MENGENAL KELOMPOK TELADAN (REFERENCE GROUPS)

By On Saturday, November 23rd, 2013 Categories : Psikologi

Salah satu sumber tekanan persuasif yang paling kuat adalah kelompok di mana individu tersebut termasuk di dalamnya. Kelompok itu bisa besar dan inklusif seperti warga negara Amerika, atau golongan menengah, atau serikat kerja. Dapat juga merupakan kelompok yang jauh lebih kecil, kelompok yang lebih khusus, seperti misalnya himpunan mahasiswa fakultas, klub sepak bola, sekelompok teman, atau keluarga besar. Opini kelompok itu dapat menjadi kekuatan persuasif yang luar biasa. Jika Angkatan Muda Republik mendukung calon tertentu, ada kecenderungan bagi semua anggota kelompok untuk merasa bahwa calon itu calon yang baik. Bila teman-teman kita mengatakan bahwa mereka setuju dengan aktivisme mahasiswa atau menyukai jenis film tertentu, mungkin kita akan menjadi yakin. Bila hampir semua anggota himpunan mahasiswa beranggapan bahwa kegiatan orientasi studi merupakan gagasan yang baik, mungkin anggota lainnya akan setuju dengan mereka. Alasan mengapa kelompok teladan sangat efektif untuk menimbulkan perubahan sikap adalah apa yang baru saja kita bahas: rasa suka dan kesamaan. Bila orang menghargai suatu kelompok, sebagai kelompok yang berkredibilitas tinggi, kelompok itu akan menjadi sumber komunikasi yang sangat dihargai. Bila kelompok itu menyatakan sesuatu, setiap anggota cenderung mempercayai dan meyakini pesannya.
Dan lagi, karena beranggapan bahwa mereka sendiri adalah anggota kelompok tersebut, mereka cenderung menilai diri dalam perbandingan dengan kelompok itu. Pada pokoknya, kelompok berfungsi sebagai patokan perilaku dan sikap mereka. Mereka ingin menjadi sama dengan anggota yang lain. Bila anggota lain mengungkapkan suatu opini tertentu, setiap anggota akan berpikir bahwa opininya salah bila opini yang dimilikinya itu berlainan. Hanya bila opininya sama dengan opini kelompok, dia merasa benar atau normal. Oleh sebab itu, mereka cenderung mengubah opininya agar sesuai. Keterkaitan dengan kelompok juga dapat mencegah seseorang agar tidak terpengaruh oleh komunikasi yang berasal dari sumber di luar kelompok. Bila kelompok setuju dengan opini individu, mereka akan memberikan dukungan yang kuat pada orang tersebut. Tinjaulah tentang seorang anggota yang kelompoknya sangat mendukung kegiatan orientasi studi. Adakalanya dia ditampilkan untuk menghadapi tantangan mengenai kegiatan itu dari orang lain di luar perkumpulan. Bila hal ini terjadi, pemahaman bahwa kelompoknya sependapat dengannya, akan memudahkan dia menentang persuasi. Efek ganda kelompok ini mengubah opini anggota menjadi serupa dengan opini kelompok dan mendukung opini anggota sehingga dia dapat menentang persuasi dari luar sampai tahap tertentu tergantung pada sejauh mana tingkat pertalian individu dengan kelompoknya. Semakin besar keinginan orang untuk menjadi anggota kelompok itu dan semakin besar kemungkinan bahwa mereka akan menghargai kelompok tersebut, mereka akan semakin dipengaruhi oleh keyakinan kelompok. Kelley dan Volkart (1952) memperlihatkan efek ketergantungan terhadap kelompok pada ketahanan anggota melawan pengaruh luar. Seorang komunikator berusaha mengubah opini beberapa pramuka mengenai berbagai persoalan yang berbeda dengan norma kepramukaan. Semakin besar penghargaan pramuka tersebut terhadap keanggotaannya dalam kepramukaan, semakin kecil efek komunikator terhadap dirinya.
Cara lain untuk menunjukkan efek kelompok adalah dengan melihat bagaimana perubahan norma kelompok dapat mendorong orang meninggalkan pendapat lamanya. Kelley dan Woodruff (1956) memperdengarkan kepada subjek sebuah rekaman percakapan yang menentang norma kelompoknya mereka adalah mahasiswa pendidikan, dan percakapan itu menentang “pendidikan progresif.” Secara berkala, percakapan tersebut diselingi dengan tepuk tangan yang oleh eksperimenter dikaitkan dengan para anggota fakultas dan para lulusan baru dalam suatu kondisi eksperimental (“tepuk tangan anggota”), atau para peserta pendidikan fakultas dari kota terdekat, yang tertarik pada masalah-masalah kemasyarakatan yang berkaitan dengan pendidikan (“tepuk tangan orang luar”).
Perubahan sikap terhadap percakapan jauh lebih besar pada kondisi “tepuk tangan anggota.” Ini memberikan bukti tambahan mengenai kekuatan kelompok dalam menghasilkan atau mencegah perubahan sikap; dalam hal ini, subjek yang dihadapkan pada perubahan nyata dari norma kelompoknya kemungkinan besar akan mengubah sikapnya agar sesuai dengan pandangan baru kelompok itu.

MENGENAL KELOMPOK TELADAN (REFERENCE GROUPS) | ok-review | 4.5