MENGENAL WILLIAM JAMES, (1842-1910)

By On Friday, April 4th, 2014 Categories : Psikologi, Review

MENGENAL WILLIAM  JAMES, (1842-1910) – Pencetus psikologi fungsionalisme dan pengembang pragmatisme dalam filsafat. Sebagai seorang pragmatis, ia menyatakan bahwa segala gagasan hanya terbukti benar melalui hasilnya. Ajarannya tentang dinamisme alam berpengaruh kuat antara lain atas Albert Einstein, Niek Bohr, dan Bertrand Russell. William berasal dari Amerika Serikat.
William mewarisi ketajaman menganalisis, kecemerlangan berpikir, dan kemahiran menulis dari ayah” nya, Henry James. Pemikiran sang ayah inilah yang  membentuk suasana belajar dan cara berpikir kritis dalam keluarga. William bahkan membawa kebiasaan ini dalam berkomunikasi dengan orang lain.
William mempelajari banyak hal: melukis, kimia anatomi, dan kedokteran. Antara tahun 1867 dan 1868 ia terutama mempelajari banyak karya psikologi dan filsafat Charles Renouvier, penganut paham idealis­me Kant. William sendiri mengakui bahwa ia sembuh dari berbagai penyakitnya setelah membaca karya Re- nouvier tentang “kehendak bebas”, yakni bahwa ke­hendak bebas dapat terpenuhi jika kita pertama-tama percaya akan kehendak bebas itu sendiri.
Setelah menikah (1878) William menjadi sangat optimis. Ia mampu menyelesaikan dua jilid The Prin­ciples of Psychology (1890) yang untuk pertama kalinya membahas fungsionalisme dalam psikologi.
Sepanjang hidupnya William mengalami perten­tangan antara sudut pandangan ilmu pengetahuan dan sudut pandangan agama. Namun semua itu justru membuahkan pemikiran filsafat yang orisinal dalam diri William. Berbagai pertanyaan tentang “kebenar­an”, “asal dan tujuan”, “hakikat”, dan sebagainya yang berperan penting dalam filsafat Barat terasa ter­lalu teoretis bagi William yang orang Amerika Seri­kat. Baginya, pertanyaan yang penting diajukan ada­lah “apa gunanya?”, bukan “apakah itu?” Inilah per­tanyaan yang mencirikan pragmatisme.
William memperkenalkan pragmatisme tidak hanya melalui banyak tulisannya, namun juga melalui cara hidupnya. Beberapa karyanya yang terpenting: The Will to Believe and other Essays in Popular Philosophy (1897), The Varieties of Religious Experience, a Study in Human Nature (1902) yang hingga kini menjadi studi paling penting tentang psikologi agama, dan Pragmatism (1907).

MENGENAL WILLIAM JAMES, (1842-1910) | ok-review | 4.5