PENGERTIAN ANALISIS RISIKO

By On Wednesday, January 22nd, 2014 Categories : Ekonomi

RISK ANALYSIS / ANALISIS RISIKO adalah analisis sistematis dari tingkat risiko yang melekat pada perencanaan modal. Risiko mencerminkan variabilitas pengembalian yang diharapkan di masa yang akan datang dari suatu INVESTASI (INVESTMENT) modal dan teknik statistik tentang PELUANG (PROBABIIJTY) mungkin dapat diterapkan untuk membantu pengambilan suatu keputusan. Lihat juga CAPITAL BUDGETING, RISK AND UNCERTAINTY.
RISK AND UNCERTAINTY / RISIKO DAN KETIDAKPASTIAN adalah suatu potensi KERUGIAN (LOSS) dari .AKTIVA (ASSETS) dan INVESTASI (INVESTMENT) seorang individu atau sebuah perusahaan, sebagai akibat dari adanya fakta bahwa mereka beroperasi dalam suatu lingkungan ekonomi yang tidak pasti. Risiko-risiko tertentu dapat diasuransikan (contoh, risiko kebakaran atau pencurian saham-saham perusahaan), akan tetapi kemampuan perusahaan untuk tetap dapat hidup dan berkembang tidak dapat diasuransikan. Perusahaan itu sendiri harus menanggung risiko dari tempat pemasaran, di mana apabila perusahaan tidak dapat menjual produk-produknya maka ia akan menjadi bangkrut, dan apabila ia berhasil, maka ia akan memperoleh laba. Oleh karena itu, pengambilan risiko dipandang sebagai suatu bagian integral dari proses penawaran BARANG-BARANG (GOODS) dan JASA-JASA (SERVICES) , dan dalam penemuan produk-produk baru. LABA (PROFITS) juga dianggap sebagai suatu hadiah untuk pengambilan risiko yang berhasil.
Sepanjang para manajer tidak dapat mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, maka mereka dipaksa untuk merumuskan HARAPAN (EXPECTATIONS) atau menduga hasil yang paling mungkin dapat dicapai dari setiap keputusan yang diambil, dengan menggunakan suatu PELUANG (PROBABIUTY) statistik untuk mengetahui kemungkinan terjadinya suatu kejadian di masa yang akan datang. Seluruh perkiraan dari kemungkinan terjadinya kejadian di masa yang akan datang umumnya bersifat subjektif, walaupun kemungkinan hasil dari perkiraan adalah lebih baik dibandingkan bila hanya tergantung pada jumlah informasi yang tersedia. Apabila sejumlah besar informasi dapat digunakan sebagai dasar perkiraan, sehingga peluang statistik yang akurat dapat dirumuskan, maka kita dapat membicarakan lebih banyak tentang risiko daripada membicarakan ketidakpastian. Contoh, sebuah perusahaan asuransi yang berurusan dengan polis asuransi kebakaran dan klaim untuk sejumlah besar pengusaha manufaktur, akan mampu menghimpun statistic secara menyeluruh mengenai jumlah kebakaran dan kerusakan-kerusakan yang terjadi di masing-masing perusahaan dengan lebih lengkap, dan dapat menggunakan informasi ini untuk menduga kemungkinan terjadinya kebakaran dalam suatu jenis usaha. Informasi statistik yang lengkap ini memungkinkan perusahaan asuransi tersebut untuk menetapkan premi yang harus dibayar para pabrikan yang akan digunakan untuk mengganti kerugian-kerugian yang akan mereka derita apabila terjadi kebakaran, dan untuk memperoleh laba. Sebaliknya, sebuah pabrikan tunggal akan mengalami kesulitan untuk menduga kemungkinan kerugian kebakaran / dan jumlah kerusakan yang diakibatkan, karena kejadian yang demikian masih merupakan suatu pengalaman yang unik bagi pabrikan yang bersangkutan.
