MENGENAL MILTON FRIEDMAN

By On Tuesday, October 22nd, 2013 Categories : Filsafat

Milton Friedman adalah tokoh utama monetarism internasional, positivisme metodologis, dan liberalisme tradisional, serta apa yang dikenal sebagai Aliran Chicago yang merangkum gagasan-gagasan tersebut. Friedman meraih hadiah Nobel di tahun 1976. Ia menjabat presiden di sejumlah lembaga terkemuka seperti American Economic Association dan Mont Pelerin Society. Beberapa bukunya yang sangat berpengaruh antara lain adalah Capitalism and Freedom (1962), Essays in Possitive Economics (1953), dan Monetary History of the United States(1963. bersama Anna J. Schwartz). Lahir di New Jersey dari keluarga imigran, Friedman mendapatkan didikan simultan dalam ilmu matematika, ekonomi dan statistik (BA dari Rutgers University, MA dari University of Chicago, dan PhD dari Columbia University). Semula, Friedman dikenal sebagai ahli matematika-statistika dengan spesialisasi teori keputusan. Minat dan kecakapannya yang luas dalam teori, sejarah dan metodologi ekonomi baru muncul ketika ia mengajar di universitas-universitas Wisconsin (1949-50), Minnesota (1945-7), dan Chicago (1947-77), yang kemudian terus berkembang di masa-masa selanjutnya. Sejak pensiun dari universitas Chicago. Friedman bergabung ke Hoover Institute di Universitas Stanford, California. Friedman berpendapat bahwa berbagai perdebatan di kalangan ekonom lebih tercurah pada tentang apa yang ada (ilmu ekonomi positif) ketimbang tentang apa yang seharusnya ada (ilmu ekonomi normatif). Ia yakin kalau pertanyaan kunci ekonomi positif tersebut bisa terjawab, maka pertanyaan ekonomi normatif dengan sendirinya terpecahkan. Lebih jauh, Friedman ber pendapat bahwa pertanyaan ekonomi positif itu dapat dijawab, sekurang-kurangnya secara tentatif, dengan membandingkan (mengevaluasi) prediksi-prediksi kuantitatif tentang bagaimana dunia atau perekonomian bekerja. Baginya, realistik-tidaknya asumsi-asumsi yang melandasi model-model itu tidak menjadi persoalan, baik itu dalam kasus umum maupun khusus. Monetarisme dan teori modern kuantitas yang dirumuskannya mengilustrasikan metodologi pilihannya itu. Ia menafsirkan teori kuantitas sebagai suatu teori pendapatan nominal, sehingga penawaran yang di suatu negara diyakininya merupakan determinan yang lebih kuat terhadap pendapatan nominal negara itu ketimbang belanja otonomnya (seperti dikemukakan oleh teori-teori Keynes). Karena dampak distribusi pendapatan nominal terhadap tingkat harga dan pendapatan riil begitu gamblang, maka teori kuantitas Friedman tidak banyak membahasnya. Perlu dicatat bahwa Friedman lebih menyukai sistem kurs mengambang/fleksibel, walaupun kebanyakan tokoh monetaris internasional memilih sistem kurs baku. Dalam Monetary Histoiv of the United States, Friedman dan Shwartz menerapkan wawasan moneternya untuk menyimak perekonomian AS di masa perang sipil, khususnya perubahan-perubahan tingkat harga dan kegiatan bisnis serta pengaruhnya terhadap gejolak moneter yang tidak bersesuaian dengan perkembangan ekonomi di sektor riil dalam jangka panjang. Dari kajian itu, ada dua hasil terpenting. Yang pertama adalah terbentuknya Federal Reseive System di tahun 1914 yang pengaturannya nampak sangat terpengaruh oleh pemikiran Friedman, termasuk preferensinya atas standar emas pra-1914 dan perlunya suatu dewan pengawas penawaran uang. Kedua adalah penjelasan tuntas atas berlarut- larutnya Depresi Besar pada 1930-an, yang dinyatakan merupakan akibat dari serangkaian kegagagalan Federal Reseive yang kelewat ketat memasok uang setelah hilangnya sepertiga cadangan emas Amerika hanya dalam tiga tahun akibat krisis berkepanjangan bursa-bursa saham AS sejak Oktober 1929, dan pengetatan itu dilakukan tanpa AS keluar dari standar emas. Keyakinan liberal Friedman terhadap efektivitas pasar sebagai regulator ekonomi semata-mata bertolak dari sikap realistisnya. Ia mengakui pasar itu tidak sempurna, namun tidak ada mekanisme lain yang lebih baik. Lagipula, baginya determinisme pasar bukanlah khayalan. Liberalisme seperti ini terutama bertolak dari pemahaman dan interpretasi Friedman terhadap intervensi pemerintah dalam ekonomi, yang sebagian di antaranya diakui penting seperti UU Anti-Monopoli.
Keterlibatan pemerintah ia terima, asalkan itu bukan diktator atau tiran. Friedman juga yakin bahwa pasar dapat menaungi kalangan minoritas, baik itu secara sosial, agamis, rasial dan ideologis, yang acapkali didiskriminasikan oleh mayoritas. Namun individualisme Friedman tidak melebar terlalu jauh menjadi “libertarianisme” yang para pendukungnya menganggap pajak sebagai perampokan. Sumbangan penting Friedman terhadap konsep atau distorsi liberalisme kontemporer (abad 20) adalah usulnya untuk menciptakan standar pendapatan minimum rakyat sebagai ganti aneka program pelayanan sosial sebagai pilar negara kesejahteraan kontemporer.

MENGENAL MILTON FRIEDMAN | ok-review | 4.5