MENGENAL NICOLAUS DRIJARKARA, (1913-1967)

By On Tuesday, February 25th, 2014 Categories : Filsafat

Ahli filsafat dan pemikir Indonesia. Ia datang dari keluarga sederhana di daerah Purworejo, Jawa Tengah. Oleh Monsinyur Albertus Soegijopranoto ia ditahbiskan menjadi imam di Semarang pada tahun 1947, kemudian meneruskan pelajaran ke Vatikan, Roma. Drijarkara berhasil meraih gelar doktor dengan yudisium cum laude.
Sekembalinya dari luar negeri, Drijarkara memberi kuliah di berbagai perguruan tinggi, antara lain di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta, Universitas Hassanuddin Ujungpandang, dan juga di Amerika Serikat. Di Indonesia, ia mulai bekerja dengan memperkenalkan filsafat.
Drijarkara melihat bahwa kekayaan bangsa Indonesia yang masih tersimpan sebagai pandangan hidup harus diberi jalan ke arah pemikiran yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam berfilsafat ia sering menunjuk kembali isi kitab-kitab kuno dan ajaran-ajaran leluhur seperti Wedha Tama, Wulang Reh, Serat Centini, dan suluk-suluk. Yang mengesankan banyak orang adalah pandangannya tentang Pancasila, dan usahanya memberi dasar filsafat terhadapnya.
Sebagai penghormatan atas kebijakan serta kepiawaiannya, di Jakarta didirikan Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat dengan menggunakan namanya, Drijarkara.

MENGENAL NICOLAUS DRIJARKARA, (1913-1967) | ok-review | 4.5