MENGENAL KESUSASTRAAN KANADA

By On Tuesday, April 8th, 2014 Categories : Budaya, Review

MENGENAL KESUSASTRAAN KANADA – Kurang dikenal di Indonesia, bahkan di lingkungan sastrawan Indone­sia. Hal ini tampak dari tidak adanya pilihan terje­mahan karya negara itu. Bahkan mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa karya terkenal Marshall MacLuhan, yang dikutip oleh kaum terpelajar di In­donesia, sebenarnya adalah hasil penulis Kanada.
Sastra Kanada pada awalnya terbagi menjadi dua, yakni sastra Perancis-Kanada dan sastra Inggris-Ka- nada. Pembagian ini disebabkan latar belakang seja­rah bangsa tersebut yang mula-mula dikuasai Perancis sampai tahun 1760-an, kemudian dikuasai Inggris. Jumlah penduduk Kanada berbahasa Perancis dan Inggris hampir sama banyaknya.
Sastra Perancis-Kanada berkembang sejak datangnya para imigran Perancis pada abad ke-16. Sastra itu berbahasa Perancis. Penulisnya kaum pen­jelajah dan pendeta penyebar agama Katolik. Karya mereka berupa laporan perjalanan penjelajahan dan lukisan keadaan kaum imigran. Para penulis, antara lain penjelajah Jacques Cartier Samuel de Champlain, biarawati dan penulis wanita pertama Kanada Marie 1’Incarnation, dan ahli sejarah Pierre F.X. de Charle­voix.
Sejak Inggris menguasai Kanada menggantikan Perancis pada tahun 1760-an, mulailah kebangkitan sastra Kanada. Penyair tenar masa ini adalah Octave Cremazie yang menulis puisi keagamaan. Nasional­isme dan kehidupan agama menjadi tema pokok me­reka.
Tahun 1860-an muncullah penyair Kelompok Que­bec yang menekankan patriotisme dan nasionalisme Kanada. Juga karya sejarah kembali ditulis orang da­lam bentuk roman-sejarah. Roman tersohor jaman ini adalah Orang-orang Kanada Silam oleh Phillipe de Gaspe, Jean Rivard oleh Gerin-Lajoie. Penulisan ro­man atau novel berkembang pada tahun 1900-an me­lebihi penulisan puisi. Karya novel lebih bersifat realistik, seperti Maria Chapdelaine karya Louis Hemor (1916), Trente Arpents karya Ringuet.
Di bidang penulisan puisi, setelah tahun 1900-an muncul Kelompok Montreal yang timbul sebagai re­aksi terhadap penyair Kelompok Quebec. Aliran ini menolak religiositas dan patriotisme yang terlalu di­tonjolkan aliran Quebec. Penyair aliran ini adalah Emile Nelligan dan Albert Lozeau. Sampai Perang Dunia II, aliran ini dilanjutkan oleh Guy Delahaye dan Rene Chopin, yang menekankan kemuraman hi­dup pedesaan dan masalah penduduk perkotaan.
Sastra Inggris-Kanada dimulai dengan karya kaum penjelajah Inggris di Kanada berupa laporan perjalanan penjelajahan. Baru pada tahun 1832 terbit novel pertama berbahasa Inggris, Wacousta karya John Richardson yang menceritakan komplotan pem­berontakan pimpinan kepala suku Indian, Pontiac. Kemudian Thomas C. Hamburton menulis novel Tu­kang Jam yang berisi kisah humoristik dengan tokoh­nya Sam Slick. Dialah “bapak cerita humor” Benua Amerika. Dalam bidang puisi muncul buku Oliver Goldsmith (cucu penulis Inggris terkenal Oliver Goldsmith) yang berjudul Dusun yang Bangkit. Penu­lisan drama melahirkan karya Charles Sangster, Saul, yang didasarkan cerita Kitab Suci.
Pada masa Konfederasi Kanada setelah tahun 1850-an, bermunculan karya puisi. Isabella Valancy Crawford menulis sajak epik pastoral dan kehidupan kaum pionir dalam buku Katie Punya Malcolm. Pe- nyair lainnya, Charles Mair dan George Cameron. Novelis James De Mille yang melahirkan 20 novel salah satunya yang terbaik adalah Sebuah Naskah Aneh dalam Tabung Tembaga.
Serombongan penyair muncul tahun 18’30. Sir Charles G.D. Roberts menulis buku puisi Orion dan Sajak Lainnya yang menjadi pelopor penyair masa itu. Karyanya yang lain berupa kumpulan soneta ber­judul Lagu-lagu Hari Biasa. Penyair kedua yang ter­penting adalah Archibald Lampman, penyair alam Kanada. Karya Duncan Campbell Scott mempunyai tema yang lebih beragam, meskipun lebih banyak yang bertema kehidupan kaum Indian yang dekat de­ngan alam. Puisinya intelektual, namun menyiratkan perasaan tajam. Emily Pauline Johnson, penyair wa­nita keturunan Indian, mencoba menafsirkan jiwa rak­yat Kanada dalam puisi. Bliss Carman dianggap sebagai penyair lirik Kanada terbaik dengan karya Pa­sang Surut di Grand Pre. George Frederick Scott ada­lah penyair dengan pesan kedamaian jiwa manusia, puisi naratif yang bagus ditulis oleh William Wilfrid Campbell.
Novel masa ini mendapat perhatian luas. Novel se­jarah yang baik karya Sir Gilbert Parker antara lain, Ketika V almond Datang ke Pontiac dan Takhta bagi Sang Perkasa. Peristiwa penjelajahan kaum pionir di wilayah barat, ditulis novelis Ralph Connor dalam karya Batu Cadas Hitam, Pilot Udara, dan Lelaki dari Glengarry. Novelis wanita Lucy Maud Montgomerry menulis Anne dari Rumah Hijau.
Sastra Kanada Abad ke-20. Terbagi dalam tiga je­nis karya, yaitu novel, puisi dan prosa. Dalam bidang novel berkembang kembali novel realisme berkaitan dengan masalah sosial tahun 1920-an. Kehidupan kaum prairie dan pedesaan dituangkan dalam Gan­dum karya Robert Stead, Angsa Liar karya Martha Ortenso, dan yang termasyhur karya Philip Grove, Roti Kita Sehari-hari, Dua Generasi, dan Belenggu Hidup. Masalah penduduk kota tertuang dalam novel Pela­rian Aneh dan Macam itu Kekasihku karya Morley Callaghan. Mazo de la Roche menulis masalah kota dengan menekankan segi hiburannya, antara lain Po­hon-pohon Oak Putih di Jalna (1929). Kehidupan nyata mulai dibukukan, antara lain dalam Baromater Bangkit dan Dua Kesunyian karya Hugh MacLennan. Muncul pula novel yang mengisahkan kepahlawanan masa lampau, seperti Hati Viking karya Laura G. Sal- veron. Novel humor menjadi populer sesudah tahun 1900. Yang terkenal Si Tua Savarin dalam dialek Perancis-Inggris karya E.W. Thomson.
Pada jaman Perang Dunia I, dalam bidang puisi muncul penyair Marjorie Pickthall dan John Mac- Crae. Gerakan puisi modern muncul pada tahun 1920- an dengan penyair terkemuka Kanada E.J. Pratt. Karya Pratt antara lain Cachalot, kisah heroik kehi­dupan dan kematian seekor ikan paus raksasa, Roose­velt dan Antinoe dan Titanic, kisah petualangan di laut, Brebeuf dan Saudara-saudaranya, kehebatan dan kesengsaraan rombongan misionaris Yesuit.
Di samping Pratt, muncul penyair muda kelompok Montreal yang lebih berpengaruh dalam puisi Kana­da, yakni A.J.M. Smith, A.M. Klein, Leo Kennedy dan F.R. Scott. Mereka adalah para satiris terkemuka yang dengan gerain menyerang ketidakadilan. Gerak­an mi diteruskan oleh penyair muda generasi berikut­nya seperti Irving Layton, Louis Dudek, Patrick Anderson, P.K. Page dan Raymond Souster.
Dalam prosa berkembang esai pemujaan alam, se­perti dalam Sepanjang Jalan Prairie dan Pergantian Tahun karya F.P. Grove, serta cerita binatang karya Charles G.D. Roberts yang terkenal di dunia. Karya esai lebih menekankan pencarian identitas Kanada de­ngan melihat masa lampaunya dan perspektif masa depannya, seperti karya G. Creighton, ARM Lower (.Dari Koloni Menjadi Bangsa), dan WL Morton. Kri­tik sastra mengupas sejarah sastra Kanada, seperti Tentang Puisi Kanada karya E.K. Brown dan Buku Puisi Kanada karya A.J.M. Smith serta editor Sejarah sastra Kanada. Esai seni dilakukan oleh Julian Park dalam Kebudayaan Kanada Masa Kini. Esai dengan reputasi internasional adalah Galaksi Gutenberg kar­ya Marshall McLuhan.

MENGENAL KESUSASTRAAN KANADA | ok-review | 4.5