MENGENAL JULIUS CAESAR

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Antropologi

JULIUS CAESAR (100 SM-44 SM), pemimpin Romawi yang terkenal bukan hanya dalam buku sejarah, melainkan juga dalam buku-buku kisah kepahlawanan. Sebagai jenderal yang ahli strategi, kejayaan Caesar dalam berba gai medan tempur membuat Roma memiliki kekuasaan dan pengaruh hampir di seluruh Eropa. Pengaruhnya bahkan sampai ke daerah di Timur Tengah. Caesar juga terlibat hubungan cinta dengan Cleopatra, la membuat Roma menjadi suatu negara adikuasa, sampai akhirnya ia mati terbunuh. Julius Caesar keturunan bangsawan. Pada masa mudanya ia belajar filsafat dan retorik di Yunani. Ia kembali ke Roma tahun 78 SM dan saat itu sudah menjadi ahli pidato. Karena pandai mengambil hati rakyat, pada tahun 62 SM ia terpilih menjadi praetor, setingkat di bawah konsul. Dari istrinya, Cornelia, yang meninggal tahun 68 SM, ia mendapat seorang anak perempuan, Julia. Untuk mencapai tangga kekuasaan paling atas, pada tahun 60 SM Caesar bekerja sama dengan Marcus Licinius Crassus dan Gnaeus Pompeius. Crassus adalah orang kaya raya penuh ambisi politik, dan Pompeius seorang jenderal pujaan rakyat. Melalui berbagai cara, termasuk suap, Caesar menjadi konsul. Mereka bertiga lalu menjalankan program kekuasaan tri-tunggal (Triumvirat I), yang melahirkan kebencian kaum konservatif dalam senat. Pompeius diambil menantu, dikawinkan dengan, Julia.
Untuk mendapat kekuasaan lebih besar, Caesar sadar bahwa ia perlu mempunyai tentara yang setia. Ia pun harus menjadi pahlawan penakluk untuk memikat hati rakyat. Dengan mandat dari senat, walaupun tidak pernah mendapat latihan militer, ia menghimpun tentara dan pergi ke Gaul (Perancis) untuk menaklukkan negeri ini. Ia berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah timur Sungai R^ein dan mengusir orang Jerman keluar dari Gaul. Ia lalu menyeberangi Rhein, dan untuk memamerkan keperkasaan Romawi ia menyerbu Britania sampai dua kali. Tetapi keberhasilannya membuat sementara orang merasa iri. Pompeius termasuk orang yang kemudian membencinya dan berkomplot dengan musuh-musuh Caesar di senat. Caesar diperintahkan mengembalikan mandat dan membubarkan tentaranya, ketika ia pulang ke Roma. Caesar menolak perintah itu. Ia malahan membawa tentaranya menyeberangi Rubicon, sungai kecil yang memisahkan Italia dengan wilayah jajahannya. Perang saudara pun berkobar. Tentara Pompeius dikalahkan dan, lari ke Balkan. Dalam waktu dua bulan Caesar menguasai seluruh Italia. Ia terus mengejar Pompeius sampai ke Mesir. Di sana ia mendengar musuhnya mati dibunuh orang.
Caesar kemudian terlibat hubungan cinta dengan Cleopatra. Pemimpin Romawi itu kemudian berperang untuk kepentingan Cleopatra dan menang. Sementara itu Pompeius menghimpun kekuatan lagi, mereka bukan tandingan Caesar. Pasukan dipukul mundur di Thapsus, Afrika Utara, dan dihancurkan di Munda, Spanyol. Laporannya ke Roma berbunyi Veni, Vidi, Vici, artinya: saya datang, saya lihat, saya menang. Semua kemenangan ini membuat Caesar makin populer. Ia diangkat rakyat menjadi diktator seumur hidup. Pada suatu pesta, mahkota kerajaan ditawarkan kepadanya. Caesar menolak karena ia tahu rakyat membenci raja. Tetapi para anggota Senat tetap khawatir pemimpin itu berubah menjadi tiran. Sekelompok anggota senat kemudian berkomplot membunuh Caesar selagi ia akan memasuki ruangan senat. Di antara anggota komplotan pembunuh itu adalah Brutus, orang kepercayaan Caesar sendiri.
 

MENGENAL JULIUS CAESAR | ok-review | 4.5