PENGERTIAN ARGUMEN SANGGAHAN

By On Sunday, November 24th, 2013 Categories : Psikologi

Anda membaca berita dalam koran mahasiswa tentang usulan untuk melarang semua mahasiswa mengendarai mobil ke kampus karena masalah parkir dan lalu lintas yang rumit di sekitar kampus. Menurut Anda, ini merupakan gagasan yang buruk. Dengan segera Anda berpikir tentang beberapa masalah serius yang akan timbul karena usulan tersebut. Anda mengenal mahasiswa yang tinggal di kota yang berjarak tiga puluh mil dari kampus, bagaimana mereka harus ke sekolah? Bis kota hanya melayani mahasiswa yang tinggal di sekitar kampus, tetapi tidak melayani mahasiswa lain, dan terlalu jauh bagi mahasiswa tersebut untuk berjalan kaki atau mengendarai sepeda. Beberapa mahasiswi harus praktikum atau belajar di perpustakaan sampai’ larut malam, dan hal ini mendatangkan risiko bagi mereka bila harus jalan kaki atau membonceng pulang ke rumah pada jam-jam tersebut. Anda mempunyai teman yang kuliah sambil bekerja, dan Anda tidak dapat membayangkan bagaimana mereka dapat menghadiri kuliahnya serta sampai ditempat kerja pada saat yang tepat apabila harus menggunakan bis. Dalam segala hal, Anda melihat begitu banyak argumentasi yang menentang larangan tersebut. Kadang-kadang penerima dapat menolak dengan mempertimbangkan dan secara aktif berusaha menyangkal argumen itu. Dia sanggup melakukan perdebatan dan berusaha menunjukkan pada dirinya sendiri bahwa pendapatnya memiliki lebih banyak kekuatan dari pada pendapat orang lain. Perdebatan ini bisa bersifat implisit atau eksplisit, verbal atau non-verbal, bahkan mungkin disadari atau tidak disadari. Dia dapat menentang komunikasi yang tidak sesuai itu, memberikan bukti yang mendukung pendapatnya sendiri, menunjukkan bahwa pihak lain tidak logis dan tidak konsisten, dan pada umumnya melakukan apa saja yang dapat dilakukannya untuk melemahkan dampak komunikasi tersebut. Dengan melakukan hal-hal ini, tekanan untuk melakukan perubahan akan berkurang. Mekanisme ini berbeda dengan mekanisme konsistensi yang menjelaskan tentang seseorang yang bertahan terhadap persuasi, tetapi yang tidak menggunakan keuntungan argumen.
Teori tanggapan kognitif adalah pernyataan utama dari pandangan argumen sanggahan ini. Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya, pandangan ini menggambarkan penerima sebagai orang yang tanggap terhadap komunikasi dengan serangkaian pemikiran tentang hal tersebut. Tanggapan kognitif ini menentukan keseluruhan tanggapan seseorang terhadap pesan. Tegapi perubahan sikap akan bergantung pada jumlah dan jenis argumen sanggahan yang dipacu oleh adanya pesan. Sebaliknya, persuasi dapat ditimbulkan dengan mencampuri proses argumen sanggahan. Bila orang tidak dapat memikirkan argumen sanggahan yang baik, atau dapat dialihkan dari pemikiran tentang hal itu pada saat sedang mendengarkan pesan, maka komunikator memiliki kesempatan yang lebih baik. Proses ini menggambarkan penerima sebagai orang yang secara aktif mengaitkan argumen-argumen baru dengan sikap dan keyakinan sebelumnya. Dalam melakukan hal itu, seseorang mengolah kembali sikapnya dan mempertimbangkan rincian komunikasi. Masalah yang timbul dengan cara pemecahan ini menjadi berlipat ganda: umumnya penerima agak malas, dan komunikator lebih termotivasi. Kebanyakan orang, hampir di setiap saat, tidak terlalu termotivasi untuk menganalisis hal pro dan kontra dari argumen yang rumit. Lebih dari itu, pesan-pesan persuasif biasanya dirancang agar sulit ditolak dengan dasar logika semata Tentu saja penggubah komunikasi menyajikan kasus semenarik mungkin dan pada umumnya memiliki informasi yang lebih baik tentang topik tersebut daripada penerima. Oleh sebab itu, meskipun sanggahan terhadap komunikasi yang senjang merupakan cara pemecahan yang rasional, seringkah sulit untuk menggunakannya. Dengan demikian, terdapat empat gagasan sederhana untuk mencamkan sebab-sebab terjadinya perubahan sikap: mempelajari pesan 5 alih perasaan; mekanisme konsistensi, dan argumen sanggahan.

PENGERTIAN ARGUMEN SANGGAHAN | ok-review | 4.5