MENGENAL NEGARA KANADA

By On Tuesday, April 8th, 2014 Categories : Antropologi, Budaya

MENGENAL NEGARA KANADA – Salah satu dari tujuh negara industri maju di dunia yang terletak di Amerika Utara. Dengan luas wilayah 9.976.186 kilometer persegi, Kanada juga ne­gara nomor dua terluas di dunia setelah Uni Soviet. Negara ini begitu luas sehingga dari 24 daerah waktu di dunia, enam daerah terdapat di Kanada. Beda wak­tu di bentangan terlebar (5.500 kilometer) sebesar 5,5 jam, dihitung dari Newfoundland di timur sampai Gu­nung St. Elias di daerah Yukon. Jarak terjauh utara selatan 4.267 kilometer. Titik paling utara hanya ber­jarak 800 kilometer dari Kutub Utara.
Secara geografis, Kanada berbatasan dengan Sa- mudera Atlantik di timur, Samudera Pasifik Utara di barat, Samudera Arktik di utara, dan Amerika Serikat di selatan. Akibat luasnya wilayah, lingkungan alam­nya sangat beraneka ragam. Antara rangkaian pegu­nungan pantai barat dan bukit-bukit yang melandai ke Samudera Arktik, terbentang dataran, hutan belantara utara, danau, dan daerah tundra.
Variasi suhu yang besar, dari utara ke selatan, timur ke barat, mengakibatkan kondisi iklim yang sangat berbeda. Kanada Utara mengalami musim dingin yang panjang dan sangat dingin sehingga sebagian be­sar daerah tertutup tanah beku {permafrost).
Sekalipun wilayahnya luas, sebagian besar pendu­duk bermukim di bagian selatan, dekat Amerika Seri­kat. Kurang lebih 90 persen penduduk berdiam pada wilayah sebesar 11 persen luas negara.
Sejarah.
Kanada negara yang relatif muda. Seja­rahnya baru terekam secara mendetail sekitar 500 ta­hun terakhir. Namun penduduk pertama dari Asia telah mendiami daerah ini 20.000 tahun yang lalu. Penduduk asal Asia ini tersebar di seluruh wilayah. Keturunannya disebut orang Indian.
Sekitar 15.000 tahun sesudah lfiigrasi penduduk Asia, muncul orang Eskimo. Dengaij.begitu, sebelum kedatangan orang Eropa, Kanada tel^h dihuni suku bangsa Indian dan Inuit (Eskimo). Mereka hidup da­lam kelompok mulai dari Samudera Arktik di utara hingga Danau-danau Besar di selatan, dari Pulau Van­couver di barat hingga Samudera Atlantik di timur. Jumlah mereka saat itu sekitar 200.000 jiwa. Kontak pertama dengan orang Eropa terjadi 1.000 tahun yang lalu ketika orang Norwegia mendarat di pesisir timur Kanada. Namun penjelajahan ke daerah pedalaman baru dilakukan 600 tahun kemudian.
Dalam usaha mencari jalan ke pasaran Timur Jauh, banyak ekspedisi Perancis dan Inggris melayari per­airan Kanada Timur dan membangun beberapa pos persinggahan. John Cabot, pelaut Italia yang bekerja untuk Inggris, tahun 1497 menemukan daerah kaya ikan di pantai tenggara Kanada. Perancis kemudian meneruskan usaha eksplorasi hingga tahun 1600-an. Penjelajah seperti Cabot, Cartier, dan Champlain ber­hasil membuka jalan bagi eksplorasi selanjutnya. Me­reka tak menemukan jalan ke Cina dan India, namun penemuan mereka juga berharga, yaitu ikan yang ber­limpah dan binatang menyusui yang berbulu lebat.
Era Penjajahan Inggris. Dengan semakin banyak­nya imigran yang mengalir masuk ke Quebec, Inggris membagi wilayah ini menjadi Upper Canada dan Lo­wer Canada tahun 1791. Kaum ekspansionis, yang lo­yal pada Kerajaan Inggris, berusaha membentuk sistem pertahanan di pedalaman Kanada, yang me­nyebabkan lahirnya gerakan konfederasi pada tahun 1850-an.
