MENGENAL KARAKTER HURUF

By On Thursday, November 14th, 2013 Categories : Antropologi

Times New Roman; adalah jenis huruf serif yang termasuk kelompok serif model bracket merupakan huruf yang paling terkenal secara komersial dari sekian banyak yang pernah di desain. Jenis huruf ini di rancang oleh seorang warga Inggris bernama Stanley Morisson tahun 1932.untuk koran The Times 4i London. Pada saat itu Morison membuat pembaharuan dan mo- derenisasi model huruf yang sangat mudah dibaca dengan bobot huruf yang ideal, acender dan decender nya yang rendah, dengan rentang barckei untuk serif berbentuk tajam dan pendek, tetaoi uengan x-height yang tinggi, sebuah bentuk huruf yang belum pernah didesain sebelumnya, dan merupakan tipe huruf yang sangat baik digunakan untuk teks. Secara spesifik Times New Roman didesain khusus untuk memenuhi syarat ukuran teks sampai 10 point. Face yang pendek,’ membutuhkan banyak garis tambahan untuk men”setting” serifnya, secara keseluruhan memberi kesan “kuat” namun bukan berarti “berotot” [muscular]. Karena sangat sering digunakan dalam berbagai kebutuhan, sehingga menjadi sangat familiar. Gaudy Old Style jenis huruf termasuk kelompok Serif model Buiat. Jenis huruf ini didesain oleh seorang desainer Amerika yang sanjpSt produktif yaitu Frederic Goudy pada tahun 1915. Goudy terinspirasi oleh huruf huruf Italian Renaissance yang memiliki lengkung [concave] kecil pada serifnya dengan kontras yang tidak begitu tajam antara tebal dan tipisnya garis anatomi. Pada lower case nya sangat mudah ditandai karena memiliki descender yang pendek, serta tambahan kuping pada huruf “g” nya.Goudy Old Style sangat banyak digunakan untuk display serta huruf huruf skala besar, dan sangat sedikit digunakan untuk teks yang panjang. Gaudy Old Styler ini memiliki bentuk yang sangat anggun, mudah dibaca. Sebuah karya seni yang sangat ekonomis, karena tidak perlu memakai banyak garis. Bentuknya tidak konservatif, sangat cocok untuk tampilan yang bersifat “sophisticated” dan sangat memberi kesan “liberal”.
Optima, Serif model Transisi; di desain oleh seorang desainer terkemuka dari Jerman Hermann Zapt dan ditampilkan pertama sekali di Frankfurt pada tahun 1958. Zapt telah menciptakan sebuah terobosan karena memiliki wawasan baru dalam menciptakan huruf-huruf yang bersifat komersial.Optima adalah sebuah bentuk huruf yang bersifat gabungan atau transisi dari bentuk huruf serif menuju huruf sans serif di mana Zapt sendiri menyebutnya “huruf roman tanpa serif”. Dapat dikatakan huruf Optima memiliki bentuk lengkungan halus pada serifnya hampir tidak terasa tetapi masih tetap ada serta sangat populer dan memiliki benefit yang banyak bila digunakan sebagai teks yang panjang / body teks karena memiliki loos spacing yang enak untuk dibaca.
Bodoni, Serif model kontras; Giambattista Bodoni adalah pendesain huruf modern Eropah yang sangat radikal di jamannya, tampil dengan penemuannya berupa huruf Bodoni pada tahun 1787. Bodoni melahirkan sebuah bentuk huruf baru yang cantik, dengan penampilan yang tidak biasa. Huruf-huruifnya memiliki bentuk karakter horisontai yang sangat kuat, disertai ketebalan garis horisontai dan vertiKanya yang kontras, walaupun masih ada sedikit sentuhan lengkung pada serifnya yang nyaris tak terlihat namun masih terasa ada. Walaupun demikian nuansa bentuk yang klasik masih tetap terasa dalam penampilannya, mengingatkan kita kepada masa lalu pada buku-buku tua di perpustakaan yang berdebu. Bodoni memiliki bentuk penuh “kasih sayang”, sempurna untuk sebuah roman sejarah yang memberikan rasa berkesinambungan. Terbukti huruf ini tetap digunakan selama hampir 100 tahun. Ada beberapa model huruf yang memiliki kemiripan dengan Bodoni, namun tetap tidak bisa mengalahkan kekuatan Bodoni aslinya yang menipis pada bagian tengahnya, dan menebal pada bagian ujung-ujungnya. Jenis huruf ini dikenai sebagai huruf yang sangat mudah dibaca [most readable], memiliki berbagai macam ukuran yang berguna, serta memiliki family yang banyak. Jadi dapat dipakai untuk kebutuhan brosur atau desain-desain lain, sehingga tidak menimbulkan rasa bosan bagi si pembaca serta tampilannya juga menarik dan sangat artistik.
