MENGENALI CIRI-CIRI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

By On Thursday, February 20th, 2014 Categories : Kesehatan

Yang sering disebut dengan nama Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue. Bentuk yang ringan hanya berupa demam yang tak jelas asal-usulnya.
Virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypty dan Aedes albopictus. Nyamuk ini menggigit mangsanya pada siang hari. Nyamuk berkembang biak pada genangan air bersih di dalam dan di sekitar rumah, misalnya pada bak mandi, vas bunga, kaleng atau ban bekas. Mungkin karena hal inilah DBD lebih banyak ditemukan pada masyarakat golongan menengah. Jarak terbang nyamuk hanya sekitar 100 meter dan cenderung menetap pada lingkungan yang dihuninya.
Asal-usul penyakit ini tidak diketahui dengan jelas, mungkin dari Asia Tenggara atau Afrika. Di Indonesia, demam dengue telah dikenal sejak abad ke-I8, tetapi bentuk demam berdarah baru dikenal pada tahun 1960an. Sejak itu penyakit ini terus dipantau karena banyak membawa korban.
Penyakit terutama ditemukan pada anak-anak, agak jarang pada orang dewasa. Tetapi belakangan ini semakin banyak orang dewasa yang terkena. Gejala utama berupa demam tinggi mendadak selama 2—7 hari, nyeri di berbagai tempat di tubuh, dan pembesaran hati. Kemudian panas tubuh menurun, tetapi timbul bintik-bintik perdarahan berwarna kemerahan sampai kebiruan pada kulit. Perdarahan di tempat lain dapat berupa mimisan, perdarahan gusi, dan saluran pencernaan. Bila perdarahan cukup berat, penderita akan mengalami syok. Tanda-tanda akan terjadinya syok adalah denyut nadi dan pernapasan menjadi cepat, dan kaki tangan dingin. Penderita syok dapat meninggal dengan cepat. Pada pemeriksaan laboratorium, biasanya ditemukan jumlah trombosit yang rendah dan pengentalan darah.
Penderita demam berdarah memerlukan perawatan di rumah sakit. Selain itu kejadian ini perlu dilaporkan kepada puskesmas atau dinas kesehatan setempat agar dapat dilakukan tindakan pencegahan terhadap penyebaran penyakit.
Karena vaksin belum tersedia, usaha pencegahan dilakukan melalui pencegahan terhadap gigitan nyamuk, misalnya dengan pemakaian kelambu atau obat nyamuk. Pemberantasan nyamuk dan jentiknya dari daerah di sekitar penderita dapat dilakukan dengan pemakaian abate atau penyemprotan insektisida. Agar nyamuk tidak berkembang biak dan sarang nyamuk terbasmi, bak mandi dan tempat air lainnya perlu dikuras dan dibersihkan seminggu sekali, dan sebaiknya tertutup.

MENGENALI CIRI-CIRI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) | ok-review | 4.5