PENGERTIAN BANK KOMERSIL ATAU BANK KLIRING

By On Friday, December 6th, 2013 Categories : Ekonomi

COMMERCIAL BANK OR CLEARING BANK / BANK KOMERSIL ATAU BANK KLIRING adalah bank yang menerima deposito dari nasabah dan menyediakan jasa alat pembayaran (CEK/CHEQUES) , bersama-sama dengan jasa tabungan dan fasilitas pinjaman. Bank komersil di Inggris dilaksanakan dengan sistem jaringan kerja kantor cabang yang berhubungan satu sama lainnya, tersebar sesuai dengan kebutuhan tingkat lokal dan regional dan memberikan izin kepada bank- bank utama seperti Barclays dan NatWest untuk meliput pasar secara nasional. Belakangan ini, bank-bank utama telah mengadakan globalisasi kegiatannya untuk memberikan pelayanan tradisional kepada perusahaan-perusahaan internasional dan melakukan diversifikasi produk jasa keuangan seperti pengaturan HIPOTEK (MORTGAGI), ASURANSI (INSURANCE) , PENJAMIN INVESTASI (UNFT TRUST) , dan PENJUALAN/PEMBELIAN SAHAM (:SHAKE PUR-CHASE/SALE)
Bank mempunyai dua jenis deposito:
(a) rekening koran, yang dapat melakukan penarikan uang atas permintaan nasabah, untuk pembayaran pengeluaran sehari-hari, transaksi perorangan dan perusahaan, dan juga pembayaran reguler (cicilan). Sekarang ini bank-bank umumnya membayar bunga atas rekening koran.
(b) deposito berjangka, atau rekening deposito, yang biasanya dapat /’ diambil berdasarkan pemberitahuan terlebih dahulu kepada bank dan ^ biasanya berbentuk tabungan perorangan atau tabungan perusahaan yang ditujukan untuk membiayai keperluan yang di luar kebiasaan. Pembayaran bunga dilakukan untuk jenis deposito ini, biasanya di atas tingkat bunga rekening koran, untuk merangsang nasabah mendepositokan uangnya dalam jangka panjang, sehingga memberikan stabilitas terhadap keuangan bank.
Nasabah diperkenankan untuk mengambil uang depositonya dengan berbagai cara: pengambilan uang kas secara langsung, yang masih banyak dilakukan dan kemudian ditambah lagi dengan penggunaan cek/kartu kas untuk kenyamanan yang lebih baik (cek/kartu kas dapat dipakai untuk mengambil uang dari mesin penyalur uang di luar jam kantor). Namun demikian, transaksi bank yang lebih besar dapat juga dilakukan dengan cek atau KARTU KREDIT (CREDIT CARD) dan dengan beberapa fasilitas seperti “pesanan tetap (standing order)” atau “hutang langsung (direct debits)”. Pembayaran dengan cek merupakan bentuk yang sangat umum dari pembayaran bukan dengan uang kontan. Pengambilan uang dengan cek membantu seseorang atau badan usaha untuk menerima pembayaran dan memberi kuasa kepada banknya untuk membayar dengan menandatangani cek kepada penerima yang selanjutnya mendepositokan cek tersebut di bank di penerima. Cek tersebut akan diselesaikan perhitungannya antara bank di LEMBAGA KLIRING (CLEARING HOUSE SYSTEM), di mana rekening nasabah dibukukan sesuai dengan pengeluaran dan pemasukannya. Kartu kredit memungkinkan nasabah bank melakukan berbagai pembelian barang dan jasa secara kredit dalam jangka waktu tertentu yang kemudian dihitung sebagai hutang pada rekening koran seseorang atau dibayarkan sebagai suatu pinjaman (lihat keterangan berikut). Dengan perjanjian pesanan tetap, nasabah depositor menginstruksikan banknya untuk membayar sejumlah uang yang tetap dari rekeningnya ke rekening seseorang atau badan usaha yang memberikan kredit, sekali lagi melihatkan kegiatan debet dan kredit dari dua rekening. Dalam kasus hutang langsung, nasabah memberi hak kepada seseorang atau badan usaha kepada siapa dia berhutang untuk melakukan pengaturan melalui banknya membayar cicilan yang ditransfer dari rekeningnya; Bank komersil memberikan pinjaman kepada perorangan untuk membiayai pembelian berbagai produk, sementara bank-bank tersebut merupakan sumber utama modal kerja badan usaha yang meliputi pembelian aset jangka pendek, seperti bahan baku atau bahan penolong, dan pembiayaan pekerjaan yang sedang berjalan serta stok persediaan dari barang jadi. Pinjaman dapat berupa sejumlah uang dengan jangka waktu tertentu dan dengan tingkat bunga yang disepakati, atau dalam bentuk fasilitas overdraft, di mana seseorang atau badan usaha dapat meminjam sejumlah uang melebihi jumlah depositonya di bank tersebut sampai batas tertentu dan dikenakan bunga. Bank komersil mempunyai tujuan ganda atas kemampuannya mempertemukan penarikan uang atas permintaan dan mempergunakan uang tersebut untuk penggunaan yang menguntungkan. Hal ini mempengaruhi pola pemegangan aktivanya; proporsi dananya adalah dalam likuiditas yang tinggi (RASIO AKTIVA CADANGAN/RESERVE ASSET RATIO) termasuk UANG KAS ( TILL MONEY), REKENING DENGAN BANK SENTRAL (BALANCE WITH THE BANK OF ENGIAND), uang yang sedap saat dapat dipinjam (CALL MONEY) dengan PASAR UANG (DISCOUNT MARKET), SURAT-SURAT BERHARGA (BIIX OF CHANGE) dan OBLIGASI (TREASURYBILLS). Aktiva yang mempunyai likuiditas tinggi ini memungkinkan bank mendapatkan uang kontan dengan seketika apabila para nasabah mengambil uangnya, sehingga memberikan kepercayaan kepada masyarakat sebagai suatu tempat mendepositokan uangnya. Sisa uang lainnya dipergunakan bank untuk mendapatkan keuntungan dalam bentuk investasi portofolio di sektor saham dan surat-surat berharga yang berbunga tetap, bersama-sama dengan pemberian pinjaman dan overdraft (pemberian pinjaman di atas jumlah rekening seseorang atau badan usaha). DEPOSITO BANK (BANK DEPOSITS) adalah suatu elemen kunci dalam PERSEDIAAN UANG (MONEY SUPPLY) . Lihat BANK DEPOSIT CREATION, MONETARY POLICY, FINANCIAL SYSTEM.

PENGERTIAN BANK KOMERSIL ATAU BANK KLIRING | ok-review | 4.5