NEGARA TUJUAN TENAGA KERJA INDONESIA

By On Thursday, October 31st, 2013 Categories : Antropologi

Pada Pelita I dan Pelita II dari 19 negara yang menjadi negara tujuan tenaga kerja Indonesia, ternyata 32 persen tenaga kerja Indonesia memilih negara Belanda, namun memasuki Pelita III terjadi perubahan arah migrasi atau arah negara tujuan bekerja, yaitu para TKI sebagian besar (64 %) memilih Arab Saudi sebagai negara tujuan untuk bekerja. Sedangkan tahun 2004 yang bekerja di Arab Saudi sebanyak Tenaga kerja yang bekerja di Arab Saudi didominasi oleh pekerja perempuan sebagai penata laksana rumah tangga atau pembantu rumah tangga. Negara tujuan tenaga kerja Indonesia terbagai menjadi 4 kawasan, yaitu:
1. Kawasan Asia Pasifik yang terdiri dari negara: Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Jepang.
2. Kawasan Timur Tengah dan Afrika yang terdiri dari negara: Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, Oma, Yordania, yaman, Mesir.
3. Kawasan Amerika, yaitu negara Amerika Serikat
4. Eropa yang terdiri dari negara: Spanyol, Perancis, Belanda.
Timur Tengah dan Afrika rata-rata 205.612 orang per tahun atau sebanyak 50,5 persen. Kawasan Amerika dan Eropa sangat sedikit. Karena terkait dengan tenaga kerja asal Indonesia sebagian besar adalah buruh kasar dan pembantu rumah tangga. Jika tenaga tersebut akan bekerja di kawasan Amerika diperlukan kemahiran berbahasa Inggris atau bahasa Belanda untuk yang bekerja di Belanda, sementara tenaga kerja Indonesia dengan tingkat pendidikan yang relatif rer$ah penguasaan bahasa Inggris dan Belanda juga rendah. Untuk Kawasan Asia Pasifik tenaga kerja Indonesia sebagian besar bekerja di Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, Taiwan, Hongkong. Dari yang bekerja di Kawasan asia Pasifik lebih dari 70 persen bekerja di Malaysia, karena bahasa Malaysia hampir sama dengan bahasa Indonesia. Untuk Kawasan Timur Tengah dan Afrika ternyata hampir 90 persen bekerja di Negara Arab Saudi, dikarenakan permintaan tenaga kerja wanita untuk pembantu rumah tangga sangat tinggi setiap tahunnya, dan memang yang bekerja di Arab saudi tahun 2004 sebanyak 93 persen adalah wanita, dan tahun 2005 sebanyak 92,4 % adalah wanita dan lebih dari 90 persen. Selain itu Arab Saudi tidak terlalu ketat mensyaratkan penguasaan bahasa Inggris atau bahasa Arab.

NEGARA TUJUAN TENAGA KERJA INDONESIA | ok-review | 4.5