NAIKNYA PERMUKAAN AIR LAUT AKIBAT PEMANASAN GLOBAL

By On Wednesday, November 13th, 2013 Categories : Ilmu Alam

Proses pembakaran energi dari Bumi ini ternyata menghasilkan gas buangan yang berupa karbon dioksida. Otomatis, kadar lapisan gas rumah kaca yang menahan dan memantulkan kembali udara panas ke Bumi menjadi semakin banyak. Di Kairo pada Agustus 1998 tercatat suhu udara menembus angka 41° C. pada Agustus 1998 di Sidney Australia terjadi badai besar disertai hujan dengan curah hujan mencapai tiga kali ukuran norma! Sementara di Indonesia, Meksiko dan Spanyol terjadi musim kering berkepanjangan akibat dipicu oleh badai tropis yang berujung pada terbakarnya hutan dengan luasan kumulatif mencapai jutaan hektar. Naiknya permukaan air laut di kawasan Kepulauan Bermuda Amerika Tengah dilaporkan bahwa air laut telah meluap melampaui batas air payau dan memusnahkan areal hutan bakau di kawasan tersebut. Di Fiji terjadi penyusutan garis pantai sepanjang 15 Cm/ thn selama 90 tahun terakhir ini. Berdasarkan hasil penelitian IPCC (1990) permukaan air laut telah naik sekitar 10-20 Cm pada masa abad terakhir ini. Bila angka kenaikan permukaan air laut ini sampai menyentuh kisaran angka 20-50 Cm maka habitat didaerah pantai akan mengalami gangguan bahkan musnah. Peningkatan sebesar 1 meter diprediksi akan mampu menggusur puluhan juta orang akibat terendamnya kota dan desa dikawasan pesisir, lahan pertanian produktif akan hancur terendam dan persediaan air tawar akan tercemar. Profesor Chris Thomas dari Universitas Leeds Inggris dengan mempergunakan simulasi komputer, memperkirakan lebih dari sejuta species akan terancam punah pada tahun 2050, sedangkan species yang masih bertahan tidak akan lagi memiliki habitat tyang nyaman, semen-tara sebagian lainnya harus bermigrasi cukup jauh untuk memperoleh tempat hidup yang sesuai guna mendukung kehidupannya. Simulasi ini diperkirakan cukup akurat mengingat sebuah penelitian di California dilaporkan Kupu-kupu jenis Edith Checkerspot telah mulai menghilang seiring naiknya suhu udara di kawasan tersebut. Sementara itu populasi penguin jenis Adeline di Antartika berkurang 33 % dalam masa 25 tahun terakhir akibat surutnya permukaan lautan es.
Team peneliti dari Kanada melaporkan bahwa jumlah rusa kutub Peary menurun drastis jumlahnya dari 24.000 pada tahun”1961 menjadi hanya sekitar 1.000 pada tahun 1997 akibat perubahan iklim yang cukup ekstrim. Penyebaran berbagai penyakit, peningkatan suhu udara ter-nyata juga mulai memicu munculnya beberapa serangan penyakit yang sebelumnya belum pernah ada pada daerah tertentu,, Di kawasan pegunungan Andes Kolumbia, Amerika Tengah dengan ketinggian 1.000 – 2.195 m dpi dilaporkan muncul nyamuk penyebab penyakit malaria, demam berdarah dan demam kuning. Pada tahun 1997 di Papua, penyakit malaria terdeteksi untuk pertama kalinya pada pemukiman di ketinggian 2.100 m dpi. Meskipun dampak yang ditimbulkan akibat pemanasan global amatlah mengerikan dalam hal ini maka ita harus berbuat sesuatu. Kalau Bumi terus menerus terkena pemanasan ini, bahaya besar lainnya akan muncul, atau bahkan sudah terjadi dan sedang kita rasakan saat ini. Efek pertama yang terjadi adalah tingginya temperatur udara. Masyarakat di Eropa Barat pada bulan-bulan kemarin sudah merasakan bagaimana tersiksanya hidup ketika suhu menjadi luar biasa panas. Jumlah korban yang meninggal akibat ‘kepanasan’ mencapai ratusan, belum ter-hitung yang harus mengalami rawat inap karena dehidrasi. Sungguh bukan masalah yang sepele. Temperatur yang terus meningkat dapat melelehkan banyak salju di kedua kutub bumi dan gunung-gunung tertinggi dunia. Para ahli lingkungan sudah membuat laporan baru kalau saat ini salju dunia secara keseluruhan sudah berkurang 10%. Hasilnya adalah volume air yang mengalir ke lautan akan semakin tinggi yang otomatis menaikkan permukaan laut. Pemanasan global, suhu udara meningkat, melelehnya salju dunia, serta naiknya permukaan laut pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan iklim. Kita sekarang merasakan datangnya musim kemarau yang lebih lama dari seharusnya. Akibat-nya air tanah menjadi langka karena belum mendapat pasokan baru dari hujan. Jadi pemanasan global yang terjadi karena perbuatan manusia memang memiliki efek negatif yang tidak bisa dipandang kecil .Perlu diubah kebiasaan yang bisa mengurangi kadar gas karbon dioksida supaya tidak melebihi ambang batas, misalnya dengan cukup memakai listrik seperlunya, memilih alat rumah tangga atau elektronik yang hemat energi, dan menanam pohon untuk menyerap gas karbon dioksida yang ada di udara.

NAIKNYA PERMUKAAN AIR LAUT AKIBAT PEMANASAN GLOBAL | ok-review | 4.5