PENGERTIAN BURUNG CANGAK-CANGAKAN

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Ilmu Alam

CANGAK-CANGAKAN mempunyai panjang 28— 140 sentimeter. Bulunya kurang bersusun, warnanya putih, abu-abu, biru, ungu atau cokelat, dengan pola sederhana. Beberapa jenis mempunyai bulu hias yang panjang, terutama pada masa kembang biak, di bagian belakang, leher depan bagian bawah, dan kepala. Dahi tidak berbulu. Paruhnya panjang, ramping, dan lurus. Lekuk pada kedua sisi mandibula atas berbeda, hidungnya berbentuk oval, dan lehernya panjang. Sayap besar dan lebar. Ekornya pendek. Paha dan jari kakinya panjang dan ramping. Separo tulang keringnya tidak berbulu. Kuku pada jari tengah bersisir, jari belakang berkembang dengan baik, dengan letak sama rata. Burung jantan dan betina serupa. Cangak-cangakan termasuk burung migran. Hidupnya menyendiri, kecuali pada masa kembang biak. Terbangnya langsung dari tanah dengan lehernya dilipat ke belakang, sehingga menyerupai huruf S. Suaranya berkuak-kuak riuh. Makanannya ikan, katak, reptil, kerang, serangga, keong-keongan, binatang mengerat, dan burung kecil. Ada empat teknik makan, yaitu berdiri dan menanti; mengikuti dengan pelan atau mengejar dengan aktif; menunggu dekat atau melayang-layang dan meloncat; dan mengganggu serta mengacaukan mangsa. Tiga teknik pertama digunakan dengan membentangkan sayap dan bergerak sambil menarik kakinya.
Burung ini monogam. Sarangnya dari ranting terletak di atas pohon, semak, atau tanah. Telurnya 1—7 butir, berwarna biru, putih, kekuningan atau kuning, dan tidak pernah berbintik-bintik. Telurnya dierami secara bergantian oleh kedua induknya. Anak yang baru lahir berbulu halus. Pengasuhan dilakukan burung jantan dan betina. Cangak Lembayung berciri khas tungkai yang sama panjang atau lebih pendek daripada jari tengah dan kuku. Bulu Kepala bagian atas, mahkota, jambul, garis-garis di leher belakang bagian bawah, kedua sisi leher, dan sisi bukaan paruh sampai ke tengkuk berwarna hitam. Pada garis hitam yang memanjang dari belakang mata sampai jambul dan pada leher bagian depan terdapat sedikit titik hitam. Bulu kecil panjang yang tergantung di tengkuk pun berwarna hitam. Bulu pada bagian atas abu-abu, penutup sayap kebanyakan hitam pudar. Bagian rusuk abu-abu dengan belang besar berwarna cokelat kemerahan membujur di kedua sisi tubuh, dari leher sampai paha. Bulu yang tergantung dari leher depan bawah sebagian besar berwarna abu-abu, beberapa hitam, abu-abu atau putih. Penutup sayap bawah abu-abu. Penutup ekor bawah hitam, dengan dasar putih tidak merata. Paha cokelat-kemerahan muda. Iris matanya oranye. Kulit pada lekuk matanya kuning kehijauan. Rahang bagian atas kecokelatan, sedangkan rahang bagian bawah kekuningan. Tungkai dan jari-jari bagian depan hitam, sedang bagian belakang dan bawah kuning pudar. Burung betina dan jantan sama, hanya pada burung betina bulu panjang pada tengkuk lebih pendek. Panjang yang jantan 96 sentimeter, sedangkan yang betina 95 sentimeter. Cangak ini liar. Habitatnya rawa, danau, bakau, dan sawah. Pada masa kembang biak, burung ini berkelompok; jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor. Satu pohon durian besar dapat menjadi tempat banyak sarang. Sarangnya dari batang kayu berlapis alang-alang. Telurnya 3—5 butir berwarna hijau kebiru-mudaan. Daerah penyebarannya meliputi India, Sri Lanka, Burma, Cina Selatan dari Yangtze dan Kepulauan Riu Kiu Selatan sampai Filipina, Kepulauan Sunda Besar, dan Sulawesi.
Cangak Kelabu jantan dan betina berukuran panjang 76 sentimeter. Warna burung jantan dan betina serupa. Bagian atas kepala, jambul, dan pita di belakang mata hitam keunguan. Sisanya dari bagian kepala berwarna putih. Penutup sayap luar dan ujung bulu panjang pada bahu keputihan. Bulu terbang hitam kebiruan. Bulu dada yang panjang putih. Belang hitam pada bulu panjang dan tiap sisi dada bersambungan dengan pita hitam pada bagian bawah tiap sisi tubuh. Pada sisi tubuh dan sayap terdapat garis-garis berwarna abu-abu. Bulu bagian bawah tubuh putih. Iris mata kuning emas. Di depan mata, pada bagian yang tidak berbulu, kulitnya berwarna kehijauan. Paruh berwarna kuning kehitaman dan bukaan paruhnya kecokelatan. Kakinya cokelat kehijauan dan kuning kehijauan. Paruhnya panjang, mampat, dan lurus. Leher dan kaki panjang. Sayap panjang dan bundar. Ekor pendek. Jari panjang dan ramping dengan selaput jari di antara jari luar dan jari tengah. Kuku di jari tengah bersisir. Gunanya untuk membersihkan bulu, setelah burung ini makan ikan. Pada sisi bagian pantat dan dada terdapat belang dari bulu halus yang berbeda. Cangak kelabu sering berjalan di perairan dangkal dengan langkah pelan dan leher dijulurkan. Namun lebih sering burung ini berdiri diam di tepi air dengan kepala dibenamkan di antara pundak, sementara mata selalu siaga mengawasi mangsa. Habitatnya danau,rawa, sungai, hutan bakau, tanah yang berlumpur, dan sawah. Pakan utamanya ikan, meskipun mamalia kecil, burung, keong, dan serangga juga dimakannya. Ikan besar dibawa ke darat dan dijepit dengan paruhnya sampai mati, sedangkan ikan kecil langsung ditelan.
