PENGERTIAN BIAYA PENYIMPANAN PERSEDIAAN

By On Thursday, January 23rd, 2014 Categories : Ekonomi

STOCKHOLDING (INVENTORY) COST / BIAYA PENYIMPANAN PERSEDIAAN adalah biaya yang harus ditanggung perusahaan karena pengadaan PERSEDIAAN (STOCKS) produk- produk jadi dan bahan-bahan mentah dalam usaha untuk memberikan pelayanan yang segera pada pelanggan, atau untuk mencegah gangguan terhadap produksi yang disebabkan oleh kurangnya bahan. Biaya persediaan mencakup biaya ruangan gudang, asuransi, pembusukan dan kadaluarsa dari barang-barang yang disimpan, dan bunga modal yang ditanam dalam persediaan. Biaya-biaya tersebut secara kasar adalah proporsional terhadap nilai simpanan persediaan, dan untuk meminimisasi biaya-biaya tersebut, tingkat persediaan yang ada harus dijaga agar tetap rendah. Di pihak lain, perusahaan-perusahaan juga mengeluarkan biaya untuk pesanan dan pengiriman barang persediaan seperti berkomunikasi dengan para pemasok, transaksi akuntansi, transpor, pembongkaran dan pemeriksaan barang-barang. Sebagian besar biaya pemesanan dan pengiriman tersebut akan tetap sama tanpa memperhatikan besarnya pesanan.
Karena sebagian besar biaya-biaya pemesanan dan pengiriman merupakan biaya tetap, maka dalam usaha untuk mengurangi biaya-biaya ini, perusahaan sebaiknya melakukan pesanan-pesanan yang besar dengan interval waktu yang jarang, dan kebijakan yang demikian akan mempunyai keuntungan tambahan berupa potongan harga, karena pembelian dilakukan dalam jumlah besar. Bagaimanapun juga, apabila pesanan-pesanan dilakukan dalam waktu yang jarang maka persediaan, dan juga biaya penyimpanan, akan menjadi tinggi. Untuk mencapai suatu keseimbangan antara kedua kelompok ini, perusahaan harus menetapkan kuantitas pesanan optimum atau ekonomis yang meminimalkan biaya persediaan total, dan menggunakan prosedur PENGENDALIAN PERSEDIAAN (STOCK CONTROL) yang cocok untuk mempertahankan persediaan pada tingkat ini. Lihat JUST-IN-TIME SYSTEM.

PENGERTIAN BIAYA PENYIMPANAN PERSEDIAAN | ok-review | 4.5