MENGENAL JURGEN HABERMAS

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Filsafat

Jurgen Habermas adalah tokoh yang paling banyak berkarya dan paling berpengaruh dalam generasi kedua Mahzab Frankfurt. Ia tidak hanya melanjutkan tradisi gurunya, Adomo dan Horkheimer, serta rekannya. Marcuse. melainkan juga secara signifikan memisahkan diri dari teori kriti- kal yang klasik dan memberi sumbangan yang besar kepada filsafat mutakhir dan teori sosial. Secara khusus, ia membuka dialog antara teori kritikal dengan filsafat serta teori-teori sosial lainnya seperti aliran hermeneutik Gadamer, teori sistem dan struktural-fungsionalisme, ilmu sosial empiris, filsafat analitis dan linguistik, teori kognitif serta perkembangan kajian moral, la mensintesis berbagai pemikiran tersebut menjadi teori aksi komunikatif, yang mewakili dasar dan kerangka teori sosial yang dibangun dalam tradisi Marxis, Weber dan teori kritikal klasik, la juga mengkritik para pendahulunya dan meletakkan dasar teoretis baru.
Habermas lahir 18 Juni 1929 di Dusseldorf, dan besar di Gummersbach, Jerman. Ayahnya adalah kepala Bureau of Industry and Trade, dan kakeknya adalah seorang menteri dan direktur sebuah sekolah seminari lokal. Ia mengalami bangkit-jatuhnya fasisme, dan sempat ditekan oleh pengadilan Nuremberg dan film-film dokumenter tentang kamp-kamp konsentrasi setelah perang. Habermas mulai belajar di universitas di Gottingen pada 1949 dan selesai dengan disertasi Das Absolute und die Geschichte pada 1954. Pada 1950-an, Habemas belajar serta amat dipengaruhi oleh karya Lukas yang berjudul History and Class Consciousness serta karya Adomo dan Horkheimer Dialectic of Enlighten- menfyang mulai ia baca pada 1955. Ia mempelajari karya Marx muda dan Hegel muda dengan Kari Lowith, seorang mahaguru dan ilmuwan besar Jerman. Habermas memutuskan untuk bekerja dengan Adomo dan Horkheimer karena ia yakin bahwa yang sedang mereka kembangkan adalah dialektika dan teori kritikal tentang masyarakat, berangkat dari tradisi Marxis yang kreatif dan inovatif. Ia kemudian pergi ke Frankfurt dan meneruskan studinya di Institute for Social Research. Di situ ia menulis buku pentingnya yang pertama Strukur-wandel der Offentlichkeit (1962). Dengan mengkombinasikan sejarah dan riset empiris serta kerangka teoretik dari teori kritikal, Habermas melacak sejarah kebangkitan dan penurunan dari apa yang ia sebut ‘bourgeois public sphere dan penggantiannya oleh media massa, administrasi teknokratis dan depolitisasi sosial. Karyanya yang berpengaruh ini merangsang diskusi mengenai masalah-masalah di negara demokrasi perwakilan dalam masyarakat-masyarakat kapitalis mutakhir dan membangkitkan kesadaran akan perlunya partisipasi, demokrasi, dan egaliter yang lebih jauh dalam berbagai diskusi dan debat sosial- politik. Pada 1960-an, Habermas mengajar di Universitas Heidelberg (1961-4) dan Frankfurt (1964- 71). Pada waktu itu ia sudah menaruh minat pada politik, dan bersama beberapa rekannya ia menerbitkan Student und Politik pada 1961 yang menyerukan reformasi universitas, dan Protestbe-wegung und Hochschuireform (1969), yang meneruskan minatnya atas reformasi universitas dan juga berisikan kritik terhadap apa yang ia lihat sebagai ekses dari gerakan mahasiswa Jerman pada 1960-an. Selama periode ini, Habermas juga terlibat secara intens dalam karya-karya teoretis. Karyanya Theorie und Praxis muncul pada 1963 {Theory and Practice, 1973), yang mengandung makalah-makalah penting mengenai teori sosial dan politik kontemporer serta klasik, juga antisipasi terhadap posisi teoretisnya sendiri; Zur Logik der Sozialwissenschaften yang terbit pada 1967 dan berisikan ringkasan rinci dan kritis mengenai debat-debat mutakhir dalam logika ilmu sosial; Erkenntnis undlnteresse pada 1968 (Knowledge and Human Interest 1971) yang melacak perkembangan epistemologi dan teori sosial kriti- kal mulai dari Kant hingga sekarang; dan beberapa kumpulan esai: Technik und Wissenschaftals Ideologie (1968); Arbeit Erkenntnis-Fort-Schritt (1970); dan Philosophische-politische Profile (1971) . Selama 1970-an Habermas mempergiat studinya mengenai ilmu-ilmu sosial dan mulai menata-ulang teori kritik sebagai teori komunikasi .Tahap- tahap kunci dari perkembangan ini termuat dalam kumpulan studi yang ditulis