Burung ini terbang dengan anggun dan khas, hingga mudah dikenali dari jarak jauh. Kepala ditarik ke belakang di antara pundak, kakinya yang panjang terentang ke belakang, sedangkan sayapnya yang bsar dan bundar dikepak-kepakkan dengan pelan dan berirama. Waktu terbang burung ini memperdengarkan suaranya yang kasar dan parau. Sarangnya yang besar, datar, dan sangat luas terbuat dari ranting dan batang kayu berlapis jerami dan dedaunan pada pohon tinggi. Beberapa pasangan berkembang biak dalam rombongan, baik dalam koloni sejenis maupun campuran. Kadang-kadang burung ini berkembang biak di padang ilalang. Sarangnya dari ilalang. Telurnya 2—3 butir, berukuran 5×4 sentimeter, bentuk oval, kulit agak kasar, berpori dan berkapur, dan tidak mengkilap. Warnanya hijau kebiruan muda, meskipun warna ini cepat luntur. Penyebaran cangak kelabu meliputi Afrika, Eurasia, India, Cina, Hainan, Taiwan, Kepulauan Sunda Besar, dan Filipina.
Cangak Besar mempunyai ukuran panjang total 114 sentimeter. Bulu seluruhnya abu-abu, lebih gelap pada leher dan bagian atas. Mahkota mendekati hitam, bulu panjang pucat menggantung dari tengkuk. Dagu dan kerongkongan putih, sisanya dari leher abu-abu kehitaman dan sebagian besar bulunya keputihan dengan ujung abu-abu mutiara muda. Bulu pada leher depan panjang, kaku dan sempit, kebanyakan berwarna abu-abu mutiara muda. Bulu bagian atas, termasuk bulu sayap dan ekor, berwarna abu-abu kehitaman. Khususnya bulu di daerah tengkuk lebih gelap. Beberapa bulu di daerah tulang belikat berujung memanjang berwarna keputihan. Bulu bagian bawah, termasuk penutup sayap bawah, berwarna abu-abu batu tulis. Tepi sayap bervariasi dengan bulu yang berwarna keputihan dengan garis-garis keputihan tidak terang pada dada dan perut. Paha hitam. Pada permukaan atas kadang-kadang terlihat warna hijau mengkilap, berminyak, dan suram. Iris matanya kuning terang. Kulit kelopak mata berwarna krom kehijauan. Paha kecokelatan. Sendi kaki diwarnai hijau, tapak kaki kuning keputihan. Paruh hitam, mandibula bawah bagian ujung sebelah dalam berwarna putih, dan pada dasar berwarna krom.
Cangak besar banyak ditemukan di hutan bakau, sungai yang sedang pasang, dan hutan terbuka di pantai berpasir. Burung ini kadang-kadang tidak takut dihampiri, meskipun tampak waspada dan sukar didekati. Burung ini makan pada waktu air surut, sedangkan pada waktu air tinggi bertengger di hutan bakau. Makanannya ikan kecil dan kepiting. Suaranya melengking tinggi, keras, dan sangat riuh.
Sarangnya dari ranting sebesar 91 sentimeter di atas pohon bakau. Telurnya 1—2 butir, berwarna hijau kebiruan muda, dengan ukuran 6 kali 4 sentimeter. Daerah penyebarannya meliputi pantai Burma sebelah Barat, Indocina, Thailand, Nikobar, Semenanjung Malaya, Klpulauan Sunda Besar, Filipina sampai Australia. Cangak Kecil ukuran panjangnya 60—70 senti-meter. Paruhnya yang cokelat gelap berwarna Iebih pucat pada dasar mandibula bawah. Bagian depan dan belakang mata putih. Bulu bagian atas dan sayap abu- abu. Perut abu-abu muda. Bulu terbang abu-abu gelap. Bulu panjang sempit dari leher bawah cokelat kemerahan muda. Terdapat bulu panjang di bagian belakang. Paha kuning. Bulu panjang sempit di belakang leher yang banyak terdapat pada masa kembang biak, akan berkurang atau tidak ada di luar masa itu. P ada burung muda, bulu muka berwarna abu-abu, bulu dagu putih. Bulu perut tersapu warna cokelat muda.
Tempat hidupnya padang rumput, bendungan, tanah pertanian, perkebunan, dan kebanyakan tanah basah, termasuk yang disebabkan oleh pasang naik dan surut yang rata. Sering burung ini tampak bertengger di atas pohon atau tiang. Penyebarannya di Kepulauan Sunda Kecil dari Lombok kearah Timur, Sulawesi, Timor, Kaledonia Baru, Australia, dan Selandia Baru.

PENGERTIAN BURUNG CANGAK-CANGAKAN | ok-review | 4.5