ini lebih banyak ditemukan di daerah pedesaan daripada di daerah perkotaan. Bila telur menemukan tanah yang sesuai, maka dalam waktu sekitar dua minggu akan menjadi larva stadium I. Seminggu kemudian larva ini menjadi larva stadium II yang siap menginfeksi manusia. Tanah yang sesuai adalah tanah liat lembap dengan suhu 25—30 derajat Celcius yang terlindung dari sinar matahari langsung. Telur cacing gelang ini tidak tahan kekeringan dan akan mati bila kena sinar matahari ‘langsung selama 15 jam. Pada suhu 40 derajat, cacing ini juga akan cepat mati, sedangkan suhu rendah sampai -12 derajat tidak berpengaruh padanya. Dalam keadaan yang sesuai, telur dapat bertahan hidup selama tujuh tahun.
Bila tertelan manusia, telur yang berisi larva stadium II ini akan menetas di usus kecil, lalu pecah dan mengeluarkan larva tidak aktif yang berukuran 200— 300 kali 14 mikron. Kemudian larva menembus dinding usus dan masuk ke dalam pembuluh darah balik (vena) kecil atau pembuluh getah bening. Melalui pembuluh darah balik besar larva masuk ke dalam hati, lalu ke jantung dan paru-paru. Larva akan mencapai paru-paru dalam waktu 1—7 hari setelah masuk tubuh. Karena ukurannya lebih besar dari diameter kapiler paru-paru (10 mikron), kapiler akan pecah dan larva keluar untuk masuk ke dalam gelembung paru-paru. Di dalam paru-paru, hewan ini mengalami perubahan menjadi stadium III dan IV. Kadang-kadang makhluk ini masuk ke jantung kiri melalui vena paru-paru dan disebarkan ke berbagai alat dalam oleh aliran darah. Dari paru-paru, larva naik ke tenggorokan atas, dan tertelan oleh refleks batuk. Larva ini berkembang di rongga usus kecil menjadi stadium V atau cacing dewasa muda. Cacing betina siap bertelur kira-kira dua bulan setelah infeksi. Pada infeksi ringan, dengan hanya 10—20 ekor cacing, biasanya tidak ada gejala atau hanya terdapat gangguan pencernaan ringan seperti sakit perut, mual, atau tidak adanya nafsu makan. Keadaan ini biasanya ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan tinja rutin, atau bila cacing dewasa keluar sendiri bersama tinja atau muntahan. Larva yang berkeliaran di dalam paru-paru dapat menimbulkan reaksi alergi pada penderita, yang disebut sindroma Loeffler. Sindroma ini antara lain terdiri atas batuk, serangan asma, dan demam.
Infeksi berat kadang-kadang bisa menyebabkan kematian, karena cacing dewasa dapat mengembara ke seluruh tubuh. Cacing ini mungkin terbawa ke mulut oleh pergerakan usus, kemudian dimuntahkan atau keluar melalui hidung. Kadang-kadang cacing ini masuk ke dalam saluran pernapasan atau mengembara ke dalam saluran empedu, kandung empedu, hati, dan usus buntu. Bila cacing menyumbat saluran pankreas, dapat terjadi radang pankreas. Parasit ini dapat membawa bakteri dari usus ke tempat-tempat lain dan menyebabkan terjadinya peradangan di mana-mana. Cacing dapat menembus dinding usus, berkeliaran di dalam rongga perut, dan menimbulkan peradangan. Bahkan cacing tersebut dapat menembus ke luar badan inangnya, pada anak biasanya melalui pusar dan pada orang dewasa melalui kulit di daerah lipat paha. Cacing dalam jumlah besar dapat menyebabkan penyumbatan usus. Suhu badan yang tinggi dan beberapa jenis obat dapat merangsang pengembaraan cacing ini. Sisa metabolisme atau cacing mati dapat menimbulkan keracunan pada orang yang rentan dan menimbulkan gejala seperti bengkak pada muka, gatal yang hebat, sulit tidur, tidak bernafsu makan, dan penurunan berat badan. Pada anak-anak, dapat terjadi gangguan penyerapan makanan yang memperberat keadaan kurang gizinya. Masuknya cacing ke dalam tubuh terjadi di dalam rumah atau di halaman. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang merugikan seperti buang air besar di sembarang tempat, makan dengan tangan kotor. Pembuangan tinja di kakus mencegah tersebarnya telur cacing. Beberapa contoh obat cacing gelang adalah piperazin, pirantel pamoat, dan mebendazol.

PENGERTIAN CACING GELANG | ok-review | 4.5