PENGERTIAN ANALISIS PERISTIWA SEJARAH

By On Monday, October 21st, 2013 Categories : Antropologi

Analisis peristiwa-sejarah mendasarkan diri terutama pada hipotesis yang menyatakan bahwa perilaku manusia muncul dari suatu proses stokastik. Tujuan analisis ini cukup luas, yakni memperkirakan distribusi probabilita jalur hidup tertentu pada sebagian anggota masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Peristiwa-sejarah individual dinyatakannya tercipta dari suatu proses yang kompleks, yang berkembang selama rentang kehidupan itu sendiri, yang tidak pemah lepas dari berbagai pengaruh kondisi historis, ekonomi, politik dan sosial. Proses ini dipengaruhi oleh struktur-struktur sosial namun pada gilirannya proses itu juga menimbulkan pengaruh secara dualistik. Selama 1970-an dan 1980-an, jumlah data hidup-sejarah yang dapat diandalkan dari serangkaian survei (fertilitas, keluarga, pekerjaan, dan migrasi) terus bertambah. Dalam waktu bersamaan teori-teori probabilita dan metodologi statistik juga terus berkembang sehingga me munculkan teknik-teknik yang lebih baik untuk mengolah data-data tersebut. Salah satu teknik itu adalah analisis peritiwa-seiarah yang kini digunakan di berbagai disiplin ilmu terutama demografi ekonometrik dan sosiologi. Model-model tradisional berfokus pada peristiwa tunggal atau rentetan peristiwa yang bermiripan seperti rentetan kelahiran dari seorang wanita. Frekuensi kejadiannya dipelajari melalui suatu perspektif temporal dinamis yang menyusun model melalui fungsi probabilita kejadian dengan memperhitungkan informasi yang acapkali tidak lengkap akibat adanya mekanisme sensor.
Namun karena setiap peristiwa atau pengalaman individu senantiasa bervariasi (baik itu yang menyangkut pekerjaan, pendidikan, migrasi, keluarga dan unsur-unsur sejarah individu lainnya), studi sejarah paralel dan interaktif itu mensyaratkan model majemuk yang jauh lebih kompleks guna memungkinkan dipahaminya interaksi antara dua atau lebih proses dan agar analisisnya dapat dikembangkan sehingga bisa menyentuh situasi-situasi yang lebih rumit. Model-model ini kemudian menciptakan berbagai konsep ketergantungan baru dalam ilmu-ilmu sosial, misalnya ketergantungan lokal. Kita dapat menformalkan gagasan bahwa proses kehidupan seseorang bisa mempengaruhi perkembangan situasi lokal atau sebaliknya. Di sisi lain kita juga perlu memperhitungkan heterogenitas dalam populasi untuk melacak dampak karakteristik-karakteristik individual tertentu yang ada kalanya ditentukan oleh situasi pada kurun waktu tertentu. Model-model regregsi semiparametrik yang pertama kali dikembangkan oleh Cox (1972) secara luas digunakan untuk menganalisis heterogenitas dalam populasi itu serta dampak-dampaknya terhadap situasi kurun waktu tertentu yang memberikan pengaruh pada peristiwa-peristiwa yang mereka alami. Heterogenitas ini sendiri bersumber dari keluarga, pendidikan, atau secara lebih umum, dari sejarah kehidupan masa lalu dari individu yang bersangkutan. Berbeda dari model-model regresi standar, model-model tersebut terbebas dari kekeliruan peristilahan dan konsepsi sehingga tidak tercampur dengan heterogenitas yang tidak (perlu) diamati. Masalah itu sendiri sudah menjadi bahan perbincangan sejak lama karena acapkali menyulitkan dalam penyusunan model-model sebelumnya. Analisis peristiwa-sejarah telah memunculkan banyak inovasi di berbagai disiplin ilmu sosial dan kini melontarkan tantangan-tantangan baru bagi dilakukannya penelitian terhadap unit-unit sosial yang lebih kompleks seperti rumah tangga atau keluarga.

PENGERTIAN ANALISIS PERISTIWA SEJARAH | ok-review | 4.5