Kelompok Slab Serif
Bembo, Slab Serif model Bracket; diambil dari nama Cardinal Bembo yang kemudian dikembangkan oleh Aldus Manutius pada tahun 1495. Pada awal pembuatannya huruf-huruf Slab Serif dibuat selalu hanya upper case nya saja, sedang kan lowe case nya muncul kemudian di perempat abad ke-19. Bembo dikenal sebagai huruf yang sangat modern dan penampilannya sangat terhormat dan disegani. “Wajah nya” tampil dengan garis-garis penuh kontras dan sangat memenuhi syarat, sehingga memiliki legibility yang tinggi. Bembo memiliki kelebihan yang terletak pada bentuknya yang unik karena meĀ¬miliki perpaduan dengan kelembutan. Bembo memiliki kecenderungan yang bersifat self pos-sessed, sangat baik untuk huruf-huruf dalam skala penampilan yang besar. Secara garis besar memberi kesan keunggulan, menguasai lingkungannya, serta memiliki sebuah keistimewaan yang khusus dibandingkan dengan huruf-huruf model slab lainnya. Trum Mediaval, Slab Serif model Patah; huruf ini di “create” untuk menciptakan sebuah suasana yang akrab dan menciptakan susana dialog yang komunikatif “conversational” dalam suasana yang sangat intens serta menyajikan suasana yang tidak terlalu formal dalam sebuah korespondensi bila menggunakan huruf ini. Banyak digunakan dalam majalah-majalah yang isinya menghendaki interaksi yang intens dengan pembacanya. Dalam perkembangannya Trum Mediaval diperkirakan akan menjadi keluarga klasik.
Kelompok Sans Serif
Helvetica, Sans Serif model Grotesque.; Huruf sans serif dikenal juga di Amerika dengan sebutan Gothict dan di Eropa dikenal dengan nama Grotesks atau Lineales. Huruf-huruf sans serif yang di desain pada abad ke-19 dikenal dengan sans serif Grotesques. Pada awalnya dikenal secara anatomis memiliki kekhususan pada huruf-hurufnya yang memiliki garis yang monoline.Kemudian berkembang dengan garis garis yang lebih kaku. Pada tahun 1950 an merupakan masa penghidupan kembali era huruf Grotesque. Pada tahun 1957 Max Miedinger mendesain huruf Helvetica, salah satu huruf-huruf terkenal dan terbaik pada sepanjang jamannya. Max Miedinger mendasarkan desainnya pada Akzinden Grotesk dengan sejumlah famili huruf yang lengkap dengan bobot, lebar, italic dan outline nya.Helveti ca memiliki legibility yang sangat diandalkan. Memiliki x heighf yang tinggi, lengkungan yang artistik, dengan descender dan ascender yang pendek, sangat baik untuk teks dan layak digunakan dalam dunia Publishing dan Advertising. Futura, Sans Serif model Geometric; Futura didesain oleh desainer buku dan huruf dari Jerman bernama Paul Renner pada tahun 1928 di kota Farnkfurt. Futura sangat dikenal sebagi huruf sans serif dengan gaya Geometrisnya. Terutama pada huruf-huruf C, G, Q dan O.Huruf Futura kurang baik bila digunakan sebagi teks yang panjang, kecuali untuk teks yang sedikit. Walau pun demikian Futura memiliki varian keluarga besar yang cukup banyak anggotanya. Dengan karakternya yang clean serta menggambarkan bentuk-bentuk dasar geometris. Futura sangat popular dan baik untuk digunakan dalam dunia pendidikan hingga dalam publishing untuk anak-anak. Frutiger, SansSerif model Humanist.; Desain huruf Frutiger dibuat oleh seorang desainer huruf terkenal yang membuat signposting untuk Charles de Gaulle Airport di Paris, dia adalah Adrian Frutiger. Frutiger dipublish pada tahun 1976.dengan sejumlah variasi famili yang cukup banyak.Frutiger adalah huruf yang berkarakter “clean” dan dengan sedikit sentuhan lengkungan yang tidak terlalu geometris sehingga terlihat lebih luwes, karena pemotongan pada setiap ujung huruf diakhiri secara horisontal dan vertikal, dan pada setiap pertemuan terlihat tebal garis yang agak menipis. Dalam ukuran skala kecil pun Frutiger memiliki readability yang baik sehingga walaupun digunakan sebagai teks panjang masih nyaman untuk di baca.