Pada 1 Juli 1867, berdasarkan The British North America Act, terbentuklah Dominion Kanada, suatu konfederasi yang meliputi Nova Scotia, New Bruns­wick, Quebec, Ontario. Wilayah- wilayah ini tidak di­sebut negara bagian tetapi propinsi. Pemerintahannya berdasarkan sistem Parlemen Inggris, dengan guber­nur jenderal yang menjadi wakil mahkota dan parle­men yang terdiri atas House of Commons dan House of Representatives. Arsitek utama konfederasi, Sir John A. Macdonald, menjadi perdana menteri Kanada pertama.
Dalam perkembangannya, propinsi dipecah menja­di beberapa bagian sehingga Federasi Kanada terdiri atas 10 propinsi dan 2 teritorial. Kesepuluh propinsi itu ialah Alberta, British Columbia, Manitoba, New Brunswick, Newfoundland, Nova Scotia, Ontario, Prince Edward, Quebec, Saskatchewan, sedangkan kedua teritorial ialah Northwest Territories dan Yu­kon Territory. Secara berurutan^masing-masing beri­bu kota Edmonton, Victoria, Winnipeg, Fredericton, Saint John’s, Halifax, Toronto, Cnarlottetown, Que­bec, Regina, Yellowknife, dan Whitehorse.
Masa Pembenahan Dalam Negeri- Tahun 1869, Kanada membeli dari Hudsonis Bay Company wila­yah barat yang luas. Daerah ini kemudian dipecah menjadi Propinsi Manitoba (1870), Alberta (1905), dan Saskatchewan (1905). British Columbia berga­bung dengan Dominion Kanada tahun 1871
Konfederasi menjadi titik tolak suatu periode eks­pansi besar ke arah barat. Angan-angan tentang Kana­da yang membentang dari Lautan Atlantik ke Lautan Teduh menjadi kenyataan tahun 1885 dengan selesai­nya Canadian Pasific Railway.
Selama masa konsolidasi antara tahun 1866 dan 1896, Partai Konservatif, di bawah Sir John A. Mac- Donald memerintah. Tahun 1896, Partai Liberal mengambil alih pemerintahan dan berkuasa hingga tahun 1911, di bawah Sir Wilfrid Laurier.
Berdasarkan Statuta Westminster tahun 1931, se­mua dominion Inggris secara resmi menjadi negara berdaulat yang sederajat dengan Inggris. Ikatan Kana­da dengan Inggris hanya terbatas pada pengangkatan ratu Inggris menjadi kepala negara namun hanya ber­kuasa secara seremonial. Newfoundland, propinsi ke- 10, menjadi bagian integral Kanada tahun 1949 setelah dilakukan plebisit.
Partai Liberal, di bawah William Lyon Mackenzie King, menguasai kehidupan politik Kanada hingga ta­hun 1957 ketika Partai Konservatif Progresif ganti berkuasa. Namun Partai Liberal, di bawah Lester B. Pearson, mengambil alih kekuasaan kembali tahun 1963. Pearson menjadi perdana menteri hingga 1968 ketika ia diganti Pierre Elliot Trudeau. Di bawah Trudeau, dijalin kerja sama di bidang pertahanan dengan Amerika Serikat, namun ia mulai bersikap indepen­den terhadap masalah internasional.
Pemilihan Trudeau, yang berdarah Perancis, diteri­ma dengan gembira oleh masyarakat Perancis Kanada dan diharapkan dapat mengurangi gerakan separatis Quebec yang mayoritas penduduknya orang Perancis. Langkah pertama Trudeau mengurangi semangat separatisme Quebec ialah memberlakukan dua bahasa resmi, Inggris dan Perancis, yang disahkan pemerin­tah tahun 1974.
Sekalipun Trudeau mampu mengendalikan upah buruh dan harga barang, masalah inflasi dan pengangguran merupakan isu nasional yang penting menje­lang pemilihan umum tahun 1979. Isu ini pulalah vang menyebabkan kekalahan Trudeau dan berkuasa­nya Partai Konservatif Progresif di bawah Charles Jo­seph Clark. Namun pemerintahan segera jatuh karena pendapat mosi tidak percaya. Dalam pemilihan umum 18 Februari, 1980, Partai Liberal di bawah Tru­deau menang lagi. Dalam masa pemerintahannya yang kedua, ditandatangani Constitution Act pada 17 April 1982 oleh Ratu Elizabeth II di Ottawa. Dengan akta itu, berakhirlah ikatan hukum antara Inggris dan Kanada. Sebelum itu, sejak tahun 1867, setiap peru­bahan dalam konstitusi Kanada memerlukan persetu­juan Parlemen Inggris. Namun ratu Inggris tetap diakui sebagai kepala negara Kanada, dan keang­gotaan Kanada dalam persemakmuran tetap diperta­hankan.
