MENGENAL TARI JAIPONGAN

By On Tuesday, April 1st, 2014 Categories : Antropologi

MENGENAL TARI JAIPONGAN – Salah satu tari pergaulan krea­si baru yang merupakan perwujudan esensi, karak­ter, jiwa dari gerak, musik dan lagu seni tradisional Sunda. Bentuk kesenian ini bersumber tari ketuk tilu (topeng longser dan banjet), pencak silat, dan tari tayub. Pada awal perkembangannya (1971), Gugum Gumbira, penciptanya, menamakan tari pergaulan ini tari ketuk tilu, tetapi sejak tahun 1978 nama itu di­ubah menjadi tari jaipongan.
Nama jaipongan ini berasal dari senggak (aklamasi) para penabuh gamelan atau karawitan topeng banjet Kap vang, yaitu ja-i-pong sebagai tiruan bunyi blak- ting-rong (kendang); ja-ki-mon sebagai tiruan bunyi nang-ning-nong (bonang); ja-ki-nem sebagai tiruan bunyi nang-ting-nem (kempul). Istilah jaipongan di­gunakan sebagai nama tari kreasi baru ini, karena senggak ja-i-pong sangat dominan dalam setiap bunyi gamelan pengiringnya.
Ciri khas tarian ini di antaranya pada gerak dina­mis, spontan, penuh improvisasi dan mudah dicerna masyarakat dari berbagai lapisan. Musik pengiring­nya merangsang orang untuk bergerak, terutama pa­da tepak kendang yang mempengaruhi seluruh gerak tari.
Musik dan lagu pengiring berlaraskan madenda dan salendro. Seperti tariannya, musik dan lagu pengiring bersifat dinamis, spontan dan padat. Susunan koreo­grafi tarian bersifat bebas dan terbuka, dalam arti bah­wa penataan tarian mampu menyerap dan menganti­sipasi gerak tari yang baru. Busana penari dan pena­buh gamelan didominasi warna cerah dengan asesoris mencolok yang semua disesuaikan dengan tuntutan koreografi tarian.
Musik pengiring menggunakan gamelan lengkap dan alat musik tambahan lain yang dibutuhkan sesuai komposisi musik dan koreografinya. Gamelan pengi­ring biasanya terdiri atas kendang, rebab, bonang (se­puluh pencu), bonang rincik (sepuluh pencu, bernada tinggi), saron I dan saron II, peking, demung, kecrek, goong (kempul dan goong besar), dan bonang barung (sepuluh pencu), ditambah seorang atau dua orang juru kawih dan seorang juru alok.
Selain sebagai tari pergaulan, jaipongan juga me­rupakan tari pertunjukan. Tarian ini mempunyai be­berapa bentuk pertunjukan, yaitu bentuk tari tung­gal, pasangan, rampak, dan drama tari. Semua ben­tuk ini melibatkan penari wanita dan penari pria.

MENGENAL TARI JAIPONGAN | ok-review | 4.5