Keanekaragaman alam dan isinya merupakan unsur-unsur yang tak terpisahkan dalam melahirkan sistem ekologi yang merupakan sebuah sistem yang dirajut oleh unsur-unsur dalam berbagai skala ukuran, fungsi, bentuk, warna bahkan oleh berbagai karakter. Unsur menjadi berfungsi karena dia memiliki karakter, meiliki sifat memiliki bawaan diri. Tipografi yang didalamnya terdiri dari sejumlah tipe huruf, berbagai kelanggengan fungsinya, daya pakainya, kemudahan untuk dibacanya, kemampuannya menjadi media ekspresi manusia adalah semata-mata karena huruf-huruf tersebut memilfki karakter, sehingga dia menjadi bagian sistem berkomunikasinya manusia, yang bergerak dan berubah dinamis sehingga tipografi menjadi bagian dari bangun kebudayaan. Seperti halnya medan perjuangan kehidupan, perjalanan kebudayaan menjadi lahan pengujian terhadap huruf-huruf yang berkarakter saja yang akan mampu menembus dan mengisi kebudayaan. Dalam.dunia desain, konsep yang diselami dan diolah secara paripurna sajalah yang akan menghasilkan karya yang baik fungsi maupun keindahannya langgeng dalam mengisi kehidupan. Karya-karya arsitektur Frank Loyd Wright, Lecorbusier, Silaban, atau desainer automotif seperti Bertone, Fininfarina, Grugiaro, atau seniman Salvador Dali, Leonardo Davinci, Affandi, Auguste Rodin, cineas Brian de Palma, Akira Kurosawa, Francis Ford Cop-pola, Teguh Karya sampai Andy Warhol, Neville Brody, adalah di antara para seniman yang telah menghasilkan karya-karya monumental yang pada dasarnya baik pribadi maupun karyanya adalah pribadi dan karya yang sangat berkarakter. Huruf dalam dunia tipografi secara individu dari setiap huruf itu sendiri hingga keluarga dan famili hurufnya memiliki karakter yang satu dan lainnya berbeda dan sangat spesifik. Peran huruf sebagai elemen desain tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan elemen-elemen desain lainnya seperti warna, garis, tekstur bahkan komposisi. Huruf sebagai elemen desain memerlukan “kecerdasan emosional” dalam memilihnya secara tepat dengan desain visual yang akan dibuat, baik itu untuk barang cetakan seperti poster, brosur dan lain-lain, atau sebagai bagian dari bentuk tiga dimensional seperti bagian dari elemen estetika untuk sebuah gedung. Huruf juga harus dapat mewakili karakter perusahaan, bila huruf menjadi bagian dari logomark atau sebagi identitas perusahaan. Hal yang paling mendasar adalah kemampuan dalam mengenali setiap karakter huruf dengan baik, yang memerlukan pembekalan kepekaan estetika pada tingkat kecerdasan emosi yang baik melalui apresiasi seni dan pendekatan anatomis.

MENGENAL KARAKTER HURUF | ok-review | 4.5