Tahun 1984, era Trudeau berakhir. John N. Turner, dari Partai Liberal, menjadi perdana menteri baru. Pa­da masa ini tingkat pengangguran mencapai 11,2 per­sen, tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Pada pemilihan umum 4 September 1984, Partai Konservatif Progre­sif, di bawah Brian Mulroney, memegang kekuasaan.
Keadaan Alam.
Keanekaragaman geografis Kana­da dapat dilihat dari istilah populer yang digunakan untuk daerah tertentu. The Maritimes merujuk pada Propinsi Prince Edward Island, New Brunswick, dan Nova Scotia. Apabila Pulau Newfoundland dimasuk­kan, seluruh daerah ini disebut Atlantic Region atau Atlantic Provinces. Quebec dan Ontario mendapat se­butan Central Canada. The West biasa berarti keem­pat propinsi di barat Ontario, yaitu Manitoba, Saskatchewan, Alberta, dan British Columbia. Tiga propinsi pertama disebut juga The Prairies atau The Prairie Provinces. Yukon dan wilayah barat laut dise­but The North.
Seluruhnya, Kanada dibagi atas delapan wilayah utama. Patokan untuk menetapkan daerah wilayah ini berdasarkan ciri khas, keragaman permukaan bumi, serta kesatuan unit politis. Wilayah ini meliputi (1) Rangkaian Pasifik dan Dataran Rendah Pasifik, (2) Rocky Mountains, (3) Kepulauan Arktik, (4) Dataran Pedalaman, (5) Canadian Shield (Pelindung Kanada), (6) Dataran Rendah Teluk Hudson, (7) Dataran Ren­dah St. Lawrence, (8) Wilayah Appalachia.
Canadian Shield merupakan wilayah terbesar. Luasnya setengah Kanada, dengan pusatnya di sekitar Teluk Hudson. Profilnya terdiri atas rangkaian lipatan yang terbentuk karena terjadinya gunung; juga ba­nyak jurang yang terbentuk karena gerusan air, angin, es, dan gletser.
Hanya sedikit penduduk yang berdiam di wilayah ini karena tanahnya kurus dan iklimnya terlalu dingin. Danau-danau terkenal, terbentang dari Manitoba ke barat laut dan masih termasuk Canadian Shield, ialah Danau Winnipeg, Athabasca, Great Slave, c^an Great Bear. Barang tambang yang penting ialah emas, tem­baga, perak, uranium, dan zink.
Dataran Rendah St. Lawrence meliputi juga wila­yah Danau-danau Besar. Wilayah ini penting karena menjadi tempat tinggal sebagian besar penduduk. Ka­rena itu juga jaringan transportasi terbaik terdapat di wilayah ini. Jaringan itu digunakan untuk mengang­kut hasil-hasil seperti tembakau, gandum, jagung.
Kanada mempunyai sejumlah sungai penting. Lima sungai utama termasuk di antara 40 sungai terbesar di dunia. Sungai Lawrence, sungai terbesar yang ber­sumber di Danau Ontario, mempunyai aliran sebesar 14.000 meter kubik per detik dan bermuara di Teluk St. Lawrence. Panjangnya 3.058 kilometer. Sungai Mackenzie mengalir sepanjang 4.241 kilometer de­ngan besar aliran 7.834 meter kubik per detik. Sungai lainnya ialah Yukon (5.402 meter kubik) dengan pan­jang 3.185 kilometer, Fraser (3.165 meter kubik), dan Nelson (2.240 meter kubik).
Danau-danaunya merupakan danau air tawar terbe­sar di dunia. Danau Superior (82.400 kilometer perse­gi) dan Danau Huron (59.596 kilometer persegi) dimiliki bersama Amerika Serikat.
Iklim.
Lima puluh persen daratan berada dalam ke­bekuan abadi. Suhu pada bulan Januari sekitar -36°C terutama di sekitar Eureka dan Northwest Territories. Dampak buruknya ialah keterbatasan kegiatan ekono­mi sepanjang tahun. Transportasi hasil pertanian, per­ikanan, serta kegiatan di bidang konstruksi ter­hambat tumpukan salju.
