PENGERTIAN ASPEK PSIKIS ATAU PIKIRAN

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Psikologi

Dalam The Ego and Id (1923), Freud merangkum berbagai ide yang telah ia rintis dalam karya- karya terdahulu dan menampilkan konseptualisasi yang lebih formal mengenai aspek psikis atau pikiran yang dipandang sebagai suatu sistem energi yang mengambil bentuk kekuatan-kekuatan yang saling mempengaruhi dan berinteraksi, serta acapkali berbenturan. Freud mengisyaratkan bahwa kekuatan-kekuatan itu secara umum ada tiga jenis. Bentuk yang paling dasar dan primitif, yang merupakan sumber semua energi instingtif, ia namakan id. (Dua bentuk lain adalah ego aspek diri yang perseptual dan integratif dan superego yang kira-kira sama dengan hati nurani). Energi id dilepaskan melalui tindakan yang menyerap energi atau fantasi yang sesuai, dan menimbulkan kenikmatan tertentu. Kalau dorongan itu tidak bisa secara langsung disalurkan melalui tindakan atau fantasi, ketegangan akan terjadi. Menurut teori Freud, bayi-bayi yang masih kecil itu dikuasai oleh impuls-impuls id. Jika kebutuhan mereka tidak dipenuhi, ketegangan akan meningkat dan mereka menangis sampai diberi susu atau disusui. Setelah mereka terpuaskan, ketegangan hilang dan mereka kembali tenang. Id merupakan bagian psikis yang bersifat insting dan bawaan. Dalam mengembangkan konsep ini Freud memperluas gagasan mengenai alam bawah sadar, dengan memasukkan konsep kepribadian yang tertekan, serta dasar-dasar biologis dari kepribadian, ld hanya mengikuti kehendak kenikmatan tanpa mementingkan realitas atau logika (proses utama’). Gratifikasinya bisa datang melalui fantasi, dan dorongannya bisa jadi dipindahkan kepada obyek-obyek lain. (Berlawanan dengan ego, kendati juga mencari kenikmatan, mengikuti prinsip realitas dan proses sekundernya memperhitungkan dunia eksternal).
Kendati ego merupakan pelaksana bagi psikis dan id ‘tidak memiliki kehendak sendiri’, Freud secara jelas memandang id lebih primer, dengan melihatnya sebagai sumber semua energi dan sebagai ekspresi ‘tujuan sejati kehidupan individual organisme’, Dalam menguraikan hubungan antara ego dan id, ia menarik analogi antara kuda dan pengendaranya. Freud mengatakan, “Seperti halnya pengendara yang acapkali tidak memiliki apa-apa jika ia ingin bebas dari kudanya, tapi untuk mengendalikannya ke mana dia ingin pergi, demikian pula ego juga dibiasakan untuk menerjemahkan keinginan id menjadi tindakan seolah-olah keinginan itu keinginannya sendiri”. Karena psikoanalisis adalah studi alam bawah- sadar Freud yang utama, maka ‘psikoanalisis dapat dikatakan sebagai semacam psikologi id dan efeknya terhadap ego.’ Patut dicatat bahwa Freud tidak pernah memakai kata id itu. Istilah asli dari Freud adalah das Es, yang secara harfiah artinya ‘sang itu’ (the it). Istilah ini lebih efekif untuk menggambarkan berbagai bentuk impuls yang bertindak di luar dan kadangkala tanpa kendali sadar kita. Bettelheim (1985) mengecam para penerjemah karya Freud ke dalam bahasa Inggris karena memperkenalkan istilah yang ‘berbau ilmiah’, namun efeknya justru menjauhkan kita dari gagasan Freud.

PENGERTIAN ASPEK PSIKIS ATAU PIKIRAN | ok-review | 4.5