PENGERTIAN ANALISIS BIAYA-MANFAAT

By On Tuesday, December 3rd, 2013 Categories : Ekonomi

COST-BENEFIT ANALYSIS / ANALISIS BIAYA-MANFAAT adalah suatu teknik menghitung dan mengevaluasi BIAYA SOSIAL (SOCIAL COST) total dan keuntungan sosial total yang diperoleh dari suatu proyek ekonomi. Analisis biaya-manfaat biasanya dipergunakan oleh badan publik untuk mengevaluasi proyek investasi pemerintah skala besar seperti jalan raya utama, rel kereta api, dengan maksud menilai kesejahteraan atau manfaat sosial “bersih” yang akan bertambah kepada masyarakat dari royek tersebut. Biasanya kegiatan im melibatkan pihak sponsor yang memiliki pandangan luas dan berpikir untuk kepentingan panjang, daripada memberikannva kepada organisasi komersil yang hanya berkonsentrasi untuk keuntungan.
Prinsip-prinsip utama dari analisis biaya-manfaat meliputi empat pertanyaan kunci:
(a) biaya dan mafaat apa saja yang dicakup. Semua biaya dan keuntungan harus dihitung dan dirangking berdasarkan tujuan utama dari proyek sehingga biaya atau manfaat yang kecil dapat diabaikan. Hal ini membutuhkan pengertian yang hati-hati dari proyek dan perkiraan dari kelangsungan proyek, serta memperhitungkan EKSTERNALITIS (EXTERNALITIES) dan KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN SAMPINGAN (SECONDARY BENEFITS).
(b) bagaimana biaya dan manfaat dinilai. Penilaian terhadap biaya dan manfaat harus memperhatikan kemungkinan terjadinya perubanan harga relatif, tetapi bukan tingkat harga-harga umum, selama tingkat harga- harga umum yang terjadi pada tahun permulaan dijadikan menjadi dasar perhitungan. Walaupun harga-harga dasar biasanya dipergunakan untuk menilai biaya dan manfaat, kesulitan akan timbul apabila investasi proyek yang sangat besar mempengaruhi harga-harga relatif; pajak akan meningkatkan biaya sum berdaya input; harga tenaga keija dan sum berdaya lainnya terlalu menekan biaya sosial akibat pemakaian faktor-faktor input terebut dalam keadaan penawaran. Dalam beberapa kasus HARGA BAYANGAN (SHADOW PRICE) dibutuhkan untuk menetapkan biaya dan manfaat. Di samping itu terdapat masalah dalam menetapkan harga produk-produk yang TIDAK DAPAT DIRABA (INTANGIBLE ASSET) dan PRODUK-PRODUK KOLEKTIF ( COLLECTIVE PRODUCTS) .
(c) tingkat bunga yang dikenakan terhadap biaya dan manfaat. Hal ini diperlukan karena preferensi waktu sosial akan diatur dengan tingkat bunga yang lebih rendah dari preferensi waktu swasta, karena menghitung preferensi waktu sosial masa mendatang tidak begitu sulit; dan pertimbangan mengenai BIAYA PELUANG (OPPORTUNITY COST) yang mengurangi pengenaan tingkat bunga untuk proyek pemerintah karena kekawatiran bahwa proyek pemerintah kelas menengah dapat digantikan dengan baik oleh proyek sektor swasta jika kriteria-kriteria untuk kasus yang pertama mudah didapat.
(d) hambatan-hambatan yang relevan. Hambatan ini termasuk hambatan administrasi dan keuangan serta hambatan pemerataan kembali pendapatan. Pada prinsipnya, analisis biaya manfaaat ditujukan untuk keuntungan ekonomi yang efesien dari suatu proyek dan memberikan saran mengenai manfaat yang melebihi biaya yang didapat dari suatu proyek, tanpa mempersoalkan siapa yang mendapat keuntungan dan siapa yang menanggung biaya. Namun demikian apabila pejabat pengambil keputusan merasa bahwa pemerataan pendapatan yang berkaitan dengan proyek tidak dapat diterima, pemerintah dapat menolak proyek tersebut walaupun punya manfaat bersih. Suatu ketidakpastian selalu ada dalam estimasi biaya manfaat di waktu mendatang pada investasi proyek publik, dan analisis biaya-manfaat menghitung ketidakpastian ini dengan menguji kepekaan dari manfaat bersih akibat perubahan beberapa faktor seperti kelangsungan proyek dan tingkat bunga. Lihat WELFARE ECONOMICS, COST EFFECTIVINESS, TIME PREFERENCE, ENVIRONMENTAL AUDIT, VALUE FOR MONEY AUDIT, ENVIRONMENTAL IMPACT ASSESMENT.

PENGERTIAN ANALISIS BIAYA-MANFAAT | ok-review | 4.5