PENGERTIAN AWANISASI

By On Friday, April 4th, 2014 Categories : Antropologi, Budaya

PENGERTIAN AWANISASI – Suatu proses perubahan masyarakat atau kebudayaan untuk menjadikannya bersifat atau bercorak Jawa. Perubahan seperti ini merupakan suatu hal biasa dalam perkembangan kebudayaan di Indonesia. Hal ini dapat dimaklumi karena di sam­ping masyarakat Jawa merupakan bagian terbesar dari masyarakat Nusantara (Indonesia), umumnya orang mengakui bahwa kebudayaan Jawa merupakan salah satu bagian budaya Nusantara yang tinggi mutunya dan tua umurnya. Oleh sebab itu, kebudayaan Jawa memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan pengembangan kebudayaan Indonesia.
Dalam perkembangan peradaban manusia, perte­muan dan perubahan suatu kebudayaan merupakan suatu hal biasa. Pada jaman modern dengan kemaju­an teknologi informasi secanggih sekarang, hal itu ti­dak mungkin dihindarkan. Bagi negara kesatuan Re­publik Indonesia yang menganut Wawasan Nusantara, masalah Jawanisasi itu sebenarnya tidak perlu men­jadi persoalan, karena kebudayaan-kebudayaan dae­rah yang ada di Indonesia itu akan terintegrasikan da­lam suatu wadah, yaitu kebudayaan Indonesia. Me­mang kita belum dapat meramalkan secara pasti ba­gaimanakah bentuk dan corak kebudayaan Indonesia modern nanti, tetapi keterbukaan dan saling ketergan­tungan ikut mempengaruhi perkembangan kebudaya­an Indonesia.
Mempersoalkan, apalagi membuat pengkotak- kotakan antara Jawa dan non-Jawa, selain hanya akan memecah belah bangsa Indonesia, pada dasarnya ju­ga tidak relevan dalam pembangunan sekarang ini. Selain telah disatukan dalam satu wawasan, yakni Wawaasan Nusantara, negara dan bangsa Indonesia te­lah pula disatukan dalam Pancasila sebagai satu- satunya asas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sifat atau corak ragam masyarakat dan kebudayaan daerah, Jawa dan luar Jawa, Jawa dan non-Jawa, sama kedudukannya dan diakui sebagai ke­majemukan dan kekayaan bangsa Indonesia. Meski­pun sering dirasakan bahwa kemajemukan itu dapat menjadi kendala upaya meningkatkan persatuan bang­sa, hal itu tidak merupakan halangan bagi bangsa Indonesia untuk bersatu sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Kemajemukan atau pluralisme Indonesia tetap dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Masalah Jawanisasi sering dikaitkan dengan transmigrasi. Di samping mendapat pujian, program transmigrasi yang dilaksanakan pemerintah telah pula menimbulkan ketidaksenangan beberapa kalangan di luar negeri. Sekitar tahun 1985/1986, kalangan yang tidak j senang itu menyebarkan isu-isu yang sangat bertentangan dengan tujuan dan hasil pelaksanaan program transmigrasi di Indonesia. Program transmigrasi itu, 5 khususnya ke Pulau Irian Jaya, diisukan sebagai Javanisasi atau kolonisasi. Program transmigrasi di­sebut program pemindahan kemiskinan dari Jawa ke luar Jawa, program pemusnahan lingkungan, khusus­nya hutan tropis, penindasan yang tidak manusiawi, dan invasi kultural pemerintah pusat terhadap penduduk Irian Jaya.
Isu yang bermula dari Negeri Belanda ini telah pula termakan oleh beberapa anggota parlemen di Eropa Barat. Atas dasar itulah mereka mengirim surat ke­pada Menteri Transmigrasi, Martono, yang isinya mendesak agar program transmigrasi diperbaiki. Isu sejenis juga muncul di Australia, antara lain dalam bentuk sebuah artikel tulisan David Jenkins di Sydney Morning Herald, tanggal 10 April 1986, yang isinya juga mendiskreditkan pemerintah Indonesia. Menurut Martono, di Australia beredar tiga macam isu tentang program transmigrasi, yakni sebagai program pemus­nahan kebudayaan asli pulau setempat, pengambilan paksa lahan-lahan untuk lokasi transmigran, dan ren­cana suatu invasi.
Isu semacam itu juga dilontarkan oleh Organisasi Amnesti Internasional, yang menyebarkan pamflet berisi kecaman terhadap pemerintah Indonesia. Orga­nisasi ini bahkan mendesak Bank Dunia untuk meng­hentikan bantuan kepada Indonesia. Beberapa tahun lalu, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang bermarkas di Jenewa pernah pula mengecam program itu, dengan mengatakannya sebagai suatu usaha un­tuk melakukan kerja paksa.
Dalam kaitan ini, kiranya tugas para diplomat Indonesia di luar negeri semakin perlu digarap secara matang. Selain melaksanakan tugas rutin yang selama ini telah dilaksanakan, para diplomat Indonesia ha­rus mampu menjelaskan bahwa program itu bukan Jawanisasi atau kolonisasi, melainkan usaha untuk menjaga keseimbangan lingkungan di Pulau Jawa, membuka dan memperluas lahan pertanian, khusus­nya di luar Jawa, meningkatkan produksi pangan un­tuk kepentingan semua penduduk, dan membantu pembangunan daerah di luar Jawa.

PENGERTIAN AWANISASI | ok-review | 4.5