PENGERTIAN BATAS TEKANAN EKSTERNAL

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Psikologi

Cara yang paling langsung untuk meningkatkan ketaatan adalah dengan menekan individu; yang dapat dilakukan melalui ancaman, ganjaran, permintaan langsung, atau tekanan sosial. Dapat juga diperlihatkan model yang sedang melakukan apa yang dikehendaki peneliti. Pendekatan yang lain adalah dengan menempatkan orang itu dalam situasi terkendali yang dirancang untuk memberikan tekanan secara halus sehingga orang tersebut mengalami kesulitan untuk menolak. Dalam tehnik ini kita perlu memberikan kesan bahwa subjek diharapkan untuk taat, bahwa kemungkinan tidak taat tidak pernah diperhitungkan, bahwa peneliti sangat bergantung pada orang itu, dan bahwa dengan memasuki situasi tersebut berarti orang itu telah menunjukkan sekedar kesediaan untuk taat. Faktor lain dalam teknik ini adalah asumsi tentang tanggung jawab yang dipikul oleh orang lain selain subjek sendiri. Peneliti atau orang lain tersebut membebaskan individu dari tanggung jawab pribadi, sehingga dia merasa lebih bebas untuk melakukan apa pun yang dikehendaki. Akibatnya bukan merupakan tanggung jawab atau kesalahan subjek. Prosedur-prosedur ini cenderung men- ningkatkan ketaatan. Namun, prosedur tersebut tidak selalu berhasil diterapkan dengan mudah dalam kehidupan nyata. Orang yang berusaha menumbuhkan ketaatan seringkah tidak mengendalikan ganjaran, ancaman, atau pembenaran; dan jarang sekali orang mampu mengendalikan situasi tepat untuk menghasilkan kondisi yang diperlukan agar orang sulit menolak. Dalam keadaan yang tidak terlalu ideal, orang mudah menolak permintaan yang sederhana sekalipun. Kadang-kadang tingkat tekanan eksternal yang dianggap mungkin atau tepat untuk digunakan justru menghasilkan ketaatan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Prajurit sejati menolak untuk membocorkan rahasia maskipun disiksa; pecandu rokok menolak untuk berhenti merokok meskipun ada bahaya kanker dan penyakit jantung; penulis surat menolak untuk menggunakan kode pos meskipun ada berbagai ancaman atau bujukan dari pihak Kantor Pos. Dalam kasus-kasus ini, peningkatan tekanan eksternal akan meningkatkan, tidak dapat meningkatkan tekanan melebihi titik tertentu. Di samping itu, kadang-kadang peningkatan tekanan justru menurunkan tingkat ketaatan. Dalam situasi tertentu, tekanan yang terlalu besar menyebabkan orang me¬lakukan hal yang sebaliknya. Serangkaian penelitian yang dilakukan di Universitas Duke oleh Brehm (1966) menelaah gejala ini, yang disebutnya reaktansi. Gagasan yang mendasari penelitian Brehm adalah bahwa orang cenderung mempertahankan kebebasannya untuk bertindak. Bila kebebasan ini terancam, dia akan berusaha semampu mungkin untuk memulihkannya. Jika peningkatan tekanan dipandang sebagai ancaman terhadap kebebasan bertindak, orang akan melindunginya dengan menolak untuk taat atau dengan melakukan sesuatu yang berlawanan dengan apa yang diminta. Kita sering melihat seorang anak yang ketika disuruh melakukan sesuatu mengatakan “Tidak mau.” Tetapi ketika orang tuanya mengatakan “Baik, kamu tidak usah melakukannya/’ anak itu justru pergi dan melakukan apa yang diminta. Perilaku ini juga muncul di kalangan orang dewasa.