Dihadapkan dengan suatu kemungkinan untuk mengalami kebakaran, pabrikan dapat memilih apakah ia akan memikul risiko kerugian yang mungkin akan diderita dengan adanya suatu kebakaran, atau menghindari risiko kerusakan akibat kebakaran dengan cara membayar premi pada perusahaan asuransi untuk menanggung risiko tersebut. Contoh lainnya, pabrikan tersebut dapat mengambil risiko bahwa harga bahan-bahan mentah utamanya akan menjadi jauh lebih tinggi pada tahun berikutnya, atau ia sekarang dapat melakukan kontrak melalui PASAR MASA DEPAN (FUTURES MARKET) suatu komoditi, untuk membeli persediaan bahan-bahan mentah untuk penyerahan di masa yang akan datang pada suatu harga yang tetap. Ketidakpastian, tidak seperti risiko, muncul dari perubahan-perubahan yang sulit untuk diramalkan atau dari kejadian-kejadian di mana kemungkinan untuk terjadi tidak dapat diramalkan secara tepat. Sayangnya, banyak keputusan-keputusan manajemen termasuk dalam kategori ini, karena kejadian-kejadian tersebut sangat jarang terulang kembali dan hanya ada sedikit data lampau yang tersedia untuk digunakan sebagai suatu petunjuk untuk masa yang akan datang. Ketidakpastian pasar atas kemungkinan timbulnya suatu kerugian dengan diluncurkannya suatu produk baru, hanya dapat diukur oleh para manajer dengan cara menggabungkan data yang tersedia secara terbatas dengan pertimbangan dan pengalaman mereka. Para manajer dapat meningkatkan estimasi subjektif mereka tentang masa depan dengan cara mengumpulkan informasi dari peramalan-peramalan, penelitian pasar, studi-studi kelayakan, dan lain sebagainya, akan tetapi mereka perlu untuk menyeimbangkan biaya pengumpulan informasi tersebut terhadap nilainya dalam meningkatkan keputusan. Apabila biaya informasi menjadi penghalang, maka para manajer mungkin dapat beralih pada bermacam- macam PETUNJUK PRAKTIS (RULE OF THUMB) seperti penetapan harga dengan biaya penuh yang memberikan keputusan-keputusan yang cukup baik dan beralasan (walaupun tidak optimal).
TEORI PERUSAHAAN (THEORY or THE FIRM) tradisional menggambarkan suatu perusahaan yang dibekali dengan pengetahuan yang sempurna tentang biaya-biaya dan hasil-hasilnya di masa yang akan datang, akan membuat keputusan-keputusan tentang penetapan harga dan output atas dasar suatu bobot marginal dari biaya dan pendapatan. Adanya asumsi pengetahuan yang sempurna ini mengundang kritik atas sudut pandang yang telah diuraikan di atas.
Lihat ENTREPRENEUR, HEDGING, RISK PREMIUM, SCHUMPETER.
RISK CAPITAL / MODAL RISIKO adalah setiap modal usaha yang ditanamkan oleh seorang pengusaha individu atau kelompok PEMEGANG SAHAM BIASA (ORDINARY SHAREHOLDERS) yang mengandung beberapa risiko kerugian apabila perusahaan tersebut mengalami kegagalan. Lihat RISK AND UNCERTAINTY, VENTURE CAPITAL.
RISK PREMIUM / PREMI RISIKO adalah pengembalian tambahan pada suatu INVESTASI (INVESTMENT) yang dibutuhkan oleh seorang individu dan manajer usaha sebagai ganti rugi terhadap RISIKO (RISK) kerugian yang akan ditanggung apabila investasi yang dilakukan mengalami kegagalan. Para investor OBLIGASI (BONDS) pemerintah, di mana risiko kegagalan peminjam sangat kecil, akan meminta suatu pengembalian yang lebih rendah dibandingkan dengan pengembalian yang akan mereka minta apabila mereka melakukan investasi pada, misalnya, sebuah perusahaan kecil dan yang baru didirikan, di mana terdapat suatu risiko yang cukup besar akan gagal sehingga para investor akan kehilangan sebagian atau mungkin seluruh investasinya. Sikap terhadap risiko tergantung pada kepribadian investor, sebagian investor menjadi sangat berhati-hati dan tidak berani mengambil risiko, dan akan meminta suatu premi yang besar untuk risiko yang mereka ambil. Premi risiko yang diminta oleh para investor juga dipengaruhi oleh ukuran dari keuntungan atau kerugian potensial yang mungkin dialami. Contoh, apabila sebuah proyek investasi mempunyai risiko kerugian yang demikian besar sehingga membahayakan kontinuitas keberadaan dari perusahaan, maka para manajer akan cenderung menjadi lebih berhati-hati terhadap risiko-risiko tersebut.

PENGERTIAN ANALISIS RISIKO | ok-review | 4.5