Musim panas yang pendek masih memungkinkan adanya usaha pertanian yang produktif serta kegiatan rekreasi. Kegagalan panen yang kadang-kadang terja­di, selain karena musim panas terlalu pendek, juga ka­rena cuaca yang sering berubah-ubah. Risiko pertanian lainnya ialah musim kering yang panjang dan angin ribut.
Pada bulan Juli, suhu di sekitar Winnipeg, Manito­ba, 20°C. Namun suhu kepulauan di daerah Arktik, yang masih termasuk wilayah Kanada, selalu tetap di bawah titik beku, juga di tengah musim panas.
Curah hujan tertinggi terdapat di Pulau Vancouver, sebesar 6.550 milimeter per tahun. Di bagian tengah seperti Manitoba, curah hujannya tidak lebih dari 510 milimeter. Kepulauan di wilayah Arktik paling sedi­kit menerima curah hujan.
Daerah pantai barat Kanada beriklim sedang. Rangkaian Pegunungan Cordillera, yang memben­tang sepanjang 800 kilometer, mempunyai dampak terhadap iklim Kanada Barat. Gunung-gunung itu membantu mencegah masuknya udara panas dari sa- mudera ke bagian pedalaman. Udara Pasifik yang se­dang dan lembap terpaksa naik lereng barat dengan akibat sangat banyaknya hujan yajhg turun di sini, sehingga menjamin tersedianya cadangan air tanah yang mencukupi. Hembusan udaraVkering Arktik yang melewati pedalaman juga tertahan rangkaian pe­gunungan ini sehingga suhu dj daerah pantai jarang terpengaruh.
Di daerah pantai ini musim panasnya kering dan hangat, sedangkan musim dinginnya sejuk, berawan, dan basah. Di rangkaian Cordillera sendiri, iklim le­bih ditentukan oleh ketinggian tempat daripada oleh garis lintang.
Dataran bagian tengah Kanada dicirikan oleh mu­sim dingin yang panjang dan menggigilkan serta mu­sim panas yang pendek namun menyengat. Di musim dingin, bagian selatan Prairie tertutup salju tebal teta­pi di musim panas menjadi ladang gandum yang pen­ting. Namun karena tidak terdapat pegunungan atau perairan di pedalaman yang dapat memoderatkan iklim, daerah Prairie sering mengalami perubahan cuaca yang tiba-tiba dan hebat. Salah satu ciri menco­lok ialah angin Chinook yang mempengaruhi seba­gian wilayah Alberta. Angin panas ini berhembus dari barat, atau barat daya, ketika turun dari gunung-gu­nung, dan dapat menaikkan suhu sampai 16°C dalam sehari.
Selama berabad-abad orang Kanada belajar me­nyesuaikan diri menghadapi tantangan iklim negeri mereka. Kegiatan rekreasi dan ekonomi disesuaikan dengan keadaan lingkungan. Karena itu prakiraan cuaca memegang peranan yang amat penting yang da­pat menentukan berhasil tidaknya kegiatan pertanian.
Sumber Daya Alam.
Kayu merupakan salah satu sumber daya alam yang penting dan sekaligus dapat diperbaharui. Dari penjualan kayu bulat dan barang- barang dari kayu, Kanada memperoleh 10,5 miliar do­lar AS pada tahun 1980.
Air merupakan sumber alam penting; dari sanalah 69 persen tenaga listrik Kanada dihasilkan. Dengan kelebihan sumber daya air ini pemerintah berusaha menghentikan impor minyak tahun 1990. Uranium yang dihasilkannya diolah di reaktor nuklir CANDU, dan menghasilkan 9 persen tenaga listrik negara.
Eksplorasi minyak dan gas dikerjakan pihak swas­ta. Dalam isrsaha memperluas pemasaran minyak dan gas alam ini pemerintah tahun 1975 membentuk peru­sahaan Petro-Kanada yang bertugas menambah pa­sokan energi bagi penduduk serta membantu peme­rintah merumuskan kebijaksanaan energi nasional.
Meskipun persediaan minyak konvensional berku­rang, banyak sumber minyak dalam pasir ter (W*j sand) ditemukan di Alberta. Gas alam ditemukan di Arktik dan daerah lepas pantai timur dan barat.

MENGENAL NEGARA KANADA | ok-review | 4.5