Peragaan yang paling jelas mengenai reaktansi ini adalah eksperimen (Brehm & Sensenig, 1966) di mana subjek diberi kesempatan untuk memilih salah satu di antara dua masalah yang harus dikerjakan. Pada hakikatnya, kedua masalah itu identik, tetapi subjek diberitahu bahwa sebagian orang lebih mampu mengerjakan yang satu sedangkan sebagian lagi lebih mampu mengerjakan yang lain, dan penelitian memberikan kebebasan bagi mereka untuk memilih. Dalam situasi yang sederhana ini diberikan tekanan eksternal dalam bentuk catatan dari subjek lain yang seakan-akan menentukan pilihan yang sama di ruang lain. Dalam kondisi pertama, pada catatan itu tertulis, “Saya memilih masalah A.” Subjek lain mengungkapkan suatu pilihan, dan ini merupakan tekanan bagi subjek untuk menyetujui pilihan tersebut. Dalam kondisi kedua, pada catatan itu terulis, “Menurut saya kita berdua harus memilih masalah A.” Melalui catatan ini, subjek lain tidak hanya mengemukakan suatu pilihan, tetapi juga berusaha mempengaruhi pilihan subjek secara langsung. Meskipun tekanan eksternal dalam siatu- asi kedua lebih besar, tekanan itu justru menimbulkan tingkat ketaatan yang lebih rendah. Dalam kondisi tekanan rendah lebih dari 70 persen subjek menunjukkan dengan memilih masalah yang disarankan dalam catatan itu. Dalam kondisi tekanan tinggi, hanya 40 persen yang menunjukkan ketaatan 60 persen memilih masalah yang lain. Penelitian ini memperlihatkan bahwa peluang untuk memberikan tekanan yang lebih besar tidak selalu menghasilkan akibat yang diharapkan. Kadang-kadang hal itu justru menjadi bumerang dan menimbulkan pengaruh yang lebih kecil. Efek reaktansi ini terlihat dalam berbagai situasi, dan tampaknya mempengaruhi sikap maupun perilaku. Batas tekanan eksternal yang lain adalah bahwa pembenaran yang berlebihan mengurangi ketaatan, seperti yang telah dibahas dalam Bab 5 (Deci, 1971; Lepper dkk., 1973). Tidak selalu benar bahwa semakin besar ganjaran semakin efektif pengaruhnya untuk membuat orang melakukan sesuatu. Mungkin benar bahwa ganjaran yang lebih besar akan lebih efektif selama orang masih bersedia memberikan ganjaran tersebut. Namun, seringkali kita menggunakan ganjaran sekedar supaya orang menunjukkan, kemudian menghentikan pemberian ganjaran itu dan mengharapkan orang tersebut terus menampilkan perilaku yang diinginkan. Misalnya, kita memberikan kue tambahan kepada seorang anak agar dia mau membenahi tempat tidurnya, atau memberikan hadiah kepada suatu kelas supaya mereka mau membuat lukisan jari. Pemasang iklan seringkali memberikan ganjaran dalam bentuk hadiah atau kupon supaya orang mau mencoba produk mereka. Dalam contoh- contoh tersebut, orang yang. memberikan ganjaran tidak bermaksud memberikannya terus menerus.
Dipandang dari segi ketaatan, implikasi dari penelitian tentang pembenaran yang berlebihan adalah bahwa ganjaran kadang- kadang dapat merugikan. Bila suatu kegiatan pada hakikatnya tidak menarik, atau bahkan tidak menyenangkan, mungkin ganjaran dapat membantu karena akan meningkatkan kemungkinan timbulnya ketaatan. Dan karena tugas tersebut tidak menyenangkan, tidak ada minat untuk mengerjakannya. Tetapi bila suatu kegiatan pada dasarnya menyenangkan atau memuaskan, pemberian ganjaran bisa menurunkan tingkat ketaatan di saat-saat selanjutnya. Bila, menurut pendapat Anda, seorang anak bisa belajar memperoleh kepuasan dari kegiatan membersihkan kamar, pemberian ganjaran yang terlalu banyak akan mengurangi kemungkinan dia melakukan tindakan tersebut. Demikian juga, bila kita memberikan ganjaran kepada seseorang supaya menjadi altruistik, supaya menolong orang lain, atau supaya menjadi warga yang bertanggung jawab, kita akan menyebabkan dia menjadi warga yang kurang baik bila kita tidak memberikan ganjaran terus menerus. Kadang-kadang pengaruh ganjaran terbatas dan bergantung pada minat awal terhadap suatu kegiatan, dan apakah jumlah ganjaran itu terlalu besar untuk kegiatan tersebut.

PENGERTIAN BATAS TEKANAN EKSTERNAL | ok-review | 4.5