MENGENAL RADEN IMBA II

By On Sunday, March 30th, 2014 Categories : Review

MENGENAL RADEN IMBA II – Lengkapnya Raden Imba II Gelar Kesuma Ratu, diangkat menjadi raja Lam­pung pada tahun 1828, menggantikan ayahnya, Raden Intan I. Seperti ayahnya, Raden Imba II gigih mela­wan penjajah Belanda. Perjuangannya diteruskan oleh anaknya, Raden Intan II.
Pengaruh Raden Imba II diperkuat oleh wibawa ayah mertuanya, Arya Natabraja, tokoh agama yang disegani di Lampung. Segera setelah memegang tam­puk kekuasaan, Raden Imba II memimpin pasukan­nya dari Teluk Semangka menyerang kedudukan Belanda di Teluk Lampung. Di dekat kampung Mu- ton, pasukannya dengan bantuan rakyat berhasil membuyarkan perlawanan Belanda.
Belanda berusaha memulihkan wibawanya, dengan mengirim lima buah kapal, di antaranya Alexander dan Dourga, berisi ratusan serdadu ke Lampung. Armada Belanda di bawah pimpinan Kapten Hoff­man dan Letnan Dua Kobold ini mendarat di Kalian- da pada tanggal 8 Agustus 1832. Mereka menuju Kam­pung Kesugihan dan Negara Ratu, yang ternyata te­lah dikosongkan atas perintah Raden Imba II. Belanda lalu membakar semua rumah di kedua desa itu.
Karena mengetahui bahwa Belanda sungguh-sung­guh berniat menyerang Lampung, Raden Imba II lalu mendirikan kubu-kubu pertahanan di Raja Gepeh, Pa­ri, Bendulu, Huwi Berak, Merambung, Katimbang, dar Sakti. Ia juga memerintahkan rakyat membangun lumbung-lumbung persediaan bahan makanan. Untuk memperkuat pertahanan, ia menggalang kerja sama dengan para pelaut Bugis dan Sulu. Ia juga melaku­kan barter dengan Inggris, yang ketika itu menguasai Bengkulu, untuk memperoleh persenjataan.
Pada tanggal 9 September 1832, dalam pertempur­an di Gunung Tanggamus, Kapten Hoffman luka- luka, sedangkan belasan serdadunya tewas. Belanda terpaksa mundur. Setahun kemudian Hoffman diki­rim kembali ke Lampung, disertai sekitar 600 serdadu yang berpengalaman dalam Perang Diponegoro. Ka­rena Raden Imba II selalu berhasil bertahan, pihak Belanda mengirimkan lagi bantuan serdadu yang di­pimpin oleh Letnan Vicq de Cumtich.
Pertempuran besar terjadi di benteng Raja Gepeh, dengan korban jiwa 100 pejuang Lampung dan 65 ser­dadu Belanda, di antaranya Letnan Neuenborger dan Letnan Huiseman. Walaupun terdesak, Raden Imba II mampu memimpin para pejuangnya mempertahan­kan benteng itu. Tatkala Belanda mengirim ratusan serdadu bala bantuan di bawah pimpinan Beldhou- der dan Kapten Pouwer, kedua kapten itu bahkan tewas dalam pertempuran.
Pimpinan Belanda di Batavia akhirnya mengirim­kan Kolonel Elout ke Lampung beserta 800 serdadu dan 21 perwira tambahan. Walaupun akhirnya dapat merebut benteng Raja Gepeh, Belanda belum berha­sil menangkap Raden Imba II, ayah mertuanya, dan beberapa hulubalangnya yang menyingkir ke Lingga. Belanda pun bergerak ke Lingga, dan mengancam akan menggempur jika Sultan Lingga tidak menye­rahkan Raden Imba II beserta para pengikutnya. Akhirnya Belanda berhasil menawan raja dan para pejuang Lampung tersebut.
Raden Imba dan beberapa hulubalangnya diasing­kan ke Pulau Timor, sedangkan permaisurinya yang sedang mengandung dipulangkan ke Lampung. Raden Imba II wafat di tempat pembuangannya. Ayah mer­tuanya, Arya Natabraja, dibawa ke Batavia dan me­ninggal di kota itu.

MENGENAL RADEN IMBA II | ok-review | 4.5