bersama Niklas Luhmann, yakni TheoriderGesellschaftderSozial- technologie (1971); Legitimationsprobleme im Spatkapitalismus (1973); Zur Rekonstruktion des Historischen M a terialismus (1976); dan kumpulan esai dalam sekian buku lagi. Dalam karya-karya ini Habermas mempertajam kritiknya terhadap Marxisme klasik dan para pendahulu teori kritikal lain. Ia mencoba membangun rekonstruksi sendiri mengenai materialisme sejarah, sebuah teori kritik mengenai masyarakat, dan teori filsafat yang berakar pada analisis aksi komunikasi sosial. Hampir sepanjang periode ini Habermas memegang jabatan sebagai direktur Max Planck Institute di Stamberg di mana ia terlibat dalam berbagai proyek dan bersentuhan erat dengan berbagai perkembangan dalam ilmu sosial. Setelah berseteru dengan para mahasiswa dan rekan sejawatnya, ia mengundurkan diri pada 1982 dan kembali ke Frankfurt di mana ia sekarang menjadi gurubesar filsafat dan sosiologi. Pada 1981, Habermas menerbitkan dua vo-lume magnum opusnya, Theorie des kommunikativen Handelns. Karya yang menakjubkan ini menjelaskan sejarah kecendikiaan dan konstruksi teoretis yang mewarisi Marx, Durkheim, Weber, Lukacs, dan Marxisme Barat, termasuk teori kritikal, dan mengritik kecenderungan mereka untuk melakukan reduksi teoretis dan kegagalan mereka untuk mengembangkan teori yang memadai guna menganalisis aksi dan rasionalitas komunikasi sosial. Habermas juga menyumbangkan analisisnya sendiri akan pentingnya aksi dan rasionali¬¨sasi komunikatif untuk teori sosial mutakhir. Buku tersebut menunjukkan kesinambungan pemi¬¨kirannya dengan generasi pertama mazhab Frankfurt serta para penerusnya. Theorie des kommunikativen Handelns juga menampilkan kesinambungan minat Habermas dalam menghubungkan teori dan praktek dengan diskusinya mengenai gerakan sosial baru. Bagian kesimpulan merupakan testamennya mengenai minatnya pada teori sosial yang sistematis dengan intensitas praktis yang termuat dalam ringkasannya mengenai status teori kritik dewasa ini. Secara keseluruhan karya ini mengumpulkan aneka visi teoretisnya pada 1970-an dan menunjuk sejum-lah isu dan topik yang menentukan proyek-proyek ilmiah masa depan. Sejak 1981 Habermas juga meneruskan usaha pengembangan artikulasi sistematisnya pada teori aksi komunikasi dalam diskursus moral dan hukum serta diskursus politik. Moral Consciousness and Communicative Action (1990) berisi sumbangan terhadap pengembangan diskursus etika, sementara Faktizitat und Gultung (1992) mengutarakan diskursus teori hukum, demokrasi dan hak-hak azasi. Postmetaphysical Thinking (1992) berisi artikel-artikel yang mengungkapkan usaha Habermas untuk memformulasi ulang teori modern dalam pengertian teori aksi komunikatif yang mengatasi berbagai pra-asumsi metafisika dari tradisi filsafat. Selain itu, Habermas telah menerbitkan kumpulan esai yang mengomentari peristiwa-peristiwa politik, budaya, dan sejarah mutakhir seperti The New Conservationism (1989) dan ia mengedit sebuah kumpulan karya penting yang berjudul Observation on the Spiritual Situation of Our Time (1984). Barangkali bukunya yang paling kontroversial adalah Philosophical Discourse of Modernity (1987) di mana Habermas meluncurkan serangan terhadap teori-teori pasca modernisme Perancis (khususnya Derrida dan Foucault) dan pendahulunya (Nietzsche, Heidegger dan Bataile). Dalam teks itu dan esai-esai lainnya dalam periode ini, Habermas membela warisan modernitas, pemikiran khas Abad Pencerahan, dan ia juga menguraikan alasannya menentang pasca modernisme. Sekian buku dan artikel telah muncul untuk membela atau mengritik Habermas, dan ia acapkali menanggapi buku-buku yang berisi esai-esai mengenai karyanya, seperti Habermas and Modernity (Berstein 1985). Kumpulan wawancara Autonomy and Solidarity (Dews 1992) juga menyediakan jawaban mengenai kritiknya dan pemahaman mengenai kehidupan serta perkembangan intelektualnya. The Past as Future (1994) berisi wawancara dengan Habermas yang meng-ungkapkan pandangan-pandangannya mengenai aneka perkembangan politik dan intelektual mutakhir. Jadi, Habermas terus produktif dan kontroversial setelah ia memasuki dekade keenam dalam kiprah intelektualnya, dan di zaman sekarang ia tampil sebagai salah satu tokoh intelektual terbesar.

MENGENAL JURGEN HABERMAS | ok-review | 4.5