MENGENAL KERAJAAN CAMPA

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Antropologi

KERAJAAN CAMPA, sebuah pemerintahan suku bangsa Cam yang berkuasa atas daerah-daerah pantai Semenanjung Indocina. Kerajaan ini berkuasa dalam kurun waktu yang cukup lama. Daerah kekuasaannya mungkin sekali meliputi daerah Kocincina, daerah Annam sekarang kecuali Tonkin, dan sebagian daerah Kambodia. Berdasarkan prasasti-prasasti peninggalannya, Kerajaan Campa mula-mula dikenal dengan nama Ling-Yi, didirikan oleh K’iu Lien pada apad ke-2. Wilayah kekuasaannya mula-mula hanya meliputi daerah Siangling, daerah di bagian selatan yang dapat disamakan dengan Propinsi Thua-Thien sekarang. Tetapi pada masa kemerosotan kekuasaan dinasti Han, raja-raja Ling-Yi keturunan K’iu Lien memper¬luas wilayah kekuasaannya dengan merampas daerah-daerah di sebelah utaranya, yakni wilayah Binh-Dinh, Quang-Nam, Quang-Tri, sampai daerah Quang-Binh. Wilayah kekuasaan ini dapat dipertahankan sampai abad ke-10. Akan tetapi, sejak pertengahan abad ke-I 1, kekuasaan dan kejayaan Kerajaan Campa mulai merosot. Pada akhir abad ke-15, kerajaan ini mengalami keruntuhan setelah ditaklukkan oleh orang Annam. Keturunan terakhir K’iu Lien, yang bernama Fan Yi, memerintah Campa dengan didampingi seorang penasihat bernama Wen. Penasihat ini mempunyai pengaruh besar terhadap raja, dan karena itu telah diangkat menjadi panglima besar kerajaan. Atas prakarsanya, semua pewaris kerajaan disingkirkan, dan pada waktu Fang Yi meninggal dunia tahun 336, Wen naik takhta menggantikannya. Ibu kota kerajaan kemudian dipindahkan dari Lin di selatan ke Hue di daerah Quang-Tri di utara. Raja Wen dan raja-raja keturunannya senantiasa melancarkan serangan ke utara, ke wilayah kekuasaan Cina, akan tetapi kurang berhasil. Serbuan yang terus-menerus dari Kerajaan Campa mengundang reaksi Cina untuk mengadakan ekspansi ke Campa. Serbuan Cina ke Campa yang pertama kali dilancarkan oleh Gubernur Tonkin pada tahun 446. Ibu kota Hue diduduki dan segala kekayaan kerajaan dirampas. Sejak saat itu Campa berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Cina Pada waktu Cina mengalami kekacauan dan dinasti Tch’en (557-589) melemah kekuasaan politiknya, Kerajaan Campa menyatakan diri lepas dari kekuasaan Cina. Akan tetapi, setelah kekuasaan kekaisaran pulih kembali di bawah Kaisar Yan Kien, Kerajaan Campa berusaha memulihkan hubungan dengan Cina. Pada tahun 595 Campa mempersembahkan upeti kepada Kaisar, tetapi sepuluh tahun kemudian Cina melancarkan serbuannya terhadap Campa. Ibu kota Campa sekali lagi diserbu dan Campa dinyatakan berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Cina kembali. Pada pertengahan abad ke-8, terjadi pergeseran pusat pemerintahan ke selatan, dari Hue ke Phan-rang (Panduranga). Setelah beberapa kali terjadi pergantian raja, ibu kota kerajaan dipindahkan lagi ke kota Nha-trang (Kau-Thara). Ibu kota kerajaan di utara pada waktu itu dianggap sangat rawan terhadap serbuan dari Cina. Sejak perpindahan ibu kota kerajaan ke selatan, nama Ling Yi tidak lagi disebut-sebut. Sementara itu, pemerintahan kerajaan dipegang oleh dinasti Honan-Wang. Setelah beberapa raja dari dinasti Honan-Wang sempat memerintah, di Indrapura (Propinsi Quan-Nam sekarang) muncul kekuatan baru. Gerakan ini akhirnya berhasil merebut kekuasaan pada tahun 875. Raja pertama dari dinasti Indrapura bernama Indravarman. Pada masa pemerintahannya, pengaruh Bu¬dha telah berkembang di Campa. Hal ini terbukti dengan dibangunnya untuk pertama kali bangunan Budha oleh raja Indravarman. Dinasti Indrapura berkuasa sampai tahun 982.
Pada masa pemerintahan raja Paramesvaravarman, raja terakhir dari dinasti Indrapura, untuk yang pertama kalinya meletus pertempuran dengan Kerajaan Dai Co Viet. Pada tahun 982 Le Hoan, raja Dai Co Viet, mengirim utusan ke Campa. Utusan ini tidak diterima dengan baik, malahan ditahan. Le Hoan kemudian mengirimkan ekspedisi penyerbuan ke Campa. Pertempuran terjadi, ibu kota kerajaan dihancurkan dan Campa dapat dikalahkan. Raja Indravarman, pengganti Paramesvaravarman, melarikan diri ke selatan dan meninggal dunia tak lama kemudian. Selanjutnya kekuasaan Kerajaan Campa jatuh ke tangan seorang keturunan Vietnam bernama Luu Ki Tong. Pada masa pemerintahannya terjadi migrasi orang Cam secara besar-besaran, antara lain ke Hai-Nan dan Kouang-T cheou. Pada tahun 988, bangsa Cam bangkit kembali dan menyusun kekuasaan di Vijaya. Satu tahun kemudian mereka berhasil merebut kembali kekuasaan. Dinasti Vijaya mulai berkuasa di Campa. Peperangan melawan Dai Co Viet dikobarkan. Pada tahun 995 dan 997 dinasti Vijaya melancarkan serbuan terhadap kerajaan ini. Sejak saat itu, peperangan dan kemenangan terjadi silih berganti antara Campa dan Dai Co Viet. Pada tahun 1069 Campa mengalami kekalahan besar. Ibu kota Kerajaan Campa dibakar habis. Raja beserta keluarganya ditawan dan baru dilepaskan setelah menyerahkan tiga propinsi di utara, yang meliputi wilayah Quang-Binh dan Quang-Tri, kepada Dai Co Viet.
Sejak kekalahannya ini, Kerajaan Campa tidak pernah berjaya lagi dan senantiasa mengalami kemunduran. Wilayah kekuasaannya makin lama makin menyempit. Ancaman tidak saja datang dari Dai Co Viet, melainkan juga dari Kambodia. Dalam sejarah Campa, tercatat bahwa suku bangsa Cam pernah dikalahkan dan Kerajaan Campa bahkan pernah diduduki oleh bangsa Khmer, yakni pada tahun 1145 dan 1220. Meskipun bangsa Cam berhasil mengusir bangsa Khmer, mereka tidak pernah berhasil membendung migrasi dan serbuan Dai Co Viet dari utara. Mereka secara gigih mempertahankan wilayah kekuasaannya, tetapi sedikit demi sedikit wilayah Campa direbut oleh Dai Co Viet dan sedikit demi sedikit pula bangsa Vietnam (Annam) bermigrasi ke daerah-daerah yang direbutnya. Suku bangsa Cam makin terdesak dan wilayah kekuasaannya tinggal meliputi daerah-daerah di selatan Tanjung Varella. Sementara itu, serbuan Dai Co Viet tidak pernah berhenti, bahkan pada tahun 1446 ibu kota terakhir Kerajaan Campa direbut. Migrasi orang Cam tidak terbendung lagi. Mereka melarikan diri ke Kambodia dan ke daerah lainnya. Menurut beberapa bukti, sebagian bahkan sampai di Pulau Jawa. Pada masa sekarang ini, suku bangsa Cam tidaklah banyak jumlahnya dan mereka hidup terpencar- pencar. Sebagian bermukim di lembah-lembah daerah Binh Thuan, sebagian lagi di sepanjang Sungai Mekong, di pantai Danau Besar (Tonle Sap) di daerah Kambodia, di sekitar Cham-Doc dan Tay Minh di Kocincina, dan di beberapa desa di Thailand.

MENGENAL KERAJAAN CAMPA | ok-review | 4.5