MENGENAL SYEKH SITI JENAR

By On Saturday, April 5th, 2014 Categories : Budaya

MENGENAL SYEKH SITI JENAR – Menurut legenda, ada­lah penyebar Islam di Pulau Jawa, yang kemudian di­hukum mati oleh Wali Sanga. Ia dianggap guru antara lain oleh Ki Ageng Tingkir, Ki Ageng Pengging (putra Adipati Andayaningrat), Ki Lontang, dan Pangeran Panggung (putra Sultan Demak). Dalam buku History of Java karangan Sir Stamford Raffles, namanya di­tulis S. Kalijenar.
Konon, Syekh Daraputih (guru Raden Sahid yang kemudian menjadi Sunan Kalijaga) mendapat wangsit yang mengatakan bahwa barang siapa memakan buah semangka yang ditentukan oleh Allah akan menjadi wali besar. Syekh Daraputih lalu mengumpulkan tu­juh pengikutnya; buah semangka yang telah ditentu­kan pun dipotong delapan. Ketika dibagikan, ternyata masih tersisa sepotong. Daraputih menyuruh Raden Sahid (kelak Sunan Kalijaga) untuk memanggil siapa saja yang dijumpainya pertama kali. Orang pertama yang dijumpai Raden Sahid adalah Siti Jenar. Demi­kian kisah hubungan antara Syekh Siti Jenar dan para wali.
Silang pendapat yang berkembang di sekitar kehi­dupan Syekh Siti Jenar antara lain mengakibatkan pe­namaan yang berbeda-beda atas dirinya. Setelah kematiannya, orang Jawa menamakannya Syekh Lemah Abang atau Lemah Brit (siti = tanah; jenar = merah). Pendapat lain mengatakan, bahwa nama Siti Jenar merupakan ucapan salah dari S id i Jinnar dalam ba­hasa Persia yang berarti tuan dengan kepribadian bak nyala api.
Konon, Sunan Giri sebagai kepala bidang kerohani­an Kerajaan Demak sangat mencemaskan meluasnya pengaruh Syekh Siti Jenar, karena semakin banyak orang tidak melakukan salat lima waktu dan mesjid semakin kosong. Ia lalu memanggil Syekh Siti Jenar untuk menghadap. Diceritakan bahwa Sunan Giri te­tap bersabar menghadapi sikap Syekh Siti Jenar yang mengaku bahwa dirinya Allah, dan tidak ada yang di­lihatnya selain Allah. Sunan Kalijagalah yang naik pi­tam, apalagi ketika Syekh Siti Jenar menjawab meli­hat Allah pada pedang yang dihunus oleh sunan itu. Dengan pedang itu Sunan Kalijaga memenggal Syekh Siti Jenar dan ketujuh muridnya yang setia. Tubuh mereka lenyap dan darahnya berubah menjadi putih berbau harum.
 

MENGENAL SYEKH SITI JENAR | ok